Author: Dion Syaif Saen
-

Pemulung Dan Toga Sarjana
Sang pemulung dan toga. Dia menemui telaga, menyusuri sabana. Di tengah kesenjangan hidup menempanya. Terlatih tertatih. Sampai rasa lelah, tidak harus membuatnya menyerah meski rasa sakit itu hampir tidak terasakan lagi baginya.Sampai pada satu tujuan mengenakan toga di kepalanya.Dia telah sarjana. Pemulung dalam rentetan peluru kehidupan menempanya, bertahan di tengah lambung kehidupan yang penuh proses…
-

Menjaga Akar, Merangkul Peradaban
Sebuah jelaga hendak menebar dan membuat akar baru, padahal itu membawa petaka pada sebuah telaga yang dibangun di tengah sejarah panjang yang mereka dan sebagian orang-orang tidak tahu. Kabut pekat seakan merekam jejak, menguatkan, melebur untuk menyatakan bahwa akar telah dipenuhi jelaga yang merusak. Membunuh pokok yang menjadi batang diri sebuah keadaban dan kultur yang…
-

Rumah yang tidak Mengajarkan Kami Mendobrak Etika
Ketika sejarah mulai diubah dan dilupakan oleh sebuah komunal yang ingin mengubah tatanan, kultur, sosial yang melekat sejak di rahim. Gejala itu bergejolak ketika sebuah komunal yang menjaga selama ini, tiba-tiba tersingkirkan dengan alasan tidak jelas. Agenda yang terselip atas nama kesucian, menghapus jejak sejarah yang telah mendarah daging, lalu memaksakan dan membangun sejarah baru.…
-

Ketika Semua Merasa Pakar
Termasuk kadang aku merasa, padahal sekadar numpang, hanya terdampar, di tengah suasana yang lagi tren akhir-akhir ini. Akademisi dan para pakar lagi bicara membawa perubahan. Sementara, baru memulai serasa terbang bersama uraian, pengakuan, merasa sudah bisa, lalu aku tenteng ke mana-mana. Lupa bahwa aku masih terlalu pagi. Serta kemarin sore yang baru mendapat ruang. Lalu…
-

Andien dan Alonica
Malam itu sepertinya menemukan sebuah “hikma menghantar”, menuntun membasuhkan cahaya kasih. Tanpa harus memaksakan keinginannya. Kedua sosok itu menguatkan untuk Andien agar saat menempuh dan ditempa pada prosesnya. Tidaklah semudah apa yang orang menyaksikannya dan melihatnya sekarang. Tertempa dan belajar oleh kesenjangan, tertulis di garis waktu, dengan realitas, diretas. Tanpa mengabarkan kepada jagad. Sebagai afirmasi.…
-

Ranca dan Ruang Baca-baca
Di tengah gerah, ketika timeline-timeline media sosial dipenuhi jargon, caption, dan branding yang penuh ekspektasi dibalut sekadar sensasi. Tetiba kuterbawa ke sebuah ruang. Di sudut kota Bantaeng ada telaga, tempat bertamasya pikiran, makna, dan rasa. “Warkop Dg Rannu” disematkan nama sebuah kearifan cinta seorang Ranca. Seduhan kopi, percakapan hangat, tidak ada lengan baju dilipat. Tanpa…
-

“Legenda” bukan Mitologi
2009 pertama kali kau hadir di kehidupanku, mengawal dan menjadi saksi pengelanaanku. Meski maharmu saat itu cukup fantastik, pada ukuran upah di sebuah lembaga kala itu. Dengan menabung upah tiga bulan. Sampai sejak itu kau sah menjadi bagian dari hidupku, dan saat ini kau masih setia menemaniku. Di antara deru, menempa kita dalam menempuh jarak.…
-

Nisan Sepuluh Tahun
Nisan sepuluh tahun itu. Aku diseret di antara seabrek “baca-baca”. Kemudian merebahkanku dalam seribu wangi bunga. Tetapi mereka keliru. Semua sepertinya hanya terpaksa. Ada nama dan setangkai terbuang, dilupakan. Semenjak kemanusiaan telah dibajak. Ada menghitung, mengeja, dan menjamah sesama manusia, hanya karena saling merasa. Pustaka kubawa ke mana saja sebagai pusaka. Memahat dan menjadikanku dalam…
-

Habitus
Dia bukan situs, apalagi sebuah ritus. Bagai sirkus dan bersiklus.Katanya berasal dari bahasa Latin yang berarti kondisi, keadaan, atau penampilan, yang merupakan bentuk turunan dari kata kerja habere (memiliki atau berada dalam kondisi tertentu).Menunjukkan suatu watak, keadaan tubuh, atau perilaku yang tetap dan mendarah daging, bukan sesuatu yang bersifat sementara.Pierre Bourdieu menancapkan sesuatu pada pola…
-

Religius dan Tendensius
Tumpahan manusia setiap lima menit menuju sesembahan. Menumpuk amaliah dan pahala katanya, berbaris menunggu contekan Tuhan. Data sensus penghuni religi begitu tinggi mendominasi, dengan gigih sampai suatu waktu menghitung sekian persen penghuni yang masuk kategori. Membuatku agak sedikit risih. Tuhan bukan hitung-hitungan. Kadang tidak sesuai realita. Sampai para pencari pahala kelimpungan menunggu jatah dari langit.Ada…
