Category: Esai

  • Sikapallakki

    Sikapallakki

    Seketika mulai rapuh. Melepuh, luluh, dan keruh. Sejumud hidangan asin, manis, pekat, tawar, dan pahit sepertinya susah lagi kita definisikan. Untuk guyub, tergantung selera, strata sosial, mulai pudar bin hambar. Tidak perlu pura-pura tidak tahu bahwa realitas yang ada tampak di depan hidung. Sudut pandang sosiologi dan antropologi mencoba menafsirkannya: Beberapa bentuk mentalitas serta kebiasaan…

  • Laut, Manusia, dan Batas: Catatan Book & Beats

    Laut, Manusia, dan Batas: Catatan Book & Beats

    Siang jelang sore di Café Damar, 07 Agustus 2026. Satu per satu karpet digelar, di atas kerikil, di bawah rindang pohon mangga. Buku-buku ditata para pelapak laiknya pakaian baru di pasar malam. Di sana ada Tan Malaka, Kahlil Gibran, hingga Yuval Noah Harari. Di karpet lainnya, crayon, kertas gambar, dan balok kayu juga dihampar. Para…

  • Ancaman Penurunan Produksi dan Gagal Panen di Kabupaten Bantaeng

    Ancaman Penurunan Produksi dan Gagal Panen di Kabupaten Bantaeng

    Berkurangnya debit air irigasi selama musim kemarau menjadi salah satu ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Bantaeng. Penurunan ketersediaan air menyebabkan kebutuhan pengairan tanaman, khususnya padi, tidak dapat terpenuhi secara optimal. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen, serta meningkatkan risiko terjadinya puso atau gagal panen. Keterbatasan air…

  • Manifesto Pembela Bangsa dan Delusi Kemerdekaan

    Manifesto Pembela Bangsa dan Delusi Kemerdekaan

    Pancaindra tak ubahnya amunisi sensorik, bergejolak dalam wilayah empiris, mencapai tujuan menyingkap anomali-anomali oleh arogansi bergentayangan di tanah yang sempurna. Mengandalkan semata-mata roh semesta hanya membuat terasing dalam hakikat sendiri. Dibutuhkan suatu mekanisme pemikiran analitik untuk menunjang argumentasi kuat, menciptakan pola pemikiran dan determinasi yang akan menjadi sekuat baja untuk bertindak, inilah yang paling ditakuti…

  • Ketika Layar Interaktif dan Realitas Virtual Membawa Harapan Baru bagi SMP Swasta Al-Furqan di IGA 2026

    Ketika Layar Interaktif dan Realitas Virtual Membawa Harapan Baru bagi SMP Swasta Al-Furqan di IGA 2026

    Langit siang itu terasa begitu pekat. Setelah menyelesaikan sesi berbagi di forum-forum pendidikan, pikiran saya tak lantas sepenuhnya tenang. Di balik riuk pikuk aktivitas sekolah dan padatnya agenda harian, ada satu hal yang terus membayang dalam diam: pengumuman hasil seleksi dan undangan coaching penginputan data inovasi daerah dari BAPPERIDA Bantaeng untuk ajang Innovative Government Award…

  • Sianre Bale

    Sianre Bale

    Sianre bale bukan sekadar kosa kata klasik dalam khazanah Bugis, melainkan sebuah metafora yang menyingkap wajah kelam peradaban: masa ketika hukum rimba menjadi norma, yang kuat menindas yang lemah, seperti ikan besar melahap ikan kecil Dalam khazanah kearifan lokal masyarakat Bugis, sianre bale bukan sekadar istilah, melainkan simbol getir tentang ketidakadilan yang pernah menjadi wajah…

  • Seputik Surat Danu

    Seputik Surat Danu

    Surat ini hanya jembatan kecilku untuk sekadar menyeberangi titimasa itu. Bukan untuk butuh klarifikasi, tetapi sebagai afirmasi saja, dari sesuatu yang tumbuh menghadirkanmu setiap saat. Ternyata aku lupa untuk pulang ke rumah.Lentera itu masih menceritakan gelap ketika cahaya menjauh. Gerai rambutmu yang hitam sebahu, ketika angin memainkannya. Ada getir merambat tidak karuan. Betapa konyolnya manusia…

  • Gempa Bumi Hukum

    Gempa Bumi Hukum

    Wajah peradilan Indonesia lagi-lagi tercoreng. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hukum di negeri yang kita cintai ini telah lama terkoyak oleh tindakan oknum pejabat, penguasa, maupun pengusaha. Ironisnya, oknum-oknum tersebut justru bernaung di bawah lembaga penegak hukum itu sendiri. Untuk kesekian kalinya, masyarakat Indonesia dipertontonkan drama saling bajak antarlembaga peradilan. Bagi orang awam, fenomena ini…

  • Menyemai Adab di Ruang Pendidikan: Refleksi Inovasi “SPENTIG BERSINAR” SMPN 3 Gantarangkeke Menuju Innovative Government Award (IGA) 2026

    Menyemai Adab di Ruang Pendidikan: Refleksi Inovasi “SPENTIG BERSINAR” SMPN 3 Gantarangkeke Menuju Innovative Government Award (IGA) 2026

    Pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar proses transfer pengetahuan akademis, melainkan juga wahana pembentukan watak, peradaban, dan adab manusia. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan keterbukaan informasi, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan pelik berupa pergeseran nilai moral dan penurunan kesantunan di kalangan remaja. Salah satu manifestasi paling nyata dari tantangan ini adalah maraknya penggunaan kata-kata kasar,…

  • Bulo Karisa’

    Bulo Karisa’

    Ketika manusia hanyalah bayangan yang mengiringi bergesernya Siri‘ na Pacce. Si passiri ki, si lantangang pacce na si bulo karisakki. Di bawah langit yang sama, kita tak lagi benar-benar hidup bersama. Kehidupan bermasyarakat yang dulunya menjadi tempat bernaung kini bergeser menjadi panggung kemuakan yang dingin dan sesak. Kita berdiri berdesakan di ruang publik yang sama,…