Category: Esai
-

Kepemimpinan Demagog dan Patologi Birokrasi: Krisis Rasionalitas Pemerintahan Lokal
Otonomi daerah menempatkan pemerintah kabupaten sebagai aktor kunci dalam mewujudkan kesejahteraan warga. Pada level inilah negara berjumpa langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: pelayanan publik, pembangunan dasar, dan distribusi keadilan sosial. Namun, realitas pemerintahan lokal kerap menghadapi persoalan serius, yakni menguatnya kepemimpinan demagog yang berkelindan dengan patologi birokrasi. Kombinasi keduanya berpotensi melemahkan rasionalitas dan etika pemerintahan…
-

1901
Yuval Noah Harari: Sejarah adalah tentang bagaimana homo sapiens mendominasi dunia berkat kemampuan unik mereka untuk bekerja sama secara fleksibel dalam jumlah besar, yang dimungkinkan oleh kapasitas mereka untuk percaya pada kisah-kisah fiksi atau “mitos” kolektif. Dikutip dari sebuah laman, dengan halaman tepat pada pencarian referensi narasi ini. Tentang apa sejarah itu? Bagi Harari, sejarah…
-

Safar Hayat dari Selesai ke Selesai
“Sungguh, safar hayat hanyalah dari selesai ke selesai.”(Tajali Daeng Litere, 26072023) Deretan kata itu terkesan amat sederhana, tetapi menyimpan kedalaman, pelan-pelan mengendap. Ia tidak membicarakan tujuan besar, juga tak mengagungkan capaian. Yang dihadirkan justru kata selesai, sebuah penanda, waima kerap diabaikan dalam kebudayaan serba mulai dan menuju. Di ucapan Daeng Litere, hidup didaras sebagai perjalanan…
-

Mengeja Ulang Petta Tjalleng Daeng Magguliling
Lantaran esai saya, “Petta Tjalleng Daeng Magguliling Karaeng Tallua Dongkonga”, Paraminda.com, 11 Desember 2025, memoncerkan sejumlah esai, terbit belakangan—baik menyoal negara dan bangsa, bangsawan dan hierarki, maupun bangsa dalam uji sejarah—telah memperluas gelanggang pembacaan. Petta Tjalleng tidak selalu disebut, tetapi kegelisahan yang mengitari namanya terus berdenyut: bagaimana membaca figur berakar feodal di tengah kritik atas…
-

Sekali Lagi, Soal Bangsa, Bahasa, dan Bangsawan
Saya berterima kasih kepada Syafinuddin Al-Mandari yang membaca dan menanggapi esai saya, yang juga sebetulnya-senyatanya merupakan tanggapan saya atas esainya di Paraminda.com, 3 Januari 2026. Saya melihat disitu ada kesungguhan akademik, terutama ditunjukkan melalui literatur yang digunakan dan pendekatan linguistik-historis yang dipilih-dipakainya, untuk menjelaskan bagaimana bangsa dan bangsawan dikonstruksi, direkam, dan diwariskan di dalam bahasa.…
-

Bangsa dalam Uji Sejarah dan Kuasa
“Begitulah seharusnya gagasan diperlakukan, ia dipercakapkan, diuji, diperdebatkan, digeledah, dibantah, dan seterusnya, dan sebagainya.” Pernyataan tersebut membuat tanggapan balik dari Yunasri terasa hangat dan bersahabat. Dan, itu pula yang membuat saya merasa perlu memberikan penghormatan dengan menulis satu lagi tanggapan. Sebagai pembuka, saya ingin menggeledah pernyataan bahwa gagasan bangsa lahir sebagai kritik atas legitimasi hierarki…
-

Bangsa, Bangsawan, dan Beberapa Pengecualian
Saya berterima kasih kepada Sulhan Yusuf atas tanggapannya berjudul, “Menakar Kebangsawanan Petta Tjalleng Daeng Magguliling” di Paraminda.com, 4 Januari 2026, yang seperti biasa selalu memikat. Setelah membacanya berulang-ulang, saya menyadari satu hal penting, bahwa tanggapan Sulhan Yusuf tidak berada dalam semangat membantah, melainkan menimbang. Rasanya (mudah-mudahan perasaan saya tidak keliru), Sulhan membaca argumen saya secara…
-

Bulan-Bulan Haram
Di saat banyak orang lebih cepat menghakimi ketimbang memahami, di saat itulah kita perlu berhenti sejenak menenangkan hati, sebab sikap memahami perkara tidak mudah dilakukan banyak orang. Laku memahami bersumber dari pekerjaan hati yang melahirkan empati. Sejatinya, kekuatan itu terletak pada sejauh mana seseorang menunjukkan rasa empati terhadap kemanusiaan. Mengabaikan laku empati sama halnya dengan…
-

Bangsa sebagai Konsensus dan Disensus
Sebagai tanggapan atas tanggapan, rasanya saya mesti memulai dari ucapan terima kasih kepada Adam Kurniawan. Bagi saya, tanggapannya atas esai saya berjudul “Bangsa dan Bangsawan” sangat berarti dan saya memaknainya sebagai sebuah ajakan berpikir. Dan memang, begitulah seharusnya gagasan diperlakukan, ia dipercakapkan, diuji, diperdebatkan, digeledah, dibantah, dan seterusnya, dan sebagainya. Atas dasar itulah saya merasa…
-

Menakar Kebangsawanan Petta Tjalleng Daeng Magguliling
Percakapan ihwal Petta Tjalleng Daeng Maggulilling Karaeng Tallua Dongkonga, tidak pernah tuntas pada urusan silsilah. Setiap ikhtiar membacanya kerap berujung pada laku, jarak, dan pilihan etis di tengah pusaran kuasa. Tanggapan M. Yunasri Ridhoh melalui esai berjudul, “Bangsa dan Bangsawan”,Paraminda.com, 28 Desember 2025, menghadirkan satu timbangan konseptual penting, terkait pembedaan tegas antara bangsa sebagai persekutuan…
