Category: Esai

  • Bantaeng dan Seni Menghindari Tanggung Jawab

    Bantaeng dan Seni Menghindari Tanggung Jawab

    Di Bantaeng, ada satu keterampilan kepemimpinan yang berkembang pesat, bahkan melampaui capaian pembangunan fisik dan indeks statistik: ilmu cuci tangan.Bukan cuci tangan karena kebersihan, tapi cuci tangan karena tanggung jawab terlalu berat untuk digenggam. Masalah datang bertubi-tubi.Masalah berdiri antre.Masalah minta dipeluk, diselesaikan, atau setidaknya dipelototi.Tapi tangan seorang bupati tetap steril, bukan karena rajin bekerja, melainkan…

  • Menanam Benih Idealisme: Memutus Mata Rantai Hegemoni Politik Transaksional

    Menanam Benih Idealisme: Memutus Mata Rantai Hegemoni Politik Transaksional

    Di ketinggian Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, udara dingin mulai terasa merangsek ke dalam pori-pori. Justru, di dalam Aula Kantor Desa Bonto Daeng, Senin (26/1/2026), suasana menghangat. Belasan mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) sedang menjalankan misi yang lebih berat dari sekadar program yang kaku, yakni mengubah pola pikir masyarakat. Mereka tidak sedang membangun jembatan semen,…

  • Indonesia: Nama yang Diperebutkan

    Indonesia: Nama yang Diperebutkan

    Esai Adam Kurniawan berjudul “Indonesia sebuah Nama” di Paraminda.com, 20 Januari 2026, kembali mengundang percakapan. Rasanya perlu memberi respon, semacam apresiasi atas kerja intelektual yang dilakukannya. Dalam tradisi kajian kebangsaan, nama kadang dipandang dan diperlakukan sebatas hal yang telah selesai, diterima begitu saja sebagai fakta historis yang baku. Adam malah berbeda, ia memproblematisir nama “Indonesia”,…

  • Melapangkan Sejarah

    Melapangkan Sejarah

    Puspita merelung jauh, di tengah kumpulan, jejak pustaka buyutnya, membawanya ke sebuah sabana penyusurannya, bersama serumpun keluarga besar Ma’dunda bin Serang yang diagendakan Ahad 25-01-2026. ‎‎Narasinya membuatku terdiam sejenak, setiap pragrafnya, membawaku larut menekuni prosesi kemarin saat berkunjung di sebuah rumah adat Bantaeng. Puspita  menyuguhkan dengan pembukanya yang tegas, mengayuh ke setiap diksi, saat memintanya untuk…

  • Kesosialan dan Kesialan

    Kesosialan dan Kesialan

    Saya mulai gulai gugup dan gagap. Kusematkan dan kusamarkan saja dalam caraku bersifat dan bersikap, toh tersingkap walau sejauh mana menyembunyikan tentang sifatia manusia, antara kedok dan ketulusan itu, antara kesosialan dan kesialan menjadi konsekuensi. ‎‎Kadang pula saya tersesat, terjebak sendiri, terseret, terbawa suasana pastinya, di tengah gelombang kemanusiaan yang mengintimidasi, sampai tersungut dan menjamurnya…

  • KPU Mengajar: Di Bangku Sekolah Demokrasi Mulai Bersemi

    KPU Mengajar: Di Bangku Sekolah Demokrasi Mulai Bersemi

    Rabu-Kamis menjadi hari yang spesial bagi KPU Kabupaten Bantaeng, dan tentu saja bagi saya selaku komisioner KPU Bantaeng. Hal ini karena terdapat agenda KPU Mengajar, sebuah program KPU Provinsi Sulawesi Selatan yang ber-MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Saya tidak menyebutnya sebagai kegiatan mengajar, melainkan lebih pada berbagi cerita, pengalaman, dan sedikit pengetahuan tentang…

  • Mengembalikan Marwah Desa

    Mengembalikan Marwah Desa

    Catatan Pendamping Desa untuk Hari Desa Nasional 2026 Sejarah panjang mewarnai anatomi sosial pedesaan sejak zaman kerajaan Hindu, kerajaan Islam, era kolonial, hingga masa pascakemerdekaan. Sebagai contoh, eksistensi Bate Salapang (Sembilan Bendera) setara dengan konsep desa pada masa Kerajaan Gowa; wanua di Kerajaan Bugis; atau sebutan lembang di Tana Toraja yang bahkan hingga saat ini…

  • Tegak di atas Benturan: Lawan adalah Cermin dan Kawan adalah Kobaran

    Tegak di atas Benturan: Lawan adalah Cermin dan Kawan adalah Kobaran

    Sebagai seorang yang berusaha tumbuh di tengah desakan kolaborasi dan keterbukaan informasi yang kian masif, saya melihat proposisi Sulhan Yusuf dalam esainya berjudul, “Melata di antara Lawan dan Kawan”, Paraminda.com, 23 Januari 2026, sebagai sebuah bentuk romantisme kepemimpinan yang terlalu defensif dan barangkali sedikit paranoid. Ia berangkat dari sebuah premis yang dipopulerkan oleh Daeng Litere:…

  • Penjahat Perang

    Penjahat Perang

    Tahun 2026 umurnya baru saja tiga hari. Ini bukan tentang hingar-bingar perayaan tahun baru, melainkan gejolak politik internasional yang menggemparkan jagat dunia. Amerika Serikat (AS), negara adikuasa, tanpa tedeng aling-aling membombardir Karakas, ibu kota Venezuela. Beberapa saat kemudian, kabarnya, Nicolás Maduro—sang presiden—diseret paksa oleh pasukan elite AS. Tak ada perlawanan atas peristiwa pada hari itu,…

  • Melata di antara Lawan dan Kawan

    Melata di antara Lawan dan Kawan

    “Jauh lebih mudah menaklukkan lawan, tinimbang mengendalikan kawan.”(Tajali Daeng Litere, 18122024) Ujaran Tajali Daeng Litere itu, datar menghanyutkan, tidak meledak seperti semboyan perang. Ia justru turun perlahan, seperti hujan tipis, tetapi meresap hingga ke lapisan terdalam relasi manusia. Penabalannya singkat, waima menyimpan paradoks kepemimpinan: kekuatan terbesar kerap diuji bukan di hadapan musuh, melainkan di tengah…