Author: Wahyu Hidayat

  • Interupsi

    Interupsi

    Detak jam menggantung di angka 10 pagi itu. Ketika sekalian mata terarah pada sekerumun remaja, yang bergiliran maju menghala tetamunya. Di tangan mereka, terkepal catatan yang sesekali dilirik. Di kursi-kursi yang menghadap mereka, para hadirin menanti giliran bertanya. Kelas tetap berjalan meski formasi tak komplet, walaupun, senyatanya, keadaan seperti ini sudah cukup sering berlangsung. Beruntung…

  • Setahun Lebih MBG

    Setahun Lebih MBG

    Selumbari, pada jeda rutinitas mengajar di bulan Ramadan, beberapa guru sementara menikmati waktu lowong, melendeh di perpustakaan madrasah. Di atas bentangan ambal merah, guru-guru tengah khusyuk mengulas sekotah perkara. Dari banyak hal yang dicakapkan, pembicaran sepertinya terkonsentrasi pada satu tajuk: MBG atau Makan Bergizi Gratis. Sejak perdana diuji coba pada 6 Januari 2025, program ini…

  • Relawan oh Relawan

    Relawan oh Relawan

    “Jangan biarkan orang baik berjuang sendirian.” Kalimat singkat itu, hilir mudik jelang masa pemilu sampai. Siapa yang melantamkannya? Mereka yang menyebut dirinya relawan. Pada mulanya, relawan adalah cermin partisipasi warga negara, sebelum maknanya dibunuh oleh mereka sendiri.  Relawan dalam konteks politik, idealnya adalah konglomerasi warga negara, dengan kesukarelaan menyumbang waktu, tenaga, dan pikiran, dalam upaya…

  • Dari Pertarungan ke Perenungan: Harga Diri dalam Cermin Passaungang Taua

    Dari Pertarungan ke Perenungan: Harga Diri dalam Cermin Passaungang Taua

    Angin memapah debu tipis di sepanjang jalan menuju pesta adat Gantarangkeke. Di atas motor yang disulap jadi ojek musiman, pemuda-pemuda lokal berkendara pelan dan hati-hati. Di belakangnya duduk penumpang-penumpang yang hening, lebih banyak menengadah ke arah pohon-pohon tua. Mereka melintasi jalan sepi, yang jarang dilalui di hari biasa. Tetapi di hari itu beda, jalan itu…

  • Lebih dari Sekadar Memasak: Cerita dari Dapur

    Lebih dari Sekadar Memasak: Cerita dari Dapur

    Dingin subuh masih menggelitik telapak kaki, bebauan masakan merebak, mendobrak pintu kamar yang tengah rapat. Di luar jendela, matahari belum sepenuhnya tinggi, tapi dapur di rumah sudah lebih dulu menyala. Seperti biasa, ibu telah lebih dulu bangun, menyiapkan bukan hanya sarapan, tetapi juga energi untuk seluruh penghuni rumah. Di rumah, ada keheningan yang khas setiap…

  • Yang tak Pernah Guru Ucapkan di Kelas

    Yang tak Pernah Guru Ucapkan di Kelas

    Hari masih muda, tepat ketika para murid baru kembali mengisi bangku di kelasnya, usai sepekan lebih menikmati libur semester. Saya tengah berjalan di muka deretan kelas, tepat di kelas enam, langkah saya terhenti, ketika riuh teriakan berkumandang membelah kesunyian, entah apa sebabnya, yang jelas saat itu masih jam pelajaran, guru pun masih ada di dalam…

  • Menyoal Budaya Bertanya di Kelas

    Menyoal Budaya Bertanya di Kelas

    “Baik anak-anak, sampai di sini, apakah ada yang ingin ditanyakan?”Senyap, dan tak ada jawaban. Begitulah tanya seorang guru atau dosen, saat memberi jeda pada jalannya pembelajaran di kelas.  Dan responnya, nyaris sama, senyap. Inilah fakta di sekolah-sekolah, tempat kita menghabiskan separuh hidup, dari anak-anak hingga dewasa. Sialnya, situasi ini terbawa hingga di tingkat perguruan tinggi,…

  • Salu’ Barania dan Cara Kita Mencintai Alam

    Salu’ Barania dan Cara Kita Mencintai Alam

    Setiap daerah pada dasanya memiliki cerita dan sejarahnya tersendiri. Cerita tersebut sering kita kenal dengan istilah cerita rakyat atau folklor. Cerita rakyat adalah cerita yang terlahir dari rakyat dan berkembang dari mulut ke mulut dari rakyat itu sendiri. Cerita-cerita tersebut pada akhirnya tersimpan menjadi kisah yang abadi, hingga menjadi kekayaan budaya dan sejarah. Salah satunya…

  • Kaloli: Kuliner yang Melegenda dan Simbol Kebersamaan

    Kaloli: Kuliner yang Melegenda dan Simbol Kebersamaan

    Dengan telaten ibu-ibu menggulung satu demi satu daun inru atau daun aren itu. Tarian jari manisnya menggulung daun-daun itu hingga ke ujung daunnya, lalu ujung daun tersebut diikat. Usai proses tersebut, daun yang telah dibentuk itu lalu dikumpulkan di atas pattapi  atau tampah. Setelah proses membentuk daun-daun itu usai, butiran-butiran beras lalu dimasukkan ke dalamnya…