Category: Esai

  • Imam Ali Khamenei: A Hero’s Journey

    Imam Ali Khamenei: A Hero’s Journey

    Ramadan 1447 H, saya serasa berada dalam pusaran keharuan tak bertepi. Pasalnya, seorang panutan, Imam Ali Khamenei, menjemput kesyahidan dengan teladan konsistensi dan persistensi perlawanan terhadap imperialisme Amerika Serikat dan Israel. Sulit menemukan insan sepertinya di kekinian. Kesyahidannya memunculkan beragam reaksi. Salah satu bentuknya, berupa majelis duka di berbagai tempat. Kota Makassar, ikut menggelar majelis…

  • NU Kultur dan Struktur

    NU Kultur dan Struktur

    Dua hal menjadi pertempuran di benak saya, hierarki mengikat keduanya, dan menganggap kekuatan kultur begitu kuat mengikat sebuah struktur.  Peradaban, kebudayaan dari sejarah terbentuknya organisasi NU. Peran sentralnya menjadi pilar bangsa, kekhusyukan untuk umat secara kultur, menandai perkembangannya. ‎‎Apakah hanya menghafal Aswaja,  tanpa membaca sejarah NU? Atau hanya  identitas struktur semata tujuan.  Saya masih menganggap kultur…

  • Anak, Medsos, dan Hak Bermain

    Anak, Medsos, dan Hak Bermain

    Pemerintah Indonesia resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial mulai 28 Maret 2026. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 dan menyasar sejumlah platform digital yang dianggap berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, serta Roblox. Tujuannya yakni melindungi anak dari paparan konten…

  • Rahasia Ramadan

    Rahasia Ramadan

    “Puasa untuk-Ku, bukan untukmu.” (Hadits Qudsi) Sejumput simpai rahasia puasa akan aku tabalkan, dari seorang guru ruhani. Perspektif ini membawa kita menelusuri jalan-jalan sunyi kezuhudan. Sebagaimana tujuan puasa, untuk mendidik tubuh mengikuti laku jiwa . Simpai itu, saya tuliskan lagi sebagai penguat pada setiap jiwa. Pertama. Puasa menjadi milik-Nya karena ia paling sunyi. Di antara…

  • Di Antara Lapar dan Limpah

    Di Antara Lapar dan Limpah

    “Puasa mengada: memoderasi lapar dan kenyang.” (Tajali Daeng Litere, 27022026) Dahulu kala, manusia akrab dengan kelaparan. Paceklik datang tanpa aba-aba. Gagal panen menjelma nestapa panjang. Perut kosong bukan pilihan spiritual, melainkan nasib yang memaksa. Kelaparan serupa bencana kolektif—tubuh-tubuh meranggas, daya hidup menyusut, dan harapan menipis. Lapar menjadi ancaman nyata atas keberlangsungan hidup dan kehidupan. Kiwari,…

  • Setahun Lebih MBG

    Setahun Lebih MBG

    Selumbari, pada jeda rutinitas mengajar di bulan Ramadan, beberapa guru sementara menikmati waktu lowong, melendeh di perpustakaan madrasah. Di atas bentangan ambal merah, guru-guru tengah khusyuk mengulas sekotah perkara. Dari banyak hal yang dicakapkan, pembicaran sepertinya terkonsentrasi pada satu tajuk: MBG atau Makan Bergizi Gratis. Sejak perdana diuji coba pada 6 Januari 2025, program ini…

  • Zettabyte Nafsu dan Puasa “Proyeksi Disk Cleanup Mental Monumen Digital”

    Zettabyte Nafsu dan Puasa “Proyeksi Disk Cleanup Mental Monumen Digital”

    Kita bisa melihat manusia modern sebagai server berjalan yang mengalami overheating. Jika statistik menunjukkan bahwa 82% lalu lintas data global didominasi oleh konten video, maka secara kognitif, bandwidth spiritual kita telah tersita oleh kebisingan visual yang sering kali nirmakna. Fenomena ini memvalidasi peringatan pemenang Nobel Herbert A. Simon (1971) yang menyatakan bahwa “kekayaan informasi menciptakan…

  • Separuh dan Sepenuh

    Separuh dan Sepenuh

    “Ramadan menyata: menerangkan puasa setengah dan setengah puasa.”(Tajali Daeng Litere, 25022026) Ramadan tak sekadar mengada sewajah bulan penanggalan. Ia menyata serupa cermin. Di dalamnya, manusia melihat wajah diri: sejauh mana lapar dipahami, seberapa dalam dahaga dimaknai, dan sepanjang laku jeda dimuliakan. Ramadan menerangkan dua perkara yang kerap disamakan, padahal berbeda hakikat: puasa setengah dan setengah…

  • Puasa Transformatif

    Puasa Transformatif

    Nilai spiritualitas pada akhirnya akan diuji oleh realitas sosial: sejauh mana nilai yang kita anut memberi dampak sosial atas apa yang kita pelajari dan yakini. Tak terkecuali ibadah puasa yang sedang kita jalani. Pengalaman spiritual atas tempaan puasa tidak semestinya berhenti di ruang-ruang privat yang tak menyentuh kesadaran sosial. Sesungguhnya, nilai puasa akan bermakna jika…

  • Sebelum Keluar, Masuklah Dulu

    Sebelum Keluar, Masuklah Dulu

    ‎‎Saat mencoba masuk, masih selalu ada keinginan keluar, padahal di luar berapa serangkai parsel-parsel. Saat keluar seakan  menyembuhkan  sebuah dahaga. Padahal jauh lebih ke dalam akan memberimu isyarat dari segala  syarat.  Suasana menyembur di langit-langit. Pada syahwat yang  memuncah, di antara realitas dan imajinasi membawa saya berhalusinasi, dipenuhi rangkaian ekspestasi. Betapa saat sebelum keluar, masuk di…