Kecil itu indah, small is beautiful. Begitulah rupa burung kecil lincah nan cekatan, berbulu sederhana, tapi bersuara nyaring. Nama kawanannya, Sikatan. Salah satunya dijuluki Sikatan Lompobattang, bernama latin, Ficedula Bonthaina. Burung ini endemis Pulau Sulawesi. Penyebarannya di gugusan pegunungan Lompobattang. Orang tempatan dalam bahasa Makassar menyebutnya: Cui-cui.
Keindahan sesuatu yang kecil itu, pun patut didapukkan kepada Kabupaten Bantaeng, sebagai kabupaten terkecil di Sulawesi Selatan. Luasnya hanya 99,33 km persegi atau 0,22 persen dari luas Sulawesi Selatan. Namun, di Bantaeng semuanya ada. Gunung, dataran, dan pantai menyata. Keindahannya bisa dinikmati dari sudut mana pun. Benar-benar kecil, tapi indah.
Kecil dan indahnya burung Sikatan, bersetubuh dengan wilayah Kabupaten yang kecil tapi indah. Dalam balutan keindahan ini, Kabupaten Bantaeng, akan menyambut pemilihan kepala daerah, dengan akronim Si Katan (Siap Pilkada Bantaeng)
Bagaimana Sikatan yang berasal dari lereng Lompobattang, menjadi Si Katan yang siap menyambut Pilkada Kabupaten Bantaeng 2024?
Tersebutlah seorang ibu rumah tangga, punya anak dua, tapi punya kegiatan sebagai seorang penulis, jurnalis, suka desain, bernama Fitriani Aulia Rizka, lebih sering disapa Fizzy. Ia “menangkap” burung Sikatan lewat dunia maya. Sikatan yang berkelana di semesta Lompobattang, divirtualkan menjadi Si Katan pada metasemesta digital.
Begini ceritanya. Sewaktu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng mengadakan sayembara untuk Maskot Pilkada Bantaeng, menabalkan syarat agar mengobjektivikasi flora, fauna, dan budaya khas Bantaeng.
Ah, sebaiknya daras saja esai saya di Paraminda.com, berjudul, “Mengeja Flora, Fauna, dan Budaya via Maskot Pilkada. Esai itu saya dedahkan segala macam terkait sayembara, hingga lahir pemenangnya.
Nah, Fizzy memilih burung Sikatan Lompobattang (Ficedula Bonthaina) sebagai fauna khas Bantaeng. Meskipun dari segi penamaan agak asing bagi orang tempatan Bantaeng, tapi begitu disebut Dongi Cui-cui, pastilah segera mengenalnya.
Fizzy mencoba menerjemahkan sekotah persyaratan lomba. Lebih dari itu, ia juga mendalami dimensi-dimensi penjurian, di antaranya: Orisinalitas karya 30%, relevansi maskot dengan tema 20%, kreatifitas dan estetika 10%, deskripsi penjelasan dari maskot 20%, dan kekuatan daya tarik desain grafis 20%.
Berlapik syarat lomba dan kriteria penilaian juri, Fizzy membabarkan hal ihwal Sikatan menjadi Si Katan. Menurutnya, filosofi Si Katan tersusun atas 3 dasar yang membentuknya, yaitu: Latar belakang, bentuk, dan warna.
Dari segi latar belakang, Sikatan Lompobattang merupakan burung endemis Bantaeng, Sulsel yang terancam punah. Dalam data International Union for Consetvation of Nature (IUCN) berada dalam status EN atau Endangered. Yang artinya tersisa 2 langkah lagi menuju status punah di habitat aslinya.
Fizzy menandaskan, saya memanfaatkan kegiatan sayembara yang diselenggarakan oleh KPU Bantaeng, sebentuk wadah untuk mengadvokasi kondisi “kritis”’ Cui-cui dalam wujud maskot. Cui-cui atau Sikatan adalah fauna ikonik yang layak diabadikan dalam bentuk maskot, sebagai wujud partisipasi dalam pelestariannya.
Burung berukuran kecil 10-11 cm ini, menggunakan ikat kepala berwarna merah sebagai pelambang statusnya yang berlogo merah pada indikator IUCH yakni EN atau Endangered. Dari segi pemberian nama, Si Katan juga merupakan akronim dari Siap Pilkada Bantaeng.
Terdapat 7 unsur pembentuk tubuh Si Katan. Di antaranya kepala, sayap, baju, ikat kepala, celana, sepatu, dan ekor. Melambangkan angka 7 yang sakral, sebagai angka yang disepakati sebagai tanggal hari jadi Kabupaten Bantaeng.
Selain itu, angka 7 juga identik dengan Kare’ Tujua. Kabupaten bertajuk kota Butta Toa ini memiliki cerita sejarah tentang para sosok Kare’ Tujua, yaitu leluhur atau para tetua yang berjumlah 7 orang yang dipercaya memimpin daerah di masanya, sebelum merumuskan 1 orang raja yang akan memimpin mereka secara keseluruhan.
Dari Segi Bentuk, Fizzy mendeskripsikan, bentuk dasar badan Si Katan adalah persegi. Dalam ilmu psikologi, bentuk persegi atau kotak dapat menggambarkan proporsi keseimbangan dan profesionalisme. Atas dasar tersebut diharapkan agar pelaksanaan hajat Pilkada ke depannya, berlangsung dengan netral, seimbang, dan professional. Begitu pula kepada pemimpin daerah yang terpilih, nantinya diharapkan agar mampu melaksanakan kepemimpinannya secara profesional.
Terkait celana Si Katan, berbentuk dasar segi tiga terbalik, biasanya berwarna biru dalam alkimia melambangkan air yang memiliki makna pemurnian, penyembuhan, dan kedamaian. Hal ini merepresentasikan agar Pilkada 2024 berlangsung sejuk dan damai. Dan, agar pemimpin yang lahir setelah konstestasi pemilihan, berharap sosok yang tepat. Tidak hanya hadir menjadi pemimpin daerah, tapi juga pengobat dari segala keresahan masyarakat yang dipimpinnya.
Terdapat sayap yang menyerupai 4 jari di masing-masing sayap yang jika dijumlahkan menjadi 8 jari. Melambangkan angka 8, sebagaimana 8 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bantaeng. Kedua sayap merentang sebagai wujud keterbukaan dalam pelaksanaan konstestasi Pilkada 2024 ini.
Si Katan menggunakan seragam KPU untuk menegaskan, bahwasanya seluruh rangkaian aktivitas ini diselenggarakan tanpa intervensi pihak tertentu dan secara murni bergerak dalam 1 komando KPU Bantaeng saja.
Rambut maskot Si Katan dibuat dengan jumlah 27 helai, serupa pengingat di mana puncak konstestasi Pilkada, berlangsung di tanggal 27 Nopember 2024.
Di bagian ekor Sikatan terlihat 4 rumpun bulu burung. Angka 4 adalah gambaran prinsip Appa’ Sulapa’ masyarakat Sulawesi Selatan, menandakan hubungan masyarakat dengan 4 elemen kehidupan, air, tanah, udara dan api. Sebagaimana diketahui fungsi ekor pada burung umunya adalah untuk menjaga keseimbangan. Sehingga diharapkan untuk Kepala daerah terpilih, mampu bergerak memimpin secara seimbang.
Penggambaran Fizzy tersebut, mengantarkannya menjadi pemenang pertama. Dewan juri dalam sayembara ini mewakili elemen penilaian. Masing-masing juri dengan latar belakangnya, cukup profesional dalam menunaikan tugasnya. A. Syarif Hidayatullah (desainer dan akademisi ISBI), Baharuddin (pegiat budaya), Hamzar (mantan Ketua KPU Bantaeng), A. Adriadi Labarani (pegiat lingkungan hidup), dan Sulhan Yusuf (pegiat literasi).
Salah satu mekanisme profesionalitas dewan juri, meminta kepada panitia agar tidak menyertakan identitas peserta, cukup desainnya saja, baik yang berbentuk cetak maupun digital. Pun, saat penjurian berlangsung dewan juri dikarantina. Dan, nama-nama dewan juri tidak dipublikasikan sejak rapat pertama hingga melahirkan pemenang.
Selain mendapatkan hadiah, desain maskot Fizzy, juga akan digunakan oleh KPU Bantaeng. Peresmian penggunaannya telah diluncurkan pada Jumat, 10 Mei 2024, Pukul 20.00-selesai di Balai Kartini Bantaeng. Sebagai salah seorang juri, saya turut hadir. Peluncurannya amat meriah, dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Hasbullah, didampingi tuan rumah, Muhammad Saleh, Ketua KPU Bantaeng.
Kala tangan-tangan para komisioner KPU Bantaeng, plus Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, saling tindih dengan tangan Plt. Sekda Kabupaten Bantaeng, Rivai Nur, menindis tombol peluncuran, ada ledakan kecil, disertai semburan kertas warna-warni, lalu disorot kilauan lampu, satu boneka sebesar orang dewasa keluar melintas, seolah mengenalkan diri, “Akulah Si Katan”.
Sang boneka Si Katan menjadi medium untuk masuk pada sajian monolog, bagaimana Sikatan Lompobattang (Ficedula Bonthaina), si Cui-cui, berkelana menyata di lereng pegunungan Lompobattang, dalam kesepiannya, terancam punah, hingga mengada di dunia virtual, jagat digital. Dari semesta ke metasemesta.
Semesta Sikatan mewujud metasemesta Si Katan, akan membawa urita, dengan kicauan, menabalkan permohonan selamat dari kepunahan. Sekaligus, menerbangkan berita tentang makna penting penentuan nasib negeri di tanggal 27 Nopember 2024, momentum Pilkada Bantaeng.

Pegiat Literasi. Telah menulis buku: Air Mata Darah (2015), Tutur Jiwa (2017), Pesona Sari Diri (2019), Maksim Daeng Litere (2021), dan Gemuruh Literasi (2023), serta editor puluhan buku. Pendiri Paradigma Institute Makassar dan mantan Pemimpin Redaksi Kalaliterasi.com. Kini, selaku CEO Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan Bantaeng, sekaligus Pemimpin Redaksi Paraminda.com.


Leave a Reply