Category: Esai
-

Bantaeng: Negeri Inovasi
Terlalu mudah mengatakan satu realitas buruk. Ongkosnya murah, cukup melontarkan sederet kata mematikan jiwa. Namun, lebih mudah dan murah lagi, menyodorkan kebaikan, cukup dibuktikan dengan keinginan segelintir orang, mau belajar pada pencapaian prestasi layanan kebaikan. Kamis, 12 September 2024, menyata peristiwa unik di Kabupaten Bantaeng. Apa pasal? Hadirnya kunjungan studi tiru dari Kementrian Koordinator Kemaritiman…
-

Pesona
Saat rilis awal, betapa manis dibumbuhi penuh jimat, mantra sakti mandraguna. Beberapa reaksi penuh harapan, menggugah.Tetiba menggugat. Ada tercekat, terpikat, ada terdiam kalabangngaang (kaget, terhentak tak menyangka). Masih kusimak permainan hompimpa alaium gambreng saling mengutuk. Ada yang berwasiat, dan pula bermuslihat. Pesona ditabuh bertalu-talu. Tetiba si Petong hadir di tengah pergulatan adu kesaktian. Mereka yang…
-

Seleksi yang Gagal?
Mafhum dipahami, aspirasi dan kebutuhan-kebutuhan warga, mesti terdengar dan terfasilitasi oleh negara. Aspirasi dan kebutuhan-kebutuhan warga itu “dibunyikan” melalui lembaga legislatif yang disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten). Di lembaga inilah, suara rakyat terwakilkan. Kebutuhan rakyat mesti “dipertaruhkan dan diperdebatkan”. Lembaga ini adalah representasi dari wajah-wajah rakyat. Siapa pun…
-

Lutfi Laddong: Body, Mind, and Soul
Setiap ada karibku berpulang pada keabadian, seolah separuh napasku terbang bersama dirinya. Dan, napas yang tersisa, akan menyusulnya, perlahan mengejar, cepat atau lambat. Sebab, napas akan kembali pada Sang Yang Mahapunya. Kewafatan insan hanyalah menegaskan, dari-Nya akan kembali pada-Nya. Rabu, 11 September 2024. Aku masih menyata di Bantaeng. Pagi masih semenjana teriknya. Baskara belum semadya…
-

Pakai Rasio atau Rasa?
Bila dikiaskan dalam bentuk percakapan, pada setiap menjelang ajang kontestasi kepemimpinan, Ibu Pertiwi seolah berpesan kepada penghuninya: “Wahai orang-orang yang menjadi penghuniku, sesaat lagi orang-orang akan berlomba-lomba untuk mengisi kedudukan yang ada padaku. Saya tak punya daya untuk memilih dan menunjuknya secara langsung, tetapi saya berikan kesempatan kepadamu untuk menentukannya sendiri. Baik tidaknya diriku dan…
-

Hompimpa Alaium Gambreng
Kalimat Hompimpa Alaium Gambreng dalam bahasa Sansekerta memiliki arti, Dari Tuhan kembali ke Tuhan. Kalimat ini sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha di awal abad ke-5. Filosofi di balik kalimat Hompimpa Alaium Gambreng diyakini sebagai upaya leluhur, untuk mengajarkan anak-anak tentang mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan hompimpa sebagai bagian dari permainan…
-

Oligarki di Negeri Demokrasi
“Rakyat adalah mulut yang menjadi bisu karena diambil suarannya waktu pemilu.” (Pidi Baiq) Hari menjelang pendaftaran calon gubernur, walikota dan bupati, suara-suara dukungan makin nyaring terdengar. Suara itu datangnya dari para pendukung dan masyarakat. Mereka berharap, calon yang diusungnya memenuhi syarat dukungan, sesuai regulasi pemilu yang sedang berlaku. Sebagaimana diketahui umun, salah-satu syarat pencalonan kepala…
-

Asmara dan Amarah
Rasa itu menjelma menjadi ornamen dari setiap momen. Setiap jiwa dilengkapi cara bersikap dan bertaruh. Ada geliat, ada getar menyelinap melewati nadi-nadi, dan menembus hingga ke sebuah hulu. Tempat bersemayam sebuah rahasia. Teringat kisah Rahwana antara amarah meluapkan dendam kematian adiknya di tangan Rama. Dan rasa cinta kepada Sinta yang membuatnya mengubah segala perangai yang…
-

Mungkin karena “Mabuk”
Ketika manusia mulai menyata di dunia, secara lahiriah, yang pertama dipikirkannya adalah pemenuhannya terhadap kebutuhan dasar hidupnya. Tempat tinggalnya tersedia, pakaian untuk menutup badannya tertutupi, makan-minumnya tercukupi. Baginya, kebutuhan pertama yang mendesak olehnya adalah pemenuhan akan papan, sandang, dan pangan. Setelah seseorang mapan secara ekonomi, nalurinya sudah mulai mencari tantangan baru, sekaligus bergejolaknya hasrat yang…
-

Air Berkisah
Aku penghuni 71% dari permukaan bumi. Aku bisa mengubah bentuk diriku menjadi berbagai macam. Jika kau menginginkan rasa dingin, cukup masukkan aku dalam kulkas. Akan kubentuk diriku menjadi es. Begitupun jika kau memutuskan untuk memanaskan makanan yang hendak kausantap, aku pun bersedia mengeluarkan uap untukmu. Begitulah bentuk perkenalanku. Namun, aku tidak akan memperpanjang lagi soal…
