Category: Esai

  • Tarian Hidup

    Tarian Hidup

    Suatu hari seorang teman bercerita. Ia pernah mengikuti kelas menari, tetapi kemudian ia berhenti. Suatu malam, tiba-tiba saja ia ingin sekali menari. Ia pun menyetel musik dan mulai menari sendirian di ruang kamarnya yang besar. “Ruangan itu cukup besar untuk langkah-langkahku yang acak, namun aku terus bergerak mengikuti alunan musik”, ucapnya. Cerita sederhana ini membawa…

  • Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’ dimainkan oleh dua kelompok, satu kelompok sebagai pemukul dan satu kelompok lagi sebagai penangkap. Biasanya masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Yang diperlukan dalam permainan ini alat  pammeppek (pemukul/stik) dengan ukuran yang berbeda, dan sebuah lubang kecil di tanah. Pammeppek  pertama dengan ukuran sekitar 30-40 cm sebagai pemukul dan penghitung poin, dan pammeppek kedua…

  • Memang tak Sampai Lima Menit, tetapi Bawaannya Lima Tahun

    Memang tak Sampai Lima Menit, tetapi Bawaannya Lima Tahun

    Siklus dan prosesi kepemimpinan di negeri kita adalah sebuah keniscayaan. Sekali dalam lima tahun, warga diberi kesempatan untuk menentukan kepada siapa pilihan pemimpinnya ia letakkan. Setiap orang yang merasa punya kemampuan dan kapasitas, akan pasang badan sebagai calon pemimpin yang pantas untuk dipilih di wilayahnya. Berbagai upaya pun dilakukannya dalam memengaruhi pemilih. Tenaga, pikiran, materi,…

  • Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita

    Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita

    Hanya ada 1 dari 5 anak laki-laki yang hadir pagi itu, menurut keterangan, yang lain ikut orangtuanya berkampanye. Di sana ada artis ibukota. Di kelas hanya ada guru, suka marah-marah pula. Di sekolah lain, menurut seorang kawan, anak-anaknya justru dijemput sendiri oleh bapaknya yang sudah siap dengan baju paslon andalannya, siap berkampanye hingga menang. Di…

  • Kenangan Sang Mantan

    Kenangan Sang Mantan

    Jalaluddin Rumi sang sufi yang penuh filosofi cinta dan kehidupan, mengingatkanku kembali saat kusaksikan dua sejoli, kala dulu bertemu melengkapi, merangkai bunga cinta penuh sejuta harapan, dalam sebuah hajatan mereka bersama mengarungi lembah, lorong kehidupan, tamasya bersama di ujung dusun, hingga ke kampung-kampung. Pada ruang-ruang yang mengamini kala itu, dengan bait  doa  tersemat untuk menuju…

  • Tabebuya adalah Jawaban(?)

    Tabebuya adalah Jawaban(?)

    Beberapa waktu belakangan ini, di masa kampanye Pilkada Bantaeng 2024, pohon-pohon kota diperkarakan, khususnya pohon Trambesi. Nah, esai saya ini, pernah terbit di Bontahina.com, 7 Desember 2023, dengan judul yang sama. Saya coba adaptasi kembali, sebagai bagian dari unjuk minda. Sebentuk cara pandang, yang melihat penataan Kota Bantaeng sebagai satu kontinutas. Memang Kabupaten Bantaeng, satu…

  • Mati Satu Tumbuh Seribu

    Mati Satu Tumbuh Seribu

    Seorang guru di Gaza berkata: mengapa di akhir zaman batu dan kayu berbicara? Karena dunia diam. Tujuh Oktober 2024, menandai satu tahun perang berkecamuk di Palestina. Kota dengan julukan negeri para anbiya itu, kini porak-poranda. Warga dunia menyaksikan kekejaman mengerikan di kota yang dikenal dengan bangunan batu kapurnya. Menurut beberapa sumber, tercatat 41.870 orang gugur…

  • Yang Lebih Penting dari Ujian Nasional

    Yang Lebih Penting dari Ujian Nasional

    Masih pagi, sekitar pukul 06.15, seorang murid kelas III SMP, Bojongsari, Depok, Jawa Barat memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya. Remaja malang itu diduga bunuh diri karena takut tidak lulus Ujian Nasional (UN). Menurut orangtuanya, anaknya sangat khawatir tidak lulus UN, pribadi yang riang dan mudah bergaul itu berubah menjadi pendiam sebelum…

  • Teras Literasi

    Teras Literasi

    Seduhan dan racikan kopi, pisang goreng renyah, seraya mengulang secara klasik di titimangsa, yang lebih mendapati diri masing-masing dengan penuh keteduhan. Bukan kemudian menjadi tabiat baru, meski ada yang rese, pun juga berada pada dimensi merasakan bertautnya jiwa-jiwa, bersemi  tidak harus sesegera pergi begitu saja. Begitu melekat tapi tidak merasa paling memikat, menjaga untuk tidak…

  • Sahwa: Si Mungil Berprestasi

    Sahwa: Si Mungil Berprestasi

    Mungil tidak lantas sepintas secara fisik orang melihat. Tanpa mendengar suaranya nan lantang, bagai gemuruh yang menghentikan zaman yang rusuh.  Ditambah karakter kuat, saat memerankan sebuah persona, tanpa berjingkrak, tanpa harus berlebihan percaya diri. Namun, mampu memahami isi naskah dongeng, mengalir, memainkan setiap peran dalam cerita naskah yang dia bawakan. Sosok guru honorer, bernama Dahniar…