Category: Esai
-

Sawala LPM se-Kabupaten Bantaeng
Sekotah pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) se-Kabupaten Bantaeng menyata di kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Sawala ini merupakan program kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bantaeng. Acara yang di langsungkan sehari, Rabu, 29 Mei 2024, di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng. Menghadirkan satu orang perwakilan LPM setiap desa dan kelurahan se- Kabupaten Bantaeng. Pada pembukaan…
-

Kurban: Sebuah Ritus Universal
Tradisi Semua Agama Dalam tradisi agama dan kepercayaan mana pun, akan kita temukan kesamaan mengenai beberapa ritus penting yang berkenaan dengan relasi manusia dan sosok Adikodrati (Tuhan atau Dewa). Kurban, sebagaimana ibadah seperti puasa, doa dan haji (ziarah) adalah ibadah universal yang bisa kita jumpai dalam beberapa ajaran agama, baik agama dalam bentuknya yang modern…
-

Mengeja Perempuan Bernama Mutiara
Kodratinya semata hanya mencuci popok bayi, melahirkan, melayani,merawat anak sejak pagi menjelang, menanak nasi, merangkai bunga, mencuci piring, menghidangkan sarapan pagi, siang dan malam. Dan sampai pagi kembali ritus yang dia harus parutus (urus). Bagai sukma mengajak bertamasya menuju mahkota perempuan, melengkapi dan membalut sepinya adam di Surga dengan rusuknya yang menetralkan, serta melengkapi kehidupan…
-

Cinta Dan Pengorbanan
Sejatinya, tak ada sesuatu tanpa pengorbanan. Setiap pengalaman apa pun itu,akan melalui suatu pengorbanan, baik itu kecil maupun besar. Pengorbanan untuk mencapai sesuatu, merupakan peristiwa alamiah, tak ada dan tak akan pernah ada suatu pencapaian tanpa mengorbankan sesuatu. Pengorbanan bukan berarti kehilangan sesuatu, bukan pula tanda kelemahan. Di balik pengorbanan ada kebesaran jiwa dan tujuan…
-

Dari Tanah Sumba “Assiama” di Tanah Bertuah
Dari tanah Sumba dengan simbol kuda dan kayu cendana. Mengarung di pematang zaman menuju tanah penuh petuah Butta Toa Bantaeng. Teringat seorang penyair, yang kemudian meninggalkan tahtanya, kekayaan dengan ratusan kuda. Lalu menyusuri balada sunyi menemukan kesejatian dirimya. Ya, dia adalah Umbu Landu Paranggi, lahir di tanah tercintanya, Sumba, hingga menjadi guru para penyair di…
-

Si Katan: Maskot Pilkada Bantaeng
Kecil itu indah, small is beautiful. Begitulah rupa burung kecil lincah nan cekatan, berbulu sederhana, tapi bersuara nyaring. Nama kawanannya, Sikatan. Salah satunya dijuluki Sikatan Lompobattang, bernama latin, Ficedula Bonthaina. Burung ini endemis Pulau Sulawesi. Penyebarannya di gugusan pegunungan Lompobattang. Orang tempatan dalam bahasa Makassar menyebutnya: Cui-cui. Keindahan sesuatu yang kecil itu, pun patut didapukkan…
-

Politik Parayu nan Memesona
Adalah Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, “Berkaca pada pemilu yang telah dilakukan sebanyak lima kali sejak awal era reformasi, mayoritas masyarakat Indonesia, mampu dan dapat menjaga stabilitas keamanan nasional.” Lebih dalam Burhanuddin melanjutkan, “Selain itu, para elit di dalam negeri sangat percaya bahwa politik Indonesia itu sangat cair, sehingga demokrasi dianggap sebagai satu-satunya jalan yang paling diyakini di…
-

Jalur-jalur Langit
“Apapun yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya menemukanmu.” (Ali bin Abi Thalib) Setiap makhluk akan menemukan takdirnya masing-masing, begitulah kesimpulan singkat saya petik dari film The Architecture of Love. Ceritanya, pada libur akhir pekan, beberapa hari lalu, saya diajak kerabat menonton film, di salah satu bioskop, di Kota Makassar. Singkat cerita, film yang berdurasi kurang…
-

Mengeja Flora, Fauna, dan Budaya via Maskot Pilkada
Banyak jalan menuju Roma. Aneka cara melestarikan flora, fauna, dan budaya. Dimensi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan) merupakan lapik utama pendidikan, dituangkan dalam jalur formal, informal, dan nonformal. Pelestarian flora, fauna, dan budaya, melalui jalur pendidikan menemukan lahan garapan yang amat luas. Bergantung pada apa yang ingin dicapai. Satu permisalan, pendidikan politik, khususnya…
-

Pesona Si Katan
Seketika sahaya kembali pada masa kanak-kanak dahulu. Bermain ketapel, lalu menyusuri beberapa pohon di antaranya pohon kersen tetangga, pohon jambu air, di pucuk ilalang. Sambil mengendap hendak menangkap, atau beberapa di antara kami membidiknya. Itu salah satu jenis burung sikatan (cui-cui). Sahaya kemudian terjenak membenak, dengan secara seksama, tetapi bukan pada tempo sesingkat mungkin, saat…
