Category: Esai
-

Luka Sosial
Kadang kita merasa sial. Padahal kita telah memenuhi syarat. Ternyata itu masih standar. Di tengah kidung dan kalung sosial. Berkacalah aku, berusaha tahu di mana jerawat itu tumbuh. Dan berapa banyak helai-helai itu jatuh. Aku mengira ini baru permulaan. Ternyata telah berlangsung lama.Dilema. Antara melupakan luka, memaafkan atau sekadar basa-basi saja. Begitulah pragmen yang diadaptasi, bahkan…
-

Pemulung Dan Toga Sarjana
Sang pemulung dan toga. Dia menemui telaga, menyusuri sabana. Di tengah kesenjangan hidup menempanya. Terlatih tertatih. Sampai rasa lelah, tidak harus membuatnya menyerah meski rasa sakit itu hampir tidak terasakan lagi baginya.Sampai pada satu tujuan mengenakan toga di kepalanya.Dia telah sarjana. Pemulung dalam rentetan peluru kehidupan menempanya, bertahan di tengah lambung kehidupan yang penuh proses…
-

Babba Usu
Bissampole mengenal banyak kiyai yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakatnya sendiri. Mereka mengaji, mengajar, membangun masjid dan madrasah, mendatangi rumah-rumah warga, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Di antara nama yang masih disebut oleh orang-orang tua di Bissampole terdapat seorang kiyai bernama K.H. Yusuf Sulaemana, yang lebih akrab disapa Babba Usu. Babba Usu lahir di…
-

Medali untuk Hind
Malam baru saja menjelang ketika sebuah pesan WhatsApp masuk dari seorang teman. Ia bertanya, di mana bisa mendapatkan kisah Hind Rajab secara lengkap. Seketika, saya tertarik dengan pertanyaannya. Dengan antusias, saya menjawab, “Nanti saya undang saat kami mengadakan nonton bareng (nobar) film tersebut.” “Hmmm… cuma begini, saya butuh sekarang. Karena lusa, hari Minggu, saya ikut…
-

Menjaga Akar, Merangkul Peradaban
Sebuah jelaga hendak menebar dan membuat akar baru, padahal itu membawa petaka pada sebuah telaga yang dibangun di tengah sejarah panjang yang mereka dan sebagian orang-orang tidak tahu. Kabut pekat seakan merekam jejak, menguatkan, melebur untuk menyatakan bahwa akar telah dipenuhi jelaga yang merusak. Membunuh pokok yang menjadi batang diri sebuah keadaban dan kultur yang…
-

Masjid Agung Syekh Abdul Gani: Peradaban Bissampole yang Harus Dijaga
Ketika Jamaah Meminta Musyawarah, Bukan Sekadar Penjelasan Ada sesuatu yang mungkin perlu kita renungkan bersama tentang apa yang sedang terjadi di Masjid Agung Syekh Abdul Gani. Ini bukan semata-mata soal siapa yang menjadi pengurus masjid. Bukan pula sekadar soal berapa jumlah pengurus yang dianggap perlu atau tidak perlu. Ada sesuatu yang lebih mendasar: bagaimana kita…
-

Merawat NU Bantaeng dari Ruang Berpikir
Forum Fikrah Nahdliyyah dan ikhtiar merawat tradisi, menyatukan gagasan, serta merumuskan masa depan NU Bantaeng. Barangkali NU Bantaeng tidak sedang kekurangan orang. Di dalam jamiyah ini ada ulama, kiai, guru, akademisi, profesional, aktivis, anak muda, penggerak perempuan, pengasuh pesantren, pengurus lembaga, dan kader dari berbagai generasi. Mereka berkhidmat di tempat yang berbeda. Punya pengalaman yang…
-

Rumah yang tidak Mengajarkan Kami Mendobrak Etika
Ketika sejarah mulai diubah dan dilupakan oleh sebuah komunal yang ingin mengubah tatanan, kultur, sosial yang melekat sejak di rahim. Gejala itu bergejolak ketika sebuah komunal yang menjaga selama ini, tiba-tiba tersingkirkan dengan alasan tidak jelas. Agenda yang terselip atas nama kesucian, menghapus jejak sejarah yang telah mendarah daging, lalu memaksakan dan membangun sejarah baru.…
-

Puang Hami
Ada tokoh yang dikenang bukan karena namanya terpahat pada banyak tempat, melainkan karena jejaknya menetap, dalam ingatan orang-orang yang pernah berjumpa dengannya. Cerita demi cerita saling menumpuk menjadi legenda. Begitulah yang menghidu saya, sejak mulai bisa mengingat dengan benderang, hingga duduk di bangku SMP, sekitar tahun 1978. Nama Puang Hami (K.H. Abdul Hamid) sering menghiasi…
-

Panrita Tallua ri Bissampole
Mengeja religiusitas masyarakat Bissampole, barangkali seperti menikmati kue lapis. Setiap lapisan menyimpan jejak para panrita, yang pada zamannya ikut membentuk kehidupan keberagamaan masyarakat. Jejak itu dapat ditemukan melalui makam, masjid, madrasah, rumah para panrita, serta ingatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Satu lapisan belum selesai dibaca, lapisan lain sudah memperlihatkan jejaknya. Semuanya bertaut dalam…
