Author: Ikbal Haming
-

Laut, Manusia, dan Batas: Catatan Book & Beats
Siang jelang sore di Café Damar, 07 Agustus 2026. Satu per satu karpet digelar, di atas kerikil, di bawah rindang pohon mangga. Buku-buku ditata para pelapak laiknya pakaian baru di pasar malam. Di sana ada Tan Malaka, Kahlil Gibran, hingga Yuval Noah Harari. Di karpet lainnya, crayon, kertas gambar, dan balok kayu juga dihampar. Para…
-

Sebuah Nama, Tiga Makna, Satu Pertanyaan
Empat puluh tujuh tahun lalu, 1979, enam belas tahun sebelum saya lahir. Goenawan Mohamad pernah menulis, “Setiap kali matamu terpejam, menyiapkan seluruh tubuhmu untuk sekolah esok pagi, selalu datang pertanyaan kepada dada saya: ‘Apa sebenarnya rencana Tuhan dengan dirimu? Apa sebabnya pada suatu hari sepuluh tahun yang lewat kau dititipkan-Nya padaku—hingga saya tersentak, bahagia seperti…
-

Belajar Melihat Laut
Saya pernah membenci laut. Sungguh. Waktu itu, saya masih duduk di bangku SMA. Bersama beberapa teman, kami memutuskan merayakan hari-hari terakhir sekolah dengan berenang di pantai. Karena terlalu percaya diri, saya berenang terlalu jauh. Ombak mulai menyeret tubuh saya. Kaki kehilangan pijakan. Laut hampir saja merenggut masa muda saya yang gagah. Sejak hari itu, melihat…
-

Cerita Perkenalan Pertama dengan Buku: Catatan Piknik Buku #3
Sore kemarin, Booknest Area dan Balla Literasi Indonesia menggelar Piknik Buku. Tanpa aula berpendingin, kursi empuk, atau meja panjang. Hanya dua lembar tikar yang dibentangkan di atas rumput Pantai Seruni yang mulai menguning akibat kemarau. Tikar pertama, buku-buku diletakkan berdampingan dengan sekotak krayon, balok kayu, dan beberapa permainan sederhana. Di sana, sudah ada anak yang…
-

Menjadi Guru Bahagia dengan Menulis: Catatan Kelas Pendidik TPN XIII
Sudah siang, tetapi matahari masih enggan menampakkan dirinya. Langit yang sejak pagi muram belum juga benar-benar cerah. Seusai bincang pendidikan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII, para guru mulai menyebar menuju kelas-kelas pendidik yang telah disiapkan panitia. Tahun ini ada sepuluh kelas, masing-masing menawarkan cerita dan pengalaman belajar yang berbeda. Saya mendapat amanah mengisi Kelas 09…
-

Hujan, Tanah, dan Percakapan tentang Pendidikan: Catatan TPN XIII
Pagi itu agak muram. Langit berganti-ganti rupa, kadang biru, kadang kelabu, barangkali awan memang sedang letih menggendong air. Hujan turun sebentar, membasahi tanah dan jalan-jalan yang mengarah ke aula. Sempat terlintas kekhawatiran, jangan-jangan hujan membuat orang mengurungkan niat datang. Kursi-kursi masih kosong, aula pun masih lengang. Namun, hujan segera usai, seolah telah menuntaskan janjinya kepada…
-

Itami o Shire: Amegakure di Tanah Bantaeng
Sudah hampir sepekan, langit di atas kita enggan menyisakan celah bagi matahari. Awan gelap seperti wajah yang murung, dan langit seperti mata yang tak henti-hentinya menangis. Hujan turun dengan ritme yang monoton, dingin, dan melelahkan. Tak keluar rumah, membuat saya melankolis dan berpikiran aneh-aneh. Saya yang tumbuh dengan kisah-kisah fiksi, dengan cepat melempar ingatan pada…
-

Kemah Belajar 2026: Ketika Aksi Mendahului Pidato
Ahh, memang tak ada yang lebih indah dari aksi yang mendahului kata-kata. Konon, suatu hari seorang ibu datang menemui Mahatma Gandhi. Ia membawa anaknya yang gemar sekali makan gula. Sang ibu memohon, “Tolong nasihati anak saya agar berhenti.” Gandhi tidak serta-merta berbicara. Ia justru meminta ibu itu datang kembali dua minggu kemudian. Dua minggu berselang,…
-

Dari Sampah Puasa ke Puasa Sampah
Di pojok lapangan, saya temangu di tengah keriuhan bazar Ramadan. Lampu menyala terang seperti bintang jatuh, di panggung nasyid didendangkan, penjual makanan takjil berjejer memanjakan lidah. Namun, bukan syahdunya musik dan sedapnya aroma makanan yang mengusik perhatian saya, melainkan pemandangan yang tersaji di tanah berumput hijau. Tepat di sekeliling saya, di ruang publik yang seharusnya…
-

Gerakan Ayah Mengambil Rapor: Antara Budaya dan Kegagalan Negara
Enam bulan lalu, para ayah diminta hadir di hari pertama sekolah. Kini, di akhir semester, mereka kembali dipanggil melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) lewat Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025. Intinya sederhana: ayah diimbau datang langsung ke sekolah untuk menerima rapor anak. Bagi sebagian orang,…
