Category: Esai
-

Barangkali Presiden Jarang Baca Sastra
Belakangan ini, publik dibuat gaduh oleh sepotong kalimat Presiden Prabowo, “Kalau pesimis terhadap Indonesia, diam saja di rumah atau cari negara lain.” Kalimat itu melintas dari satu linimasa ke linimasa lain, dikutip oleh sejumlah media nasional, lalu menjelma menjadi tajuk yang mengundang beragam tafsir. Saya pertama kali menemukannya di portal berita SindoNews. Saya membacanya berulang…
-

Soal Upah, Huadi Melanggar Sejak Awal hingga Akhir Operasinya
Serial KIBA #1: 16 Hari Perlawanan Buruh Huadi Memperingati pendudukan gerbang PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, 14–29 Juli 2025. Bagian 2 Jika PHK massal menjadi pemicu ledakan konflik pada 2024, maka persoalan yang sesungguhnya tidak dimulai pada saat pekerja kehilangan pekerjaan. Konflik tersebut telah tumbuh jauh sebelumnya melalui berbagai dugaan pelanggaran hak normatif yang selama…
-

Air Sabun tidak Pernah Bertanya Mengapa Aku Bersedih
Saat semua tamu sudah pulang, aku melangkah ke depan bak cuci. Piring-piring bekas makan masih bertumpuk. Gelas-gelas masih menyisakan jejak bibir orang-orang yang tadi datang mengucapkan belasungkawa. Sendok-sendok kecil masih berlumur kuah. Sisa nasi menempel di dasar piring seperti kenangan yang enggan melepaskan dirinya dari ingatan. “Aku saja yang mencuci.” Kalimat itu keluar begitu saja.…
-

Di Balik PHK Massal Huadi: Ketika Negara Gagal Melindungi Buruh
Serial KIBA #1: 16 Hari Perlawanan Buruh Huadi Memperingati pendudukan gerbang PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, 14–29 Juli 2025. Bagian 1 Konflik di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) bukanlah persoalan yang lahir dalam satu malam. Sejak kawasan ini ditetapkan pada tahun 2012, berbagai laporan investigasi, kajian masyarakat sipil, dan pemberitaan media telah mencatat beragam persoalan yang…
-

Saka Jarang dan Jejak Sejarah Onto
Sudah sepuluh tahun lamanya rasa ingin tahu saya tentang Onto, sebuah kelurahan di Bantaeng yang menyimpan jejak sejarah besar. Nama Onto kerap disebut dalam cerita lisan maupun artikel ilmiah sebagai pusat awal kerajaan Bantaeng, sekaligus wilayah daratan pertama yang menjadi fondasi pemerintahan tradisional. Di sanalah para pemimpin lokal, yang disebut kare, melakukan “pertapaan” untuk menentukan…
-

Membaca yang Baik adalah dengan tidak Membaca
Lelaki itu selalu datang setiap sore. Tidak pernah lebih awal. Tidak pernah terlambat. Seolah-olah waktu telah membuat janji dengannya. Ia memilih meja yang menghadap jendela, memesan kopi tanpa gula, lalu mengeluarkan sebuah buku yang masih tampak baru. Sampulnya bersih, sudut-sudutnya belum pernah tertekuk. Jika buku memiliki ingatan, barangkali buku itu belum sempat mengingat tangan yang…
-

Ketika Rajawali Meradang Luka
Tertunduk lesuh, jiwanya lara, paruhnya tak mampu mematuk, diam dikatupnya. Ada gamang mendera. Serasa jebakan itu sempurna mengkhianatinya. Tersadarkan! Dia melawan dirinya sendiri kini. Jauh sudah mengembara menempuh perjalanan, tertatih, ditempah angin, ditembaki, diburu dan disajakkan, diumpamakan, disimbolkan. Telah tertempah, kemudian tertimpa. Tiba suatu waktu, dia hinggap pada sebuah pohon rindang tak berbuah pada sebuah…
-

Keteguhan di Tengah Puing: Kisah Daeng Saing dan Solidaritas NU Bantaeng
Siang itu, Jumat 10 Juli 2026, langit Bantaeng tampak cerah. Matahari bersinar terang, memantulkan kilau cahaya di atas hamparan sawah dan perbukitan. Meski sinarnya begitu kuat, udara terasa sejuk, seolah angin gunung masih setia membawa kesejukan ke dataran rendah. Suasana ini menghadirkan paradoks yang khas: musim kemarau telah tiba, tetapi hawa dingin masih menyelimuti. Bagi…
-

Saya adalah Pendukung Fanatik Brasil yang Bermimpi Portugal Juara di Pesta Sepak Bola Dunia Kali Ini
Jauh sebelum mengenal taktik, statistik, dan rivalitas, terlebih dulu kagum menimpa saya. Dan itu datang lewat seragam kuning yang berdansa di atas lapangan. Memainkan bola dari kaki ke kaki, keterampilan individu pemain yang menghibur, dan selebrasi khasnya menetap di ingatan. 2026, tim nasional favorit saya ini, balik lagi di gelanggang Piala Dunia. Perhelatan akbar sepak…
-

Arsitek Jiwa
“Sekotah utusan-Nya dan para penerusnya, diutus oleh-Nya untuk membangun jiwa manusia. Bukan raganya.” (Tajali Daeng Litere, 23102024) Ikhtiar membangun dunia, agaknya patut diawali dengan membangun manusia. Dan, upaya membangun manusia selalu bermula dari pekerjaan paling sunyi: menata jiwanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Sebab, dari lapik ini, sekotah peradaban memperoleh arah, makna, dan kemuliaannya. Pijakan minda…
