Ibrah dalam Sertifikasi Guru PAI 2024

Iftitah kata, sejak digulirkannya kebijakan tentang sertifikasi guru tahun 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presidern RI. Kala itu, masih memegang tampuk kekuasaan dan kebijakan, melalui wadah regulasi Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005.

Tujuan dari sertifikasi guru tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru secara profesional. Tulisan ini, saya tidak mengkronologikan asal muasal proses awalnya kebijakan ini, tetapi hanya akan mencoba melingkupkan beberapa detail proses kebijakan pada pelaksanan PPG PAI Daljab  tahun 2024.

Sami’na wa ato’na dalam kutipan singkat Dr. Syahrul Akmal Latif dan Alfin el Fikri-SSQ, dalam bukunya yang berjudul Super Spritual Quotient (SSQ): Sosiologi Berfikir Qur’ani dan Revolution Mental, dalam makna harfiahnya bahwa Sami’na wa ato’na seorang muslim diharapkan untuk mendengarkan perintah dan petunjuk pemimpinnya dan melaksanakan dengan patuh.

Kira-kira itulah tepatnya pada proses PPG PAI Daljab tahun 2024, sebagai pemantasan diri sebagai seorang pendidik yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan etika, dalam melaksanakan tugasnya, guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Guru profesional tidak hanya menguasai materi pelajaran dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memahami karakteristik peserta didik, dan beradaptasi dengan kebutuhan belajar mereka.

 Kurun waktu 4 bulan bercengkama dalam wadah LPTK IAIN Sultan Amai Gorontalo,  telah banyak dinamika ibrah (pelajaran) pengetahuan, pengalaman, dan pengamalan, sejak dimulainya tanggal 01 Juli 2024, oleh LPTK IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Mengawali orientasi tugas pada pelatihan profesi guru Pendidikan Agama Islam (PPG PAI) dalam Jabatan, yang terbagi dalam kategori I dan II. Dalam judul Batch-I Tahun 2024, untuk mencipta cetakan guru profesional dalam berbagai tahapan di dalamnya. Ada proses 1 bulan  pendalaman materi, terdapat 10 suguhan modul bagi kategori I.

Sedangkan 12 modul bagi kategori II (dalam lingkup modul paedagogik dan profesional), ada resume yang diolah dalam waktu yang diukur, zoom meeting oleh para dosen dan guru pamong, sebagai bagian penguatan. Tak sedikit masukan dan koreksi dari pengelola LPTK, para dosen pembimbing, dan guru pamong, sebagai masukan konstruktif buat penyempurnaan tugas. Bahkan, ada tugas yang dikembalikan untuk direvisi kembali.

Proses tersebut menuntut ketahanan fisik dan juga mental yang turut menjadi penyaksi. Terkadang siang dan malam tak bisa dibedakan akan ketukan menit dalam perdetiknya. Tenggelam dalam tatapan mata di layar laptop, karena susunan tugas yang diberikan dan sesekali meneguk air minum suplemen alami, sebagai pelepas dahaga, untuk menyegarkan badan yang seakan tak mengenal lelah.

Hanya sayupan mata yang bisa menjadi tanda alamiah akan proses ini, bahkan timbangan badan pun sudah tidak bisa dipertahankan dalam idealitas angkanya. Tidak sedikit peserta PPG mengalami gangguan kesehatan datang mendera. Di antaranya typus, asam lambung, dan sakit perut.

Ada yang harus dibawa ke rumah sakit, dengan terpaksa menikmati kamar dingin yang ber-AC gratis. Ada pula yang mau menyudahi prosesnya, saat masih belum selesai babak I (meminjam istilah sepak bola). Namun, semuanya bisa melewati dengan sabar dan tabah. Semoga semua ini bagian dari dinamika, guna mencapai puncak pengukuhan sebagai guru profesional.

Dalam perjalanannya, masih tersisa mental yang harus menguatkan fisik untuk  menatap lokakarya, peerteaching (praktek mengajar), sampai pada ujian komperehensif selama kurun waktu 1 bulan. Pada bulan ketiga dan keempat, adalah fase Praktik Kerja Lapangan (PKL), sebagai bagian aktualisasi proses yang telah tertempa pada pendalaman materi dan loka karya, sampai pada penyelesaian portofolio sebagai bagian dalam ujian kinerja, ada tempaan tryout dan induksi dalam persiapan final Uji Pengetahuan Program Profesi Guru (UP PPG), pada tanggal 02 Nopember 2024.

Dari tempaan kurun waktu 4 bulan, merupakan barometer terhadap proses yang dilakukan. Ada dinamika yang penuh ibrah, untuk diselami bahwa proses ini bukanlah instan dalam mencapai tujuan, bukanlah segampang membalikkan tangan dalam menerima keadaan. Namun, semuanya terpatri dalam sebuah tekad yang bulat untuk menjadi pendidik yang profesional pada bidangnya.

Keseluruhan  proses ini, seorang guru tidak pernah menghitung untung atau rugi, karena keberhasilan mereka diukur dari perkembangan dan kemajuan peserta didik. Kebahagiaan seorang guru terletak pada saat melihat anak didiknya mampu berdiri sendiri, menjadi pribadi yang mandiri, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Itulah sebabnya, mengapa guru adalah sosok yang jauh lebih berarti dari pada sekadar pedagang ilmu. Mereka adalah agen perubahan yang menanamkan harapan, membentuk masa depan, dan menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia.

Dengan penuh dedikasi, guru menjalankan tugas mulia ini, menginspirasi peserta didik, untuk tidak hanya menjadi orang yang sukses, tetapi juga menjadi manusia yang berintegritas dan memiliki empati.

Menjadi seorang guru berarti menjadi sosok yang tak hanya dihormati, tetapi juga dikagumi oleh peserta didik di setiap tahap perkembangan mereka. Di tingkat dasar, seorang guru menjadi idola yang memberikan rasa aman dan menjadi tempat peserta didik belajar mengenal dunia.

Pada tingkat menengah, guru berubah menjadi inspirator, mengajarkan nilai-nilai hidup, disiplin, serta kerja keras dengan cara yang lebih dewasa dan mendalam. Inilah esensi dari seorang guru yang sesungguhnya: idola yang senantiasa dikenang di setiap jenjang kehidupan peserta didik, sebagai teladan yang membantu membangun pondasi kehidupan mereka yang kokoh dan berdaya.

Kredit gambar: https://jabarekspres.com/


Comments

2 responses to “Ibrah dalam Sertifikasi Guru PAI 2024”

  1. MasyaAllah luar biasa tapi sebagai pembaca (ibaratnya saya penonton bola yg bisa menilai tapi tak mampu bermain), tabe ijin bbrp kalimat masih bisa diperhalus🙏🏻🙏🏻🙏🏻

  2. Luar biasa dan sangat menginspirasi tulisanya, semoga mabbarakka perjuangannya Ustadh, Salamakki🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *