Author: Syafinuddin Al-Mandari

  • Bangsawan vs Negarawan: Dari Kehormatan Turun-Temurun ke Pengabdian yang Diakui Publik

    Bangsawan vs Negarawan: Dari Kehormatan Turun-Temurun ke Pengabdian yang Diakui Publik

    Dunia modern ditandai oleh pergeseran mendasar dalam cara manusia memberi makna pada kehormatan. Jika pada masyarakat pra-modern kehormatan dilekatkan pada darah, silsilah, dan simbol-simbol turun-temurun, maka masyarakat modern—dalam segala ketegangannya—semakin menuntut kehormatan yang diperoleh, bukan melalui pemberian; mengakui yang diperjuangkan, bukan diwariskan. Dalam konteks inilah perbedaan antara bangsawan dan negarawan menjadi krusial. Keduanya sama-sama tampak…

  • Bangsawan dalam Bangsa: Bahasa sebagai Arsip Feodalisme dan Modernitas Politik

    Bangsawan dalam Bangsa: Bahasa sebagai Arsip Feodalisme dan Modernitas Politik

    Perkenankan saya menyatakan bahwa ada kesetujuan pada subtansi tulisan M. Yunasri Ridhoh dalam “Bangsa dan Bangsawan”, di Paraminda.com, 28 Desember 2025. Namun, jika yang dipersoalkan adalah keserupaan bunyi belaka, rasanya justru amat problematik. Saya sudah menduga bahwa pembahasan ini bakal berat sebab definisinya sangat dinamis. Saya menganggap bahwa terlalu sederhana jika hubungan bangsa dan bangsawan…

  • Negara dan Bangsa; Berbeda dalam Dekapan Pemiliknya

    Negara dan Bangsa; Berbeda dalam Dekapan Pemiliknya

    Di tengah belantara kesibukan yang laksana benang kusut nan rumit diurai, saya semula hanya menikmati bacaan di laman Paraminda.com. Namun, satu esai dari Sulhan Yusuf berjudul, “Petta Tjalleng Daeng Magguliling Karaeng Tallua Dongkonga”, menurut saya pantas ditimpali dan inilah pendapat yang ingin saya bagikan. Salah satu di antara yang cukup menarik adalah kisah dan teladan…

  • Demokrasi tanpa Parpol

    Demokrasi tanpa Parpol

    Gelombang keresahan rakyat kini tak lagi bisa dipendam. Amuk massa yang kian sering pecah di berbagai daerah adalah tanda bahwa kesabaran publik menipis. Kemarahan itu bukan sekadar letupan spontan, melainkan akumulasi trauma panjang akibat dikhianatinya janji demokrasi. Di ruang kesadaran publik tersimpan luka senyap: partai politik di negeri ini tak lagi menjadi rumah rakyat, melainkan…

  • Ruang Mengalir; Hikmah Konektivitas Jepang

    Ruang Mengalir; Hikmah Konektivitas Jepang

    Memasuki commuter line trayek Haneda ke pusat Kota Tokyo, benak saya membayangkan padatnya lalu lintas kota besar itu. Ternyata tidak! Jalanan lengang. Pameran mobil mewah di negeri jalan raya tak terlihat seperti di Jakarta. Padahal, negeri ini adalah produsen kendaraan bermotor ternama di dunia. Siapa yang tak mengenal Toyota, Honda, Yamaha, Suzuki, dan merk ternama…

  • Public Services, Sebuah Asas Politik

    Public Services, Sebuah Asas Politik

    Dua puluh lima tahun lalu, saya pernah kagum terhadap seorang Kawan yang cukup piawai memberikan penjelasan tentang posisi ilmu politik di dalam suatu negara, bahkan dalam kehidupan secara umum. Ia mengatakan bahwa politik inilah yang mengatur perjalanan orang dari bangun tidur hingga tidur lagi berikut kesejahteraan hidup dan hak-hak serta kewajibannya di dalam ruang. Masih…

  • Egaliter Tanpa Basa-Basi

    Egaliter Tanpa Basa-Basi

    Inilah pelajaran di negeri yang tak bertanya jabatan. Ia menjadi sesuatu yang mewah untuk orang yang berasal dari tempat saya lahir dan menua: Indonesia. Di sini, di Indonesia inilah saya menemukan para pejabat atau yang merasa orang penting selalu ingin tampil paling depan. Tempat duduk di dalam suatu acara publik pun terasa amat menentukan derajat…

  • Haneda Mengundang Iri

    Haneda Mengundang Iri

    Akhirnya malam hari kami tiba di Haneda. Saya kemudian tahu melalui seorang kawan bahwa ia bukan bandar udara (bandara) terbesar di Jepang. Haneda adalah bandar tersibuk. Letaknya di Tokyo. Ia bandar terdekat dari pusat kota Tokyo yakni hanya kurang lebih 15 km jaraknya. Haneda sepintas memiliki kemewahan yang tak jauh berbeda dengan Terminal 3 Bandara…

  • Ramah Pejabat

    Ramah Pejabat

    Pagi sekali saya sudah tiba di Pusat Penelitian Teknologi Informatika dan Komunikasi Nasional (Pustiknas). Gedung itu berada seberang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) salah sebuah universitas ternama Jakarta. Saya bergegas menuju kakus. Saya harus disiplin membuang hasil ekskresi metabolisme tubuh setiap pagi. Selepas berakrab dengan “bilik renungan” di lantai dasar gedung itu, saya…

  • Kota itu Kota

    Kota itu Kota

    Tokyo banyak disebut-sebut sebagai salah satu kota penting di dunia. Saya sudah membayangkan betapa ramainya jalanan-jalanan kota yang konon dua kali lipat lebih sibuk dibanding Jakarta. Keluar dari Bandara Internasional Haneda saya sudah membatin. Memang Jakarta masih sangat jauh dari Tokyo. Jaraknya? Bukan! Keteraturannya! Saya masih terkesan dengan hotel di bandara itu, Villa Fontaine. Perangkatnya…