Author: Sulhan Yusuf
-

Babba Usu
Bissampole mengenal banyak kiyai yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakatnya sendiri. Mereka mengaji, mengajar, membangun masjid dan madrasah, mendatangi rumah-rumah warga, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Di antara nama yang masih disebut oleh orang-orang tua di Bissampole terdapat seorang kiyai bernama K.H. Yusuf Sulaemana, yang lebih akrab disapa Babba Usu. Babba Usu lahir di…
-

Puang Hami
Ada tokoh yang dikenang bukan karena namanya terpahat pada banyak tempat, melainkan karena jejaknya menetap, dalam ingatan orang-orang yang pernah berjumpa dengannya. Cerita demi cerita saling menumpuk menjadi legenda. Begitulah yang menghidu saya, sejak mulai bisa mengingat dengan benderang, hingga duduk di bangku SMP, sekitar tahun 1978. Nama Puang Hami (K.H. Abdul Hamid) sering menghiasi…
-

Panrita Tallua ri Bissampole
Mengeja religiusitas masyarakat Bissampole, barangkali seperti menikmati kue lapis. Setiap lapisan menyimpan jejak para panrita, yang pada zamannya ikut membentuk kehidupan keberagamaan masyarakat. Jejak itu dapat ditemukan melalui makam, masjid, madrasah, rumah para panrita, serta ingatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Satu lapisan belum selesai dibaca, lapisan lain sudah memperlihatkan jejaknya. Semuanya bertaut dalam…
-

Dwi Tunggal Masjid Ruhul Amin–Syekh Abdul Gani: Sayap Keberagamaan di Bissampole
Sebuah masjid tidak hanya menyimpan suara azan, lantunan ayat suci, dan jejak dahi yang bersujud. Di dalamnya tersimpan ingatan sebuah masyarakat tentang bagaimana agama dipahami, dihayati, dan dilakoni. Masjid dapat menjadi cermin keberagamaan suatu komunitas. Dari sana dapat dibaca bagaimana suatu masyarakat menempatkan ibadah dalam kehidupannya, bagaimana tradisi keagamaan dirawat, serta bagaimana hubungan antara agama…
-

Ma’arif Tumbel Gani: Oke Bingits, Semakin Berjaya
Sekaum murid madrasah tsanawiyah di semenjana teriknya baskara, bersuka cita, riang gembira. Ada yang berkelompok ngerumpi, sesekali berkejar-kejaran. Tampak pula sedang jajan ala anak sekolahan, ice cream, bakso tusuk, gorengan, dan peganan lainnya, murah meriah. Mereka tiada peduli dengan apa yang mereka makan dan minum itu mengandung pengenak, penyedap, pengawet, dan pewarna. Terpenting, rasa haus…
-

Jarak dalam Kedekatan
“Bila belum bisa membedakan antara melekat dan menyatu, maka jangan bicara kualitas hubungan yang awet.” ( Tajali Daeng Litere, 17122024) Ada hubungan bertahan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Orang-orang di dalamnya tetap bersama, saling menyapa, duduk bersebelahan, berbagi kabar, sesekali bertukar cerita. Dari luar, semuanya tampak baik-baik saja. Lama dianggap sebagai ukuran kesetiaan. Keawetan pun sering…
-

Menyemai Ekosistem Literasi di Kampus Ungu
Kemarau dan kelangkaan BBM menghidu Bantaeng. Kondisi itu tak menyurutkan hasrat saya memacu motor butut ke pelosok. Persisnya ke Pondok Pesantren Al-Furqan, Ereng-Ereng, Bantaeng. Pesantren ini lebih intim mendaku diri sebagai “Kampus Ungu”. Apa gerangan hajatannya? Menunaikan undangan dari salah seorang pembina, sekaligus owner produsen Kopi Turaya, Mutahhir Nuh, untuk memantik satu hajatan literasi. Bertajuk…
-

Koalisi Tanah
“Tak elok merendahkan musuh sedalam tanah. Sebab, bila musuh berkoalisi dengan tanah, maka akan lahir gerakan bawah tanah.” (Tajali Daeng Litere, 26122024) Senandika Daeng Litere itu terdengar ringan, bahkan menyelipkan jenaka pada permainan bunyi antara tanah dan bawah tanah. Namun, sebagaimana lazimnya aforisme, kelugasannya menyimpan simpai makna lebih jauh. Ia tiada sedang berbicara tentang strategi…
-

Sebelum Suara Barzanji Senyap di Bissampole
Ada tradisi yang tidak gaduh ketika perlahan menghilang. Ia tidak runtuh seperti bangunan tua. Ia hanya makin jarang dilakukan, amat sedikit pewarisnya, lalu suatu waktu orang-orang hanya mengenangnya sebagai kebiasaan masa lalu. Maulid Nabi Muhammad saw. di Bissampole agaknya sedang berhadapan dengan keadaan semacam itu. Sebagai orang tempatan Bissampole, saya menyaksikan pergeseran tradisi. Dahulu, hingga…
-

Bangkitnya Peradaban Bissampole di Baa-taeng
Ada kampung yang sekadar menjadi tempat orang tinggal. Mengada pula kampung, menyimpan ingatan panjang, tentang bagaimana sebuah negeri bermula. Bissampole agaknya termasuk yang kedua. Bentangan sejarah Bantaeng menabalkan Bissampole bukan nama yang datang belakangan. Ia telah disebut dalam kisah tua, tentang tujuh wilayah, masing-masing dipimpin oleh seorang Kare’: Onto, Bissampole, Sinoa, Gantarangkeke, Mamampang, Katapang, dan…
