Category: Esai
-

Bunda Lansia Ceria
Saya mau tamasya//Berkeliling-keliling kota//Hendak melihat-lihat keramaian yang ada//Saya panggilkan becak//Kereta tak berkuda//Becak, becak, coba bawa saya… (“Naik Becak”, Ibu Sud). Usia hanyalah angka, tapi spirit tiadalah menua. Aktivitas tetap jalan, kreativitas masih runtun. Tidak pikun dan stress, senang menampak bahagia menyata. Itulah asa di hari tua. Menjadi lansia sehat, terawat dan bermartabat. Itulah penggalan-penggalan kalimat…
-

Tabe’ Bija: Serupa Literasi Qoute
Sederet kata bisa menghidupkan dan mampu pula mematikan jiwa. Sebab kata mampu menghidupkan jiwa, maka seringkali menentukan jalan hidup. Begitu pun, amat banyak jiwa yang mati di hadapan seonggok kata. Satu kata bagai sebutir peluru. Mekar tidaknya jiwa, bergantung pada kata-kata. Sudah menjadi pengetahuan umum, fungsi dari kata adalah sebagai alat untuk melakukan komunikasi, baik…
-

Kepak Sayap Skuad Garuda
Sepanjang perjalanan belantika sepak bola nasional, sepertinya, baru kali ini Tim Nasional Indonesia (Timnas Indonesia) mendapat dukungan moral sangat besar dari mansyarakat luas, dari ujung timur ke barat, utara ke selatan Indonesia. Apa pasal? Pertama kalinya Timnas Indonesia lolos pada semi final piala asia U-23 AFC 2024. Kejuaraan ini diadakan 2 tahun sekali. Skuad yang…
-

Aku, Javid, dan Pak Syafar
Sekolah bagai cangkang kepompong, sepadan terungku. Bila menamatinya, maka para murid akan terbang, serupa kupu-kupu dengan segenap keindahannya. Baik untuk dirinya, maupun buat orang-orang terdekatnya. Begitulah adanya, sekaum remaja yang selama ini berseragam putih abu-abu, tiba-tiba mengenakan pakain rapi berselempang syal unik, dikenakan sebentuk medali, lalu dikuatkan selembar tanda kelulusan. Wajah-wajah ceria menghidu satu ruangan,…
-

Bekal Perjalanan Haji
“Meski seribu kali kau thawaf mengelilingi Ka’bah, Tuhan tidak menerima thawafmu jika kau masih menyakiti hati.” (Maulana Jalaluddin Rumi) Banyak pengalaman haji sering kita lihat, dengar, maupun rasakan. Baik pengalaman individu maupun dari orang lain. Ibadah fisik dan spiritual ini, adalah wajib hukumnya, apabila telah memenuhi syarat-syaratnya. Olehnya itu, orang-orang berusaha sekuat-kuatnya memenuhi syarat-syaratnya, demi…
-

Pilkada 2024: Menyongsong Bantaeng Emas 2045
Mengimajinasikan masa depan satu negeri, apatah lagi mengkuantifikasi patokan masa, bukanlah pekerjaan sulit. Namun, tiada gampang merumuskan langkah konkritnya. Apatah lagi, bila melibatkan sekotah komponen anak negeri, bakal membutuhkan tindakan lantip, buat menjaring segenap minda yang mengemuka. Salah satu negeri di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng, termasuk negeri yang sementara merumuskan masa depan, paling tidak…
-

Kedok Budaya
Apakah budaya itu? Bagaimana bisa mengatur kehidupan, menaruh doktrin yang harus kita yakini dan kita jalankan. Walau kadang bertentangan dengan nalar. Apakah budaya sebagai pengetahuan yang abadi? Atau saat dia hadir sebagai pelengkap, ketarutan manusia agar lebih tidak menjadi lebih liar bagai rimba dengan penghuninya yang brutal tanpa akal? Sementara manusia memiliki akal untuk berkembang. …
-

Kilo Meter Empat Puluh
“Kala usia tak lagi muda, semestinya kebutuhan jasmani makin sedikit. Sementara keinginan rohani kian melangit.” (Maksim Daeng litere, 130820). Memasuki umur empat puluh tahun, sebagian orang menganggap, sebagai pintu gerbang kehidupan maknawi. Pasalnya, di umur empat puluh tahun, manusia mengalami kecenderungan perkembangan mental dan spiritual. Imam Jafar Shadiq berkata, “Ketika seseorang hamba mencapai usia empat…
-

Menubuhkan Duta dan Ekskul Literasi
Memoncerkan gerakan literasi di sekolah, mesti menyodorkan seribu satu kiat. Selain panduan Gerakan Literasi Sekolah, diperlukan pula tindakan praktis berbasis konteks kebutuhan, sebentuk pembumian literasi. Guru, pustakawan, dan siswa harus padu padan mengingtegrasikan diri dalam satu kesatuan kolektif kelegial, bernapaskan gerakan literasi. Sekotahnya punya pemantik. Termasuk apa yang baru saja saya lakoni pada satu lembaga…
-

Kayulompoa
Puca dan Angkaeng, dua pohon endemis Bantaeng, ditanam secara simbolis oleh Pj. Bupati Bantaeng, Andi Abubakar, saat Peringatan Hari Bumi Sedunia di Cekdam Balangsikuyu. Pilihan lantip terhadap pohon endemis, diinisiasi oleh Kadis Lingkungan Hidup Bantaeng, Nasir Awing. Dan, akan digalakkan secara massif untuk ditanam, terutama di daerah aliran sungai, ketika hari lingkungan hidup nanti. Jujur,…
