Author: Irham Al-Hurr

  • Dari Pesta Babi ke KIBA: Rakyat Cuma Cuci Piring

    Dari Pesta Babi ke KIBA: Rakyat Cuma Cuci Piring

    Kemarin malam, tepatnya ditanggal 06 Mei 2026, selapas audiens dengan para anggota DPRD Bantaeng, saya ikut nonton bareng film Pesta Babi. Agendanya dibuat kawan-kawan Balang Institute. Kami duduk lesehan. Ada yang serius menonton, ada yang sesekali ketawa kecil, ada juga yang diam seperti sedang menghitung ulang nasib kampungnya sendiri. Saya termasuk golongan terakhir. Sebab semakin…

  • Rakyat yang Demonstrasi, Rakyat yang Menyimpulkan Rapat

    Rakyat yang Demonstrasi, Rakyat yang Menyimpulkan Rapat

    Senin, 04 Mei 2026, halaman kantor DPRD Kabupaten Bantaeng agak lain dari biasanya. Tidak terlalu ramai memang, tapi cukup untuk membuat beberapa pegawai memilih berjalan cepat sambil pura-pura sibuk melihat layar ponsel. Di bawah matahari yang rasanya seperti setoran langsung dari neraka kecil cabang pesisir selatan, kawan-kawan Aliansi Bantaeng Menggugat berdiri membawa tuntutan dalam aksi…

  • Bantaeng dan Seni Menghindari Tanggung Jawab

    Bantaeng dan Seni Menghindari Tanggung Jawab

    Di Bantaeng, ada satu keterampilan kepemimpinan yang berkembang pesat, bahkan melampaui capaian pembangunan fisik dan indeks statistik: ilmu cuci tangan.Bukan cuci tangan karena kebersihan, tapi cuci tangan karena tanggung jawab terlalu berat untuk digenggam. Masalah datang bertubi-tubi.Masalah berdiri antre.Masalah minta dipeluk, diselesaikan, atau setidaknya dipelototi.Tapi tangan seorang bupati tetap steril, bukan karena rajin bekerja, melainkan…

  • Kerajaan di Bawah Kaki Huadi (Bagian II): Republik di Dalam Karung Nikel

    Kerajaan di Bawah Kaki Huadi (Bagian II): Republik di Dalam Karung Nikel

    Ada yang berubah di Bantaeng. Udara tak lagi bau garam dari laut atau aroma jagung rebus dari warung pojok, tapi bau besi nikel yang sombong, bau yang katanya “tanda kemajuan”. Katanya, di sini akan lahir masa depan yang bercahaya. Tapi yang saya lihat justru masa depan sedang dipanggang di tungku pabrik milik PT. Huadi Nickel…

  • Kerajaan di bawah Kaki Huadi (Bagian I)

    Kerajaan di bawah Kaki Huadi (Bagian I)

    Di Bantaeng, kami dulu percaya bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Tapi itu dulu, sebelum kami tahu bahwa ternyata ada kekuasaan yang lebih tinggi lagi, kekuasaan di bawah kaki Huadi. Sudah 46 hari lamanya para buruh dari Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi Kawasan Industri Bantaeng (SBIPE-KIBA) bertahan di kantor DPRD. Empat puluh enam…

  • Kampung Buloa Dulu, Kini, dan Nanti

    Kampung Buloa Dulu, Kini, dan Nanti

    Sudikah harus meninggalkan permukiman, kampung mereka? Buloa, perkampungan yang tidak begitu sering didengar oleh orang luar Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.  Kampung Buloa berasal dari kata bulo dalam bahasa Makassar yang berarti bambu . Jika melihat dari arti kata bambu, bisa dilihat makna dari Kampung Buloa, berarti rumpun atau bisa disebut sebagai keluarga. Yah,…

  • Bupati yang Disandera, Buruh yang Dikhianati

    Bupati yang Disandera, Buruh yang Dikhianati

    Senin, 1 September 2025.SBIPE-KIBA turun ke jalan lagi. Jalan, yang mestinya jadi urat nadi ekonomi, dipaksa jadi ruang sidang terbuka. Karena di kantor-kantor resmi, suara buruh hanya jadi gema. Bupati Bantaeng hadir. Duduk di kursi tertinggi daerah, dengan segala simbol kekuasaan. Tapi begitu mulutnya terbuka, keluarlah jawaban yang lebih mirip keluhan ketimbang keputusan: “Kami sudah…

  • Divyannisa Isvara Gauri: Cahaya Kecil yang Menyalakan Perlawanan

    Divyannisa Isvara Gauri: Cahaya Kecil yang Menyalakan Perlawanan

    Hari ini, 27 Agustus 2025, seorang anak perempuan berulang tahun ke lima di Bantaeng. Namanya Divyannisa Isvara Gauri. Nama yang kalau disebut, orang bisa mengira sedang membaca mantra dari kitab kuno: “perempuan suci yang bercahaya, penguasa seperti dewi Gauri.” Bukan main. Saya dan ibunya, Wahdat Mustika Wangi, memang sengaja memberi nama sebesar itu, supaya kelak…

  • Sapi-Sapi di Gerobak, Burung-Burung di Langit, dan Buruh-Buruh di Bantaeng

    Sapi-Sapi di Gerobak, Burung-Burung di Langit, dan Buruh-Buruh di Bantaeng

    Kampung saya dulu tidak punya konser musik. Hiburan malam hanyalah suara jangkrik dan, kalau beruntung, suara sapi tetangga yang melenguh panjang. Lenguh sapi itu, kalau direnungkan, memang sudah seperti puisi eksistensial. Nadanya serupa ratapan orang yang digiring nasib. Nah, siapa sangka, ada sebuah lagu tua berjudul, “Donna Donna”, yang menjadikan sapi malang itu sebagai tokoh…

  • 17 Agustus: Merdeka dari Apa, untuk Apa?

    17 Agustus: Merdeka dari Apa, untuk Apa?

    Kata Anhar Gonggong, 17 Agustus 1945 itu bangsa Indonesia merdeka. Sehari setelahnya, 18 Agustus, barulah negara ini ditegakkan lewat rapat PPKI. Kalau mau diibaratkan, 17 Agustus itu seperti keluar dari rahim, masih merah, masih bau ari-ari. 18 Agustus itu saat bayi diberi nama, akta, dan harapan hidup panjang. Tapi sekarang, delapan puluh tahun kemudian, kemerdekaan…