Category: Esai

  • Membela Anak di Hari Pertama Sekolah

    Membela Anak di Hari Pertama Sekolah

    Hari ini, anak-anak baru masuk sekolah, pakai rok merah, rambutnya ekor kuda. Seperti yang lalu lalu, hari pertama sekolah seperti pelangi setelah hujan: warna warni. Hari ini, anak-anak yang masih mungil itu digandeng orangtuanya. Mereka malu-malu menjejakkan kaki di kelasnya yang baru, tersipu-sipu saat disapa ibu/bapak guru, juga masih kikuk saat duduk bersisian dengan kawan…

  • Toleransi Beragama: Pemuda yang Belum Log-in tapi Hafal Al-Fatihah

    Toleransi Beragama: Pemuda yang Belum Log-in tapi Hafal Al-Fatihah

    April tahun 2023, untuk pertama kalinya aku mendapat kesempatan menjejakkan kaki di pusat pemerintahan, Jakarta. Kota yang tak pernah lelap dalam peraduan. Kota yang penuh dinamika dan kesibukan, menyambutku dengan segala hiruk-pikuknya. Gedung-gedung pencakar langit berderet bagai pagar rapat, lalu lintas yang padat, fasilitas modern, semuanya memberi kesan mendalam. Untuk itu, aku menemukan kesempatan untuk…

  • Uang Panai, Mahar, dan Cinta

    Uang Panai, Mahar, dan Cinta

    Tahun 2013 dengan latar hitam membentang, lighting sederhana, penonton yang masih suka ricuh. Dialog tujuh sin (bagian) dengan durasi panjang melebihi tiga puluh menit bahkan lalai di titisan waktu normal. Teringatlah saya pada naskah yang saya buat kala itu berjudul, “Mahar dan Perempuan”, dengan menumpahkannya dalam tulisan, adegan, dan latar.  Seakan menggugat budaya dari sisi …

  • Mengabdi dalam Ketenangan Berbagi

    Mengabdi dalam Ketenangan Berbagi

    Senggol Esainya Kak Sulhan Yusuf Kak Sulhan benar. Ungkapan pendek: “Memberi tidak akan mengurangi”, yang tersebar di sudut-sudut kota dan pelosok desa adalah maksim yang ingin saya tegaskan pada seluruh khalayak Butta Toa Bantaeng. Sebuah perenungan sederhana atas makna perayaan Iduladha yang baru saja kita tunaikan, bahwa begitulah hakikat kehidupan dan pemberian. Ungkapan pendek itu…

  • Kota itu Kota

    Kota itu Kota

    Tokyo banyak disebut-sebut sebagai salah satu kota penting di dunia. Saya sudah membayangkan betapa ramainya jalanan-jalanan kota yang konon dua kali lipat lebih sibuk dibanding Jakarta. Keluar dari Bandara Internasional Haneda saya sudah membatin. Memang Jakarta masih sangat jauh dari Tokyo. Jaraknya? Bukan! Keteraturannya! Saya masih terkesan dengan hotel di bandara itu, Villa Fontaine. Perangkatnya…

  • Taqwa nan Agung

    Taqwa nan Agung

    Kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo, di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 5 Juli 2024, berpucuk pada salat Jumat di Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng. Kehadirannya seolah mengukuhkan keagungan masjid berkapasitas ribuan jamaah itu. Bila masjid mengalamatkan religiusitas suatu negeri, maka Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng, dapat saya pendapatkan sebagai penanda religiusitas masyarakat Bantaeng…

  • Badik dan Literasi

    Badik dan Literasi

    Banyak yang merasa bangga. Apalagi penggagas dan pembuatnya. Dianggapnya sebagai suatu penghormatan pada sejarah. Dikiranya sebagai suatu persembahan yang heroik pada masa lalu, dan sebagai sajian yang bombastis pada generasi kini dan nanti. Namun, bagi mereka yang eling, itu merupakan suatu pembodohan, kedunguan dan kemunduran. Semoga saja, itu hanya sebagai suatu ketidaktahuan atau kealpaan alam sadar…

  • Arti Hidup

    Arti Hidup

    Suatu hari di kedai kopi, seorang teman bertanya kepada saya. Menurutmu, apa arti hidup ini? Sebuah pertanyaan singkat, namun menuntut kecermatan dan permenungan yang mendalam. Saya tidak langsung menjawab pertanyaan teman saya, karena saya mengira sebaiknya ia bergulat dulu dengan pikirannya sendiri, atas bacaan yang baru saja ia selesaikan, tentang eksistensialismenya Albert Camus. Camus adalah…

  • Pergi tak Meninggalkan

    Pergi tak Meninggalkan

    Datang dan pergi, beranjak tak berjarak, pergi tapi tidak meninggalkan. Di antara waktu, bertepatan tujuh puluh delapan tahun silam,  ke-Bhayangkara-an dicetuskan dalam sebuah prosesi secara presisi dalam ketepatan, keakuratan dalam sebuah rancangan atau perencanaan. Menyatu menyusuri rimba kehidupan, mengayomi, melindungi, dan melayani. Tabur tuai, setelah hari esok mengadu ke hari kemarin. Ada rindu menghentak, ada…

  • Literasi dan Kehayatan Manusia

    Literasi dan Kehayatan Manusia

    Kalau boleh dibilang, budaya paling purba bagi seorang muslim adalah membaca. Bagaimana tidak, perintah pertama agama bagi kaum muslim, adalah membaca. Manakala Sang  pencipta memberi wahyu “bacalah. Bacalah menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptkan seluruh makhluk” (Q.S.96:1-2). Bagi Sebagian ulama meyakini surat al-‘Alaq merupakan wahyu Allah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Wahyu atau…