Category: Esai

  • Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin

    Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin

    Sekira 6 tahun lalu, persisnya pada 05 September 2018,  aku menorehkan satu esai di Kalaliterasi.com, bertitel “Tengkiyu Profesor, Tarimakasi Profesor”. Esai tersebut, sudah menjadi bagian dari buku ketigaku, berjudul Pesona Sari Diri, hal. 493-496, terbit April 2019. Biar lebih elok, aku kutipkan saja paragraf terakhirnya, “Bagi saya, sebagai warga dan selaku penikmat sepak bola, sepatutnya…

  • Butta Toa: Di mana Ketuaanmu?

    Butta Toa: Di mana Ketuaanmu?

    Kabupaten Bantaeng dijuluki Butta Toa, maknanya tanah tua. Usianya sudah memasuki 770 tahun, per 7 Desember 2024. Penetapan hari jadinya, berlapik mencocokkan beberapa peristiwa penting dan entitas warisan budaya. Lalu, di mana bisa dilacak ketuaannya sebagai alamat kematangan jiwanya? Jamak diketahui, Hari Jadi Bantaeng dipercakapkan dalam Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB), berlangsung 2-4 Juli…

  • Ini Prank kah?

    Ini Prank kah?

    Sebagaimana mafhum 25 Nopember diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN), juga merupakan hari lahir ke 79, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), salah satu organisasi pemersatu kaum  pendidik se-Indonesia. Berbagai rangkaian upacara telah dilaksanakan dalam memperingatinya. Mulai tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional, yang difasilitasi langsung oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiksasmen). Puncak peringatan…

  • Akting: Kejujuran Murni pada Situasi Palsu

    Akting: Kejujuran Murni pada Situasi Palsu

    Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua.  Sepenggal lagu, melengkapi lara di ujung tahun. Semua terasa menegangkan, mencekam di titik didih isi otak, megutak-atik, akal jadi bebal. Yang pada akhirnya berujung tikai-tikai yang tak berarti. Kemarin bersama, tetiba menjadi berpisah di ujung lorong. Berkawan, lalu hanya karena akting yang kurang, menjadi ranting-ranting…

  • Tarian Hidup

    Tarian Hidup

    Suatu hari seorang teman bercerita. Ia pernah mengikuti kelas menari, tetapi kemudian ia berhenti. Suatu malam, tiba-tiba saja ia ingin sekali menari. Ia pun menyetel musik dan mulai menari sendirian di ruang kamarnya yang besar. “Ruangan itu cukup besar untuk langkah-langkahku yang acak, namun aku terus bergerak mengikuti alunan musik”, ucapnya. Cerita sederhana ini membawa…

  • Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’ dimainkan oleh dua kelompok, satu kelompok sebagai pemukul dan satu kelompok lagi sebagai penangkap. Biasanya masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Yang diperlukan dalam permainan ini alat  pammeppek (pemukul/stik) dengan ukuran yang berbeda, dan sebuah lubang kecil di tanah. Pammeppek  pertama dengan ukuran sekitar 30-40 cm sebagai pemukul dan penghitung poin, dan pammeppek kedua…

  • Memang tak Sampai Lima Menit, tetapi Bawaannya Lima Tahun

    Memang tak Sampai Lima Menit, tetapi Bawaannya Lima Tahun

    Siklus dan prosesi kepemimpinan di negeri kita adalah sebuah keniscayaan. Sekali dalam lima tahun, warga diberi kesempatan untuk menentukan kepada siapa pilihan pemimpinnya ia letakkan. Setiap orang yang merasa punya kemampuan dan kapasitas, akan pasang badan sebagai calon pemimpin yang pantas untuk dipilih di wilayahnya. Berbagai upaya pun dilakukannya dalam memengaruhi pemilih. Tenaga, pikiran, materi,…

  • Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita

    Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita

    Hanya ada 1 dari 5 anak laki-laki yang hadir pagi itu, menurut keterangan, yang lain ikut orangtuanya berkampanye. Di sana ada artis ibukota. Di kelas hanya ada guru, suka marah-marah pula. Di sekolah lain, menurut seorang kawan, anak-anaknya justru dijemput sendiri oleh bapaknya yang sudah siap dengan baju paslon andalannya, siap berkampanye hingga menang. Di…

  • Kenangan Sang Mantan

    Kenangan Sang Mantan

    Jalaluddin Rumi sang sufi yang penuh filosofi cinta dan kehidupan, mengingatkanku kembali saat kusaksikan dua sejoli, kala dulu bertemu melengkapi, merangkai bunga cinta penuh sejuta harapan, dalam sebuah hajatan mereka bersama mengarungi lembah, lorong kehidupan, tamasya bersama di ujung dusun, hingga ke kampung-kampung. Pada ruang-ruang yang mengamini kala itu, dengan bait  doa  tersemat untuk menuju…

  • Tabebuya adalah Jawaban(?)

    Tabebuya adalah Jawaban(?)

    Beberapa waktu belakangan ini, di masa kampanye Pilkada Bantaeng 2024, pohon-pohon kota diperkarakan, khususnya pohon Trambesi. Nah, esai saya ini, pernah terbit di Bontahina.com, 7 Desember 2023, dengan judul yang sama. Saya coba adaptasi kembali, sebagai bagian dari unjuk minda. Sebentuk cara pandang, yang melihat penataan Kota Bantaeng sebagai satu kontinutas. Memang Kabupaten Bantaeng, satu…