Author: Adam Kurniawan
-

Khutbah Lebaran: Air Keras, MBG dan Kekuasaan yang Timpang
Setelah empat tahun melewati puasa di tanah rantau, tahun 2026 ini saya menghabiskan Ramadhn bersama keluarga. Menyaksikan si sulung, Amira Zetkin mulai berpuasa penuh. Hari pertama hingga ketiga puasa Zetkin libur sekolah, jadi saya melihat bagaimana dia berjuang melawan hasrat makannya yang besar. Meski berpuasa dan sedang libur, rupanya Zetkin tetap mendapat jatah Makanan Bergizi…
-

Indonesia sebuah Nama
Diskursus tentang bangsa yang bermula dari esai berjudul “Petta Tjelleng Daeng Magguliling Karaeng Tallua Dongkonga”, Paraminda.com, 11 Desember 2025, mendorong saya untuk menelusuri kembali dari mana nama Indonesia bermula. Di kepala saya tersimpan ingatan; kata Indonesia pertamakali dimuat dalam laporan dua orang sarjana dari eropa yang melakukan perjajanan di nusantara untuk keperluan memetakan kekayaan sumber…
-

Bangsa dalam Uji Sejarah dan Kuasa
“Begitulah seharusnya gagasan diperlakukan, ia dipercakapkan, diuji, diperdebatkan, digeledah, dibantah, dan seterusnya, dan sebagainya.” Pernyataan tersebut membuat tanggapan balik dari Yunasri terasa hangat dan bersahabat. Dan, itu pula yang membuat saya merasa perlu memberikan penghormatan dengan menulis satu lagi tanggapan. Sebagai pembuka, saya ingin menggeledah pernyataan bahwa gagasan bangsa lahir sebagai kritik atas legitimasi hierarki…
-

Bangsa dan Janji Kesetaraan yang Kerap Tersesat
Pada paragraf kedelapan, M. Yunasri Ridhoh, dalam tulisan berjudul, “Bangsa dan Bangsawan” di Paraminda.com, 28 Desember 2025, merujuk Imagined Communities (1983) untuk menegaskan bahwa bangsa, menurut Benedict Anderson, dibayangkan sebagai persaudaraan horizontal yang menempatkan semua anggotanya setara, meski tak pernah saling mengenal. Dari sini Yunasri menyimpulkan bahwa bangsa secara inheren bertentangan dengan bangsawan. Dalam imajinasi…
-

Kelapa Bercabang Dua, Cerita tentang Hati yang Mendua
Di Tana Beru, tempat perahu-perahu phinisi bertolak dan kembali dari lautan luas, terdapat kelapa dengan pohon bercabang dua. Kelapa tersebut adalah saksi abadi janji yang diingkari oleh hati yang mendua, dan tentang nasib yang tak bisa dihindari. Pada suatu hari sebuah kapal yang tampaknya telah hantam badai berlabuh di Tana Beru. Kapal tersebut dikemudikan oleh…
-

Mengapa Demo Buruh Perlu Didukung
Dua anak saya, Zetkin dan Alita, dirawat di Klinik Doi sejak 21 Agustus. Setelah sembilan hari menjalani perawatan, dokter menyatakan Alita sudah boleh pulang pada Sabtu, 30 Agustus. Namun, karena kakaknya, Zetkin, masih membutuhkan perawatan intensif, Alita tetap tinggal di ruang rawat, sebab di rumah tidak ada yang jaga. Senin, 1 September, dokter yang menangani…
-

Memo dari Huadi: Rapat FORKOPIMDA dan Modus PT. Huadi untuk Kabur
Sejak pertamakali berdiri PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) telah melakukan penipuan terhadap buruh dengan memberlakukan sisitem Shift dan Reguler. Bagi mereka yang bertugas dalam sistem shift harus bekerja selama 12 jam sehari, dan 5 hari dalam seminggu. Sementara yang dapat giliran dalam sistem reguler, harus bekerja 10 jam sehari, dan 7 hari dalam seminggu.…
-

Besok Buruh Demo Lagi
Besok Buruh Demo LagiBesok buruh akan demo lagi. Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa selalu demo? Kenapa tidak diam dan bersabar saja? Bukankah ada pemerintah yang mengatur? Mari kita lihat apa gerangan yang membuat buruh demo lagi? Sebanyak 350 buruh di unit kerja Wuzhou, bagian dari PT Huadi, “dirumahkan”. Tiba-tiba. Tanpa surat resmi. Tanpa perundingan. Hanya…
-

Mul: Anak Muda yang Kembali Bertani
Mul adalah pemuda yang lahir dan tumbuh besar di Ibu Kota Kabupaten Bantaeng. Sehari-hari ia akrab dengan jalan beraspal, deretan pertokoan dan kerumunan orang di pasar. Khas orang kota kecil, Bantaeng. Orangtua Mul berasal dari Kayu Loe, sebuah desa yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Mereka mulai menetap di kota pada akhir tahun…
-

Mengapa Seorang Demonstran Berdiri di atas Meja?
Saya menunujukkan pada seorang kawan gambar demonstran yang berdiri di atas meja Ruang Paripurna DPRD Bantaeng. Kawan itu bilang “tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, pesan bisa disampaikan dengan cara yang lebih sopan, lebih beradab”. Pernyataan kawan itu membuat saya sadar, menilai memang jauh lebih mudah ketimbang berpikir. Maka dari itu reaksi kebanyakan orang adalah langsung…
