Category: Esai
-

Mati Satu Tumbuh Seribu
Seorang guru di Gaza berkata: mengapa di akhir zaman batu dan kayu berbicara? Karena dunia diam. Tujuh Oktober 2024, menandai satu tahun perang berkecamuk di Palestina. Kota dengan julukan negeri para anbiya itu, kini porak-poranda. Warga dunia menyaksikan kekejaman mengerikan di kota yang dikenal dengan bangunan batu kapurnya. Menurut beberapa sumber, tercatat 41.870 orang gugur…
-

Yang Lebih Penting dari Ujian Nasional
Masih pagi, sekitar pukul 06.15, seorang murid kelas III SMP, Bojongsari, Depok, Jawa Barat memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya. Remaja malang itu diduga bunuh diri karena takut tidak lulus Ujian Nasional (UN). Menurut orangtuanya, anaknya sangat khawatir tidak lulus UN, pribadi yang riang dan mudah bergaul itu berubah menjadi pendiam sebelum…
-

Teras Literasi
Seduhan dan racikan kopi, pisang goreng renyah, seraya mengulang secara klasik di titimangsa, yang lebih mendapati diri masing-masing dengan penuh keteduhan. Bukan kemudian menjadi tabiat baru, meski ada yang rese, pun juga berada pada dimensi merasakan bertautnya jiwa-jiwa, bersemi tidak harus sesegera pergi begitu saja. Begitu melekat tapi tidak merasa paling memikat, menjaga untuk tidak…
-

Sahwa: Si Mungil Berprestasi
Mungil tidak lantas sepintas secara fisik orang melihat. Tanpa mendengar suaranya nan lantang, bagai gemuruh yang menghentikan zaman yang rusuh. Ditambah karakter kuat, saat memerankan sebuah persona, tanpa berjingkrak, tanpa harus berlebihan percaya diri. Namun, mampu memahami isi naskah dongeng, mengalir, memainkan setiap peran dalam cerita naskah yang dia bawakan. Sosok guru honorer, bernama Dahniar…
-

Angka 27: Apakah Untung atau Buntung?
Merunut angka 27 (dua puluh tujuh) dalam penanggalan bulan Qomariyah maupun bulan Syamsiah ataukah tahun Hijriah dan Masehi. Numerik ini dalam bidang numerologi atau ilmu tentang angka memang menarik dipelajari. Angka memiliki filsafat nilai, baik berupa daya magis, maupun kekuatan makna keberuntungan di dalamnya. Ribuan tahun silam umat manusia sangat perhatian terhadap angka. Seperti filosofi…
-

Bocah Argan dan Orang-orang Keranjingan
Perihal budi yang mulai menjadi jumud. Hendak menguasai dengan mencatut, menghasut melewati bekas puing-puing perangai. Sepertinya semua orang mulai keranjingan, di mana sebagian orang merasa ingin selalu menjadi sesuatu. Pada satu titik Danu dan Argan hampir sama, walau sedikit mirip. Maka terlepas sama dan beda. Sebuah kesenangan, kesukaan, ada yang perlu diselipkan untuk menahan diri.…
-

Ibrah dalam Sertifikasi Guru PAI 2024
Iftitah kata, sejak digulirkannya kebijakan tentang sertifikasi guru tahun 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presidern RI. Kala itu, masih memegang tampuk kekuasaan dan kebijakan, melalui wadah regulasi Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005. Tujuan dari sertifikasi guru tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru secara profesional. Tulisan ini, saya tidak mengkronologikan…
-

Ketika Angngaru Berujung Petaka
Angngaru sebuah ikatan menyatukan di atas sumpah bernama “ikrar” dalam adat Bugis-Makassar. Istilah ini cukup kuat menjadi tradisi, adat, budaya yang kemudian dikembangkan dari beberapa komponen pertunjukan. Melansir dari Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences yang berjudul “Pergeseran Fungsi Kebudayaan Pada Tradisi Angngaru Suku Bugis-Makassar”, disebutkan bahwa Aru’ atau Angngaru’ merupakan sumpah atau ikrar…
-

Tepuk Tangan
Tepuk-tepuk tangan, suka-suka // tangan di kepala, tangan di pinggang // loncat yang tinggi satu dua tiga // mari meniru burung terbang di udara. Bagaimana meniru burung, sementara kepak sayapku terdogma oleh nomenkelatur, penuh struktur dan ambigutas tak mampu meretas sebuah harapan di masa kanak-kanakku dulu. Dan meniru burung terbang ke udara, hanya karena tepuk-tepuk…
-

Pesona Alam Pikiran
“Berpikir itu sulit, itulah mengapa kebanyakan orang lebih suka menilai.” (Carl Gustav Jung) Sepintas, berpikir dianggap aktivitas biasa-biasa saja, sama halnya aktivitas bernapas. Saking biasanya, aktivitas keduanya dianggap rutinitas biasa, padahal, berpikir adalah tanda eksistensi manusia yang amat nyata, sebagaimana ungkapan filsuf Prancis, Rene Descartes, “Aku berpikir maka aku ada.” Dari sekian banyak karunia…
