Category: Esai
-

Bukan Hitam Putih
Benar dan salah, antagonis dengan protagonis, terlihat manis dan sinis. Sepakat kata Sujiwo Tejo: dia terjebak pada diri dan cara berpikirnya tentang saat dia memainkan dan memaknai peran wayang, bahwa Kurawa salah, Pandawalah yang benar, atau kisah Ramayana, Rahwana yang buruk, Rama yang baik. Seketika kudermakan waktuku malam itu, sampai sesuntuk. Entah kenapa kantukku tertangguhkan.…
-

Pegari Keluhuran
“Bila sikap remeh sesama menyata, maka laku temeh akan bertandang pada diri.” (Tajali Daeng Litere, 24092024) Kehormatan manusia, agaknya, tidak pertama-tama ditentukan oleh bagaimana ia dipandang orang lain, melainkan oleh cara ia memandang sesamanya. Pada simpul inilah, sentensia Daeng Litere menemukan pijakannya. Ia tidak sedang mengadili orang yang diremehkan, tetapi mengajak menilik keadaan batin mereka…
-

Tiga Pertanyaan, Satu Jawaban
Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah teka-teki unik, pernah dilontarkan oleh sosok guru agama yang saya hormati dan teladani sampai di jabatan terakhirnya sebagai Pengawas PAIS Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng hingga purna bhakti, dalam usianya yang ditakar dalam ketentuan ASN, beliau Ustadz Abd Khalik, S.Ag., M.Pd.I., guru Bahasa Arab kami kala itu. Sebuah teka-teki sederhana, tetapi…
-

Ombak, Debu, dan Nyala Perlawanan
Pagi itu begitu dingin. Tubuh hanya berselimut selembar pakaian, menanti matahari terbit dari ufuk timur, membawa sedikit kehangatan di tengah udara yang menusuk. Hari itu adalah hari pertama memejamkan mata di kawasan smelter yang dipenuhi debu. Bersama ratusan buruh, kami bertahan dalam perjuangan menuntut kembali hak dan masa depan yang terasa telah dirampas. Pagi itu…
-

Sebuah Nama, Tiga Makna, Satu Pertanyaan
Empat puluh tujuh tahun lalu, 1979, enam belas tahun sebelum saya lahir. Goenawan Mohamad pernah menulis, “Setiap kali matamu terpejam, menyiapkan seluruh tubuhmu untuk sekolah esok pagi, selalu datang pertanyaan kepada dada saya: ‘Apa sebenarnya rencana Tuhan dengan dirimu? Apa sebabnya pada suatu hari sepuluh tahun yang lewat kau dititipkan-Nya padaku—hingga saya tersentak, bahagia seperti…
-

Surga yang Kian Sempit
Di hampir setiap agama, surga digambarkan sebagai puncak harapan dan pencarian manusia. Ia adalah simbol kebahagiaan abadi, tempat di mana penderitaan berakhir dan kasih Tuhan mencapai kesempurnaannya. Semua orang ingin sampai ke sana. Rasa-rasanya tidak ada doa yang lebih sering dipanjatkan selain harapan agar kelak dipertemukan dengan surga. Akan tetapi, ada problem dalam kehidupan beragama…
-

Status Kontrak (PKWT) dan Ketakutan Buruh di Kawasan Industri Bantaeng
Tidak Ada Kepastian Pekerjaan yang Layak Status hubungan kerja yang tidak pasti telah menjadi salah satu sumber ketakutan bagi banyak buruh di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Ketidakpastian tersebut tidak hanya menyangkut keberlanjutan pekerjaan, tetapi juga memengaruhi keberanian buruh untuk menyampaikan pendapat, menuntut hak, dan memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik. Dalam situasi demikian, buruh sering…
-

Lupa Mengaum
“Terlahir sebagai singa, tapi situasi menjadikannya domba.” (Tajali Daeng Litere, 17092024) Ada saat-saat tertentu, manusia lebih mudah mengenali keadaan di sekelilingnya, ketimbang dirinya sendiri. Ia hafal arah angin, mahir membaca perubahan zaman, bahkan cakap menyesuaikan langkah dengan lingkungan. Namun, pada saat yang sama, perlahan melupakan sesuatu yang paling hakiki: suara jiwanya sendiri. Barangkali, di simpul…
-

Adin di antara Minat dan Bakat
Kusematkan pembuka dari percakapan tentang bagaimana anak usia remaja itu melawan keinginan, selera di luar minat dan bakatnya. Yah. Dua kata yang memiliki arti berbeda, namun memiliki keterkaitan antara keduanya. Jika seseorang memiliki bakat, ia akan semakin terdorong dan termotivasi oleh minat. Dua kata itu menyuplai keinginan yang terbatas sebagaimana arti dari kata minat adalah…
-

Merawat Semangat Musyawarah di Tengah Efisiensi Anggaran
Musyawarah Desa selalu memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar menyusun daftar program pembangunan. Ia adalah ruang bertemunya gagasan, harapan, dan kepedulian warga terhadap masa depan desanya. Di dalam forum itulah demokrasi tumbuh dari akar rumput, ketika setiap suara memiliki kesempatan untuk didengar dan setiap keputusan lahir dari semangat kebersamaan. Musyawarah Desa sesungguhnya merupakan jantung…
