Category: Esai

  • KPU Mengajar: Di Bangku Sekolah Demokrasi Mulai Bersemi

    KPU Mengajar: Di Bangku Sekolah Demokrasi Mulai Bersemi

    Rabu-Kamis menjadi hari yang spesial bagi KPU Kabupaten Bantaeng, dan tentu saja bagi saya selaku komisioner KPU Bantaeng. Hal ini karena terdapat agenda KPU Mengajar, sebuah program KPU Provinsi Sulawesi Selatan yang ber-MoU dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Saya tidak menyebutnya sebagai kegiatan mengajar, melainkan lebih pada berbagi cerita, pengalaman, dan sedikit pengetahuan tentang…

  • Mengembalikan Marwah Desa

    Mengembalikan Marwah Desa

    Catatan Pendamping Desa untuk Hari Desa Nasional 2026 Sejarah panjang mewarnai anatomi sosial pedesaan sejak zaman kerajaan Hindu, kerajaan Islam, era kolonial, hingga masa pascakemerdekaan. Sebagai contoh, eksistensi Bate Salapang (Sembilan Bendera) setara dengan konsep desa pada masa Kerajaan Gowa; wanua di Kerajaan Bugis; atau sebutan lembang di Tana Toraja yang bahkan hingga saat ini…

  • Tegak di atas Benturan: Lawan adalah Cermin dan Kawan adalah Kobaran

    Tegak di atas Benturan: Lawan adalah Cermin dan Kawan adalah Kobaran

    Sebagai seorang yang berusaha tumbuh di tengah desakan kolaborasi dan keterbukaan informasi yang kian masif, saya melihat proposisi Sulhan Yusuf dalam esainya berjudul, “Melata di antara Lawan dan Kawan”, Paraminda.com, 23 Januari 2026, sebagai sebuah bentuk romantisme kepemimpinan yang terlalu defensif dan barangkali sedikit paranoid. Ia berangkat dari sebuah premis yang dipopulerkan oleh Daeng Litere:…

  • Penjahat Perang

    Penjahat Perang

    Tahun 2026 umurnya baru saja tiga hari. Ini bukan tentang hingar-bingar perayaan tahun baru, melainkan gejolak politik internasional yang menggemparkan jagat dunia. Amerika Serikat (AS), negara adikuasa, tanpa tedeng aling-aling membombardir Karakas, ibu kota Venezuela. Beberapa saat kemudian, kabarnya, Nicolás Maduro—sang presiden—diseret paksa oleh pasukan elite AS. Tak ada perlawanan atas peristiwa pada hari itu,…

  • Melata di antara Lawan dan Kawan

    Melata di antara Lawan dan Kawan

    “Jauh lebih mudah menaklukkan lawan, tinimbang mengendalikan kawan.”(Tajali Daeng Litere, 18122024) Ujaran Tajali Daeng Litere itu, datar menghanyutkan, tidak meledak seperti semboyan perang. Ia justru turun perlahan, seperti hujan tipis, tetapi meresap hingga ke lapisan terdalam relasi manusia. Penabalannya singkat, waima menyimpan paradoks kepemimpinan: kekuatan terbesar kerap diuji bukan di hadapan musuh, melainkan di tengah…

  • Makan Bergizi Gratis dan Risiko Bisnis Berkedok Kepedulian

    Makan Bergizi Gratis dan Risiko Bisnis Berkedok Kepedulian

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir atas nama kepentingan anak dan masa depan bangsa. Di atas kertas, program ini membawa harapan besar: menekan angka stunting, memperbaiki kualitas gizi anak, dan memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan kondisi kesehatan yang layak. Namun, seiring pelaksanaannya, publik berhak mengajukan pertanyaan mendasar: apakah tujuan mulia itu tetap dijaga, atau…

  • Apa Adanya, Bukan Ada Apanya

    Apa Adanya, Bukan Ada Apanya

    “Memilih pemimpin apa adanya, bukan karena ada apanya.”(Tajali Daeng Litere, 27112024) Sodokan ujar Daeng Litere tersebut, bekerja seperti cermin, diletakkan di hadapan nalar publik. Ia tidak berteriak, apalagi menggurui, tetapi memantulkan kebiasaan, kerap disembunyikan dalam proses memilih pemimpin. Kebiasaan melihat ke luar, tinimbang menengok ke dalam. Kelaziman terpikat pada kilau, ketimbang menimbang watak. Dalam praktik…

  • Cidong Landang Akrapang-Rapang Maka Appa’na.

    Cidong Landang Akrapang-Rapang Maka Appa’na.

    ‎Se’re pappasang: Sikatutui, sikapaccai, sipakainga’. Siparampe pa’mai tangnga mammilea bija kasi-kasi surang kalumannyang.  Sekre pa’risi, surang pacce nujului.  ‎Passiamakkang, ri sesena cucu kulantu’na Pama’ bin Ma’dunda bin Serang. Nipanjari tambara surang leko akculla-culla angngerang pa’mai tamaminrayya. ‎Irate ri Balla bibattuia, accidong landang akrapang-rapangn Ri pambuakanna Taung ruasa’bu ruangpulo angngannang, tanggala sampulo assangang tuju. ‎Naku wuntu…

  • Indonesia sebuah Nama

    Indonesia sebuah Nama

    Diskursus tentang bangsa yang bermula dari esai berjudul “Petta Tjelleng Daeng Magguliling Karaeng Tallua Dongkonga”, Paraminda.com, 11 Desember 2025, mendorong saya untuk menelusuri kembali dari mana nama Indonesia bermula. Di kepala saya tersimpan ingatan;  kata Indonesia pertamakali dimuat dalam laporan dua orang sarjana dari eropa yang melakukan perjajanan di nusantara untuk keperluan memetakan kekayaan sumber…

  • Memimpin Nirjabatan

    Memimpin Nirjabatan

    “Menjadi pemimpin nirjabatan adalah suatu keniscayaan. Pasalnya, jabatan membatasi waktu dan wilayah kepemimpinan.” (Tajali Daeng Litere, 20042025) Satuan ujar Daeng Litere tersebut, menyingkap lapisan makna, kerap terlewatkan. Ia tidak menafikan jabatan, tiada pula menegasikan struktur. Perhatiannya diarahkan ke hakikat kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan tak sepenuhnya bertumpu di kursi, melainkan daya pengaruh, bekerja melampaui penetapan formal.…