Category: Esai
-

Hari Bumi yang Membumi
Genangan air berwarna hijau, tenang menenangkan. Waima terik baskara barulah semadya adanya. Lebih serupa kolam besar, tinimbang cekdam. Mungkin karena debit air sedikit. Biasanya, tatkala musim hujan awet, volume air cekdam meninggi. Daya tampungnya kurang lebih 84.000 kubik. Luasa areal cekdam 10 hektar. Tak lama kemudian, hujan turun perlahan. Perubahan cuaca, dari terik ke hujan…
-

Qua Vadis Pedamping Desa
“Kualitas insaniah dapat didefinitkan, apa masih mencari tempat atau ditempatkan.” (Maksim Daeng Litere) Program pedampingan dana desa akan berakhir di ujung tahun ini. Desas desus berakhirnya program pemerintah itu, seiring akan bergantinya pemerintahan, pascapemilu presiden dan wakil presiden, baru-baru ini. Mafhum adanya,tradisi pemeritahan baru, jelas mempunyai program baru pula, yang tertuang pada sebuah janji politik.…
-

Hudzaipah: “Mentari” Energi yang tak Terbatas
“Kehidupan ini dinamis. Cinta adalah energi dan keniscayaan bukan sekadar emosi, melainkan energi fundamental yang mampu mengubah diri dan menuntun manusia menuju kesadaran tertinggi” “Inilah kisahnya”, narasi visual seorang kawan. Pemuda lajang bernama Hudzaipah (Daeng Naba) atawa sapaan akrabnya Saipal. Lahir di Gowa, 03 Januari 1999. Saipal dikelilingi oleh kreativitas sejak usia muda. Semangat bawaan…
-

Menyibak Lebur tapi Tak Larut
Ada yang larut dengan pesona, ada yang lebur dengan persona. Tipuan-tipuan bagai pesulap, lamat-lamat menyusup, mengendap, melesap masuk tanpa permisi (adab). Pura empati tetapi menaruh belati. Ada yang meringsut kemudian menjalin jala-jala sengketa. Benalu dinamakannya. Sebab ia berusaha lebur secara terpaksa kemudian hendak pula larut. Berpotensi akan menjadi karut marut. Ibatat pada satu komponen dan…
-

Omong-Omong Menuju Mei Bulan Menggambar
Malam itu, ketika semua orang rumah masih terlelap. Waktu menunjukkan dini hari pukul 02.21 WITA. Keheningan menyelimuti rumah, hanya sesekali terdengar deringan bunyi alarm dari gawai, pemecah keheningan, penanda waktu sahur segera tiba. Dalam keadaan setengah sadar, alarm aku matikan sembari mengecek notice WhatsApp. Beberapa notice muncul, salah satunya salam sapa seorang kawan yang dulunya…
-

Idulfitri: Kembali pada Kesucian atau Sekadar Kembali Bersantap
Akhirnya sampailah kita pada Idulfitri, sebuah momen perayaan kemenangan bagi umat Islam yang diekspresikan dengan ungkapan “minal aidin wal faizin”. Menurut Prof. Quraish Shihab, kalimat tersebut bermakna “semoga kita termasuk orang yang kembali dan orang yang beruntung (menang)”. Kalimat itu merupakan harapan akan buah dari amal Ramadan yang kita kerjakan. Allahu Yarham Nurcholish Madjid, menyebut…
-

Ramadan 40 Tahun Lelaki Selatan
Life begins at Forty, konon, kehidupan sesungguhnya di mulai pada usia 40 tahun. Mengapa? Jelas, di usia 40 tahun, bagi seorang insan, adalah usia yang cukup matang. Untuk sampai usia 40 tahun, tentu, telah merasakan manis pahit kehidupan, asam garam pengalaman, dan pahit getir perjuangan. Sudah menjadi pengalaman umum, setiap insan memiliki bentangan sejarahnya masing-masing.…
-

Sosaku Kobayashi, Ki Hadjar Dewantara, dan Pentingnya Sekolah yang Menyenangkan
Saya sudah lupa, kapan terakhir kali anak-anak di sekolah mendengus kecewa karena tiba waktu istirahat atau jam pulang. Selalu, sejauh yang saya saksikan, mereka justru bersorak gembira dan berteriak-teriak ketika bel penanda itu berdering. Seolah suara itu sudah lama mereka nanti, membebaskannya dari muramnya perasaan mereka di kelas. Atau, jika sudah teramat bosan, mereka akan…
-

Berkah Lailatulqadar untuk Mengenal Diri
Seyogianya, bulan Ramadan penuh berkah, membawa ketenangan jiwa seluruh alam. Bagi jiwa-jiwa yang tenang, makin ke sini Ramadan makin garib adanya. Pemandangan itu kontras, apabila kita melihat beberapa peristiwa lalu lalang di layar media sosial, makin ke sini Ramadan makin bising adanya. Tengok saja beberapa kejadian kekerasan, pencurian, pertikaian, makin intens di bulan berkah ini.…
-

Hikmah Apparikongang
Manusia menghabiskan banyak waktu, uang, dan energi untuk memberi manfaat bagi orang lain, termasuk keluarga, teman, dan orang asing. Mengapa kita melakukannya? Pernahkah kita memedulikan orang lain demi kepentingan mereka dan bukan hanya demi diri kita sendiri? Apakah tujuan akhir kita selalu dan semata-mata hanya untuk kepentingan diri sendiri, atau apakah kita mampu memperhatikan kesejahteraan…
