Category: Esai

  • Angka 27: Apakah Untung atau Buntung?

    Angka 27: Apakah Untung atau Buntung?

    Merunut angka 27 (dua puluh tujuh) dalam penanggalan bulan Qomariyah maupun bulan Syamsiah ataukah tahun Hijriah dan Masehi. Numerik ini dalam bidang numerologi atau ilmu tentang angka memang menarik dipelajari. Angka memiliki filsafat nilai, baik berupa daya magis, maupun kekuatan makna keberuntungan di dalamnya. Ribuan tahun silam umat manusia sangat perhatian terhadap angka. Seperti filosofi…

  • Bocah Argan dan Orang-orang Keranjingan

    Bocah Argan dan Orang-orang Keranjingan

    Perihal budi yang mulai menjadi jumud. Hendak menguasai dengan mencatut, menghasut melewati bekas puing-puing perangai. Sepertinya semua orang mulai keranjingan, di mana sebagian orang merasa ingin selalu menjadi sesuatu.  Pada satu titik Danu dan Argan hampir sama, walau sedikit mirip. Maka  terlepas sama dan beda. Sebuah kesenangan, kesukaan, ada yang perlu diselipkan untuk menahan diri.…

  • Ibrah dalam Sertifikasi Guru PAI 2024

    Ibrah dalam Sertifikasi Guru PAI 2024

    Iftitah kata, sejak digulirkannya kebijakan tentang sertifikasi guru tahun 2005 oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai Presidern RI. Kala itu, masih memegang tampuk kekuasaan dan kebijakan, melalui wadah regulasi Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005. Tujuan dari sertifikasi guru tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru secara profesional. Tulisan ini, saya tidak mengkronologikan…

  • Ketika Angngaru  Berujung Petaka

    Ketika Angngaru  Berujung Petaka

    Angngaru sebuah ikatan menyatukan di atas sumpah bernama “ikrar” dalam adat Bugis-Makassar. Istilah ini cukup kuat menjadi tradisi, adat, budaya yang kemudian dikembangkan dari beberapa komponen pertunjukan. Melansir dari Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences yang berjudul “Pergeseran Fungsi Kebudayaan Pada Tradisi Angngaru Suku Bugis-Makassar”, disebutkan bahwa Aru’ atau Angngaru’ merupakan sumpah atau ikrar…

  • Tepuk Tangan

    Tepuk Tangan

    Tepuk-tepuk tangan, suka-suka // tangan di kepala, tangan di pinggang // loncat yang tinggi satu dua tiga // mari meniru burung terbang di udara. Bagaimana meniru burung, sementara kepak sayapku terdogma oleh nomenkelatur, penuh struktur dan ambigutas tak mampu meretas sebuah harapan di masa kanak-kanakku dulu.  Dan  meniru burung terbang ke udara, hanya karena tepuk-tepuk…

  • Pesona Alam Pikiran

    Pesona Alam Pikiran

    “Berpikir itu sulit, itulah mengapa kebanyakan orang lebih suka menilai.” (Carl Gustav Jung) Sepintas, berpikir dianggap aktivitas biasa-biasa saja, sama halnya aktivitas bernapas. Saking biasanya, aktivitas keduanya dianggap rutinitas biasa, padahal, berpikir adalah tanda eksistensi manusia yang amat nyata, sebagaimana ungkapan filsuf Prancis, Rene Descartes, “Aku berpikir maka aku ada.”   Dari sekian banyak karunia…

  • Tim Sukses dan Dinamikanya

    Tim Sukses dan Dinamikanya

    “Tidak ada orang yang bisa sukses sendiri.” Kalimat ini adalah kalimat yang berlaku untuk siapa saja yang ingin meraih kesuksesan di bidang apa pun. Coba dicek, adakah orang yang bisa meraih kesuksesan tanpa melibatkan pihak lain? Tidak usah terlalu jauh, jangankan untuk sukses, untuk hidup saja butuh pihak lain. Makan minum yang kita konsumsi setiap…

  • Jalan Integritas

    Jalan Integritas

    Manusia adalah makhluk yang istimewa. Ia mampu bertahan dengan memegang prinsip, meski diterpa berbagai masalah dalam hidup. Ia mampu bertahan walau terus dalam tegangan. Ia menaruh harapan walau terus dilanda krisis. Bahkan, ada yang rela mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawa, demi cinta dan keyakinan mereka. Mengapa manusia begitu istimewa? Karena manusia memiliki integritas. Sebuah integritas seringkali…

  • Danu dan Petong: Sebuah Percakapan

    Danu dan Petong: Sebuah Percakapan

    Butuh pemantik. Dalam pusaran sisi lain untuk lebih cerdik. Bukan sekadar spontan atau bersemat dirinya sebagai pemain sulap misalnya. Dan kedok budaya kemanusiaan hanya menghasilkan  lendir-lendir nan pandir. Masih tanggapkah kita menjalani hidup dengan bongkahan pikiran yang dianggap janggal?  ada rinai air mata jatuh di keranda. Sebuah isyarat,  matinya persona dan sejuta pesona. Terkubur bersama…

  • Monolog

    Monolog

    Adegan demi adegan.  Danu memainkan satu tabiat tidak secara kasat, bahkan dengan mata nanar, berbinar-binar sekalian. Wajah manis dan menawan. Sesaat kemudian, kita terlena saat mengurai kata menaruh harapan, bukan menghamparkan semata slogan. Di sudut kerling dan pasang mata menanti kejutan. Tetiba menjadi bualan. Orang–orang main  ketapel dan seribu “stempel”.  Emm! Punya jurus dan rumus…