Category: Esai

  • Bantaeng: Jejak Cabang Muda di Hari Tua HMI

    Bantaeng: Jejak Cabang Muda di Hari Tua HMI

    Setiap peringatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi historis atas ikhtiar panjang kader umat dan bangsa. Sejak didirikan pada 5 Februari 1947, HMI hadir sebagai organisasi kader yang memadukan keislaman dan keindonesiaan, serta konsisten menjadikan intelektualitas dan pengabdian sebagai poros gerakannya. Dalam lintasan sejarah nasional tersebut, HMI Cabang…

  • Apa yang Sebenarnya Membunuh Seorang Anak?

    Apa yang Sebenarnya Membunuh Seorang Anak?

    Pagi ini hujan masih mengguyur, setelah semalaman suntuk tidak juga berhenti. Cuaca terasa begitu dingin. Secangkir teh hangat menemani saya membaca rentetan berita di layar ponsel. Saya lalu membaca berita itu perlahan. Tidak sekaligus. Ada bagian-bagian yang membuat saya berjeda. Seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dengan cara menggantung diri. Kalimat…

  • Sejarah: Guru yang Sering tak Didengar

    Sejarah: Guru yang Sering tak Didengar

    Sejarah sering diperlakukan sebagai cerita masa lalu yang telah usai. Ia diajarkan di sekolah sebagai deretan tahun, nama tokoh, dan peristiwa, lalu perlahan dilupakan. Padahal, sejarah sejatinya adalah guru—sayangnya, guru yang paling sering tak didengar. Di tengah krisis lingkungan, konflik sosial, dan kegelisahan moral hari ini, sejarah justru menawarkan pelajaran penting tentang ke mana arah…

  • Menenun Tali dari Pena yang Tak Terbeli

    Menenun Tali dari Pena yang Tak Terbeli

    “Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam perang, yang mati sebelum waktunya.” (Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir) ‎Di bawah naungan langit Ngada yang abu-abu, YBS—gadis kecil berusia sepuluh tahun dengan binar kecerdasan yang mulai meredup—menatap ujung sepatunya yang mulai terkoyak. Baginya, sekolah bukan sekadar gedung, sekolah adalah arena di mana…

  • Ketika Aku Bertemu Nawal El Saadawi

    Ketika Aku Bertemu Nawal El Saadawi

    Ada buku-buku yang kita baca, lalu kita tutup, dan hidup berjalan seperti biasa. Ada pula buku-buku lain atau lebih tepatnya, pemikiran yang tidak sekadar mengubah cara kita membaca dunia, tetapi mengubah cara kita membaca diri sendiri. Pemikiran Nawal El Saadawi hadir dalam hidupku seperti itu: bukan sebagai teori, tetapi sebagai lampu yang menyorot ruang-ruang gelap…

  • Autopsi Bangkai Demokrasi

    Autopsi Bangkai Demokrasi

    “Setiap upaya untuk memaksakan ketertiban dengan kekerasan hanyalah membuktikan bahwa sistem tersebut tidak lagi memiliki otoritas moral untuk memimpin.” (‎Theodor W. Adorno – Minima Moralia) ‎Di atas meja bedah yang dingin dan berkarat, terbujur sesosok tubuh yang dulu kita puja sebagai kedaulatan. Hari ini, kita berkumpul bukan untuk merayakan kesembuhan, melainkan untuk melakukan proses pembedahan…

  • Mitos, Ilmu Sosial dan Bayang-Bayang Kekerasan Epistemik

    Mitos, Ilmu Sosial dan Bayang-Bayang Kekerasan Epistemik

    Bagi saya, mitos tidak ada, dan tidak seharusnya pernah atau masih ada di kalangan Bugis-Makassar. Malah, jangan-jangan mitos hanya ada di Yunani. Saya mengira itu adalah kekerasan terminologi. Yang mereka sebut mitos adalah “gaukang, “mappaleppe”, “maccera”, Bissu “memmang”, dan “songka bala”. Kekerasan terminologi itu terus berlanjut. Oleh sebagian masyarakat yang “taat beragama” sebagian penganut “agama…

  • Warga Pascakolonial

    Warga Pascakolonial

    Setelah orang-orang terjajah itu merdeka, misalnya orang India dari Inggris, orang Indonesia dari Belanda, orang Filipina dari Spanyol, atau orang Aljazair dari Prancis, apakah mereka betul-betul merdeka? (merdeka dalam arti sesungguhnya). Pertanyaan itu meski terdengar sederhana, tapi bagi saya sangat penting kita ajukan. Karena hanya dengan pertanyaan itulah kita bisa menemu-kenali, lalu membongkar tabir-tabir Kolonial…

  • Berhala Empati di Perayaan Ketidakberdayaan

    Berhala Empati di Perayaan Ketidakberdayaan

    “Ihr drängt euch um den Nächsten und habt schöne Worte dafür. Aber ich sage euch: eure Nächstenliebe ist eure schlechte Liebe zu euch selber. Ihr flüchtet zum Nächsten vor euch selber und möchtet euch ein Verdienst daraus machen: aber ich durchschaue eure ‘Selbstlosigkeit’.” (Friedrich Nietzsche – Thus Spoke Zarathustra) Nietzsche melalui karakter Zarathustra mengkritik konsep…

  • Paras Batin Kepemimpinan

    Paras Batin Kepemimpinan

    “Pemimpin berparas egaliter bervisi: memandang semua insan, setara di hadapan masalah negeri dan punya peluang untuk berbakti.”(Tajali Daeng Litere, 22092024) Penabalan Daeng Litere ini tersurat sederhana, tetapi mengandung simpai makna yang luas. Ia tidak berbicara tentang kemegahan kepemimpinan, tiada pula memuja figur. Sorotannya justru jatuh pada watak mendasar: egalitas sebagai wajah batin seorang pemimpin. Bukan…