Category: Esai
-

Jejak yang Dirawat, Langkah yang Dikuatkan: 27 Tahun Desa Bonto Jai
Cakrawala menyingsing di ufuk timur. Daun kelapa bergoyang tertiup angin, seolah menyanyikan syair bahagia dengan iringan desiran ombak yang memecah pantai, membentang di lautan luas nan biru. Tepat pada 9 Februari 2026, Desa Bonto Jai merayakan hari jadinya yang ke-27 dengan mengusung tema “Merawat Sejarah, Menjaga Kebersamaan.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pesan moral…
-

Bangsawan vs Negarawan: Dari Kehormatan Turun-Temurun ke Pengabdian yang Diakui Publik
Dunia modern ditandai oleh pergeseran mendasar dalam cara manusia memberi makna pada kehormatan. Jika pada masyarakat pra-modern kehormatan dilekatkan pada darah, silsilah, dan simbol-simbol turun-temurun, maka masyarakat modern—dalam segala ketegangannya—semakin menuntut kehormatan yang diperoleh, bukan melalui pemberian; mengakui yang diperjuangkan, bukan diwariskan. Dalam konteks inilah perbedaan antara bangsawan dan negarawan menjadi krusial. Keduanya sama-sama tampak…
-

Ilmu Tanpa Warga: Catatan Diskusi Dekol di Toko Buku Paradigma Ilmu
Awal Februari 2026 yang disambut hujan dan banjir di beberapa titik di Makassar, membuat hati saya terasa hangat. Bagaimana tidak, ini untuk pertama kalinya selama saya menetap di kota ini akan hadir dalam diskusi di Toko Buku Paradigma Ilmu. Sebuah toko buku yang legendaris. Tema yang diangkat “Dekolonisasi dan Masa Depan Ilmu-ilmu Sosial: Belajar dari…
-

Ketika Pengetahuan Berjarak: Kampus, Kekuasaan dan Kekerasan Epistemik
Diskusi itu berlangsung sederhana. Sebuah kongkow kolektif di Toko Buku Paradigma Ilmu, Minggu sore, 1 Februari 2026. Hujan rintik turun pelan. Pisang goreng masih hangat. Rambutan terhidang di baskom. Gelas-gelas kopi masih hangat. Tidak ada podium. Tidak ada pembicara utama yang duduk lebih tinggi dari yang lain. Semua duduk sejajar, berbicara dari pengalaman masing-masing. Dari…
-

Arah Baru Pembangunan Desa
Babak baru perjalanan masa depan desa sedang bergulir di tahun 2026. Formulasi baru yang ditetapkan pemerintah, akan segera dilaksanakan pemerintah desa, juga seluruh pemangku desa. Apa saja kebaruan itu? Saat ini, pemerintah pusat melihat, desa merupakan entitas paling bawah penggerak pemerataan ekonomi, dan aktor pemberantasan kemiskinan. Maka, tak salah jika cita-cita desa dibunyikan dalam Asta…
-

Bantaeng: Jejak Cabang Muda di Hari Tua HMI
Setiap peringatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi historis atas ikhtiar panjang kader umat dan bangsa. Sejak didirikan pada 5 Februari 1947, HMI hadir sebagai organisasi kader yang memadukan keislaman dan keindonesiaan, serta konsisten menjadikan intelektualitas dan pengabdian sebagai poros gerakannya. Dalam lintasan sejarah nasional tersebut, HMI Cabang…
-

Apa yang Sebenarnya Membunuh Seorang Anak?
Pagi ini hujan masih mengguyur, setelah semalaman suntuk tidak juga berhenti. Cuaca terasa begitu dingin. Secangkir teh hangat menemani saya membaca rentetan berita di layar ponsel. Saya lalu membaca berita itu perlahan. Tidak sekaligus. Ada bagian-bagian yang membuat saya berjeda. Seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dengan cara menggantung diri. Kalimat…
-

Sejarah: Guru yang Sering tak Didengar
Sejarah sering diperlakukan sebagai cerita masa lalu yang telah usai. Ia diajarkan di sekolah sebagai deretan tahun, nama tokoh, dan peristiwa, lalu perlahan dilupakan. Padahal, sejarah sejatinya adalah guru—sayangnya, guru yang paling sering tak didengar. Di tengah krisis lingkungan, konflik sosial, dan kegelisahan moral hari ini, sejarah justru menawarkan pelajaran penting tentang ke mana arah…
-

Menenun Tali dari Pena yang Tak Terbeli
“Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam perang, yang mati sebelum waktunya.” (Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir) Di bawah naungan langit Ngada yang abu-abu, YBS—gadis kecil berusia sepuluh tahun dengan binar kecerdasan yang mulai meredup—menatap ujung sepatunya yang mulai terkoyak. Baginya, sekolah bukan sekadar gedung, sekolah adalah arena di mana…
-

Ketika Aku Bertemu Nawal El Saadawi
Ada buku-buku yang kita baca, lalu kita tutup, dan hidup berjalan seperti biasa. Ada pula buku-buku lain atau lebih tepatnya, pemikiran yang tidak sekadar mengubah cara kita membaca dunia, tetapi mengubah cara kita membaca diri sendiri. Pemikiran Nawal El Saadawi hadir dalam hidupku seperti itu: bukan sebagai teori, tetapi sebagai lampu yang menyorot ruang-ruang gelap…
