Category: Esai
-

Sampah di Pesta itu Berserakan
Setiap hajatan resepsi pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan hajatan-hajatan lainya yang beraroma pesta, selalu saja menghadirkan sampah. Baik saat pesta itu sedang berlangsung, maupun setelah pesta itu usai. Yah, di mana ada pesta, di situ ada sampah. Bagaimana jika pesta itu dinamakan dengan pesta demokrasi? Akankah kehadiran sampah juga mewarnainya? Ya, ada dan hampir pasti…
-

Percikan Api Radikalisme Lokal dan Mabuk Sore yang Berusia Empat Hari
Sementara warga Bantaeng asik bermain gawai, berlari, duduk di atas motor menikmati sore di Seruni, saya secara pribadi mendapat cara menikmati Pantai Seruni. Saya dan kawan-kawan menggelar “Mabuk Sore”, Membaca Buku Sore. Pada Mabuk Sore tadi, sudah digelar sebanyak empat hari berturut-turut. Sejak hari Senin dari pukul 16.00 WITA hingga cahaya mentari lamat-lamat berganti gelap.…
-

Abu-Abu Dua Mata Pisau
Mereka belum rabun, tetapi mengapa masih gagap mengenali warna. Karena berburu lencana menaiki kencana, sambil mengacung-acungkan telunjuknya. Namun, lamat-lamat melumat secara muslihat. Itu juga bagian keranjingan yang perlu di-“eksplore“. Lupa kemarin senja tertuduh bermesraan dengan laut biru, menyedapkan rasa, jiwa. Senja tertuduh! Terbungkam hitam pekat (pertanda malam). Saya menemui seorang Dudung malam itu. Di celah…
-

Medsos dan Penampakan Kampanyenya
Kamera handphone telah dinyalakan. Menu video telah di-set up. Bersiap untuk menyorot kandidat ketika datang. Tujuannya, untuk publikasi kunjungan kandidat dalam rangka kampanye. Kandidat telah datang. Disambut meriah oleh para pendukung. Semua kamera pun tertuju kepadanya. Musik ceria mengirinya. Dentuman pengeras suara menggema. Diselingi sorotan lampu yang meriah. Seluruh penghadir bernyanyi bersama. Jingkrak-jingkrak. Beberapa gambar…
-

Cinta dan Kemanusiaan
Jauh di lubuk hati, Bisma sebenarnya juga jatuh hati pada Amba. Tapi ia ingat sumpah selibatnya. Meski ditolak, Amba tak menyerah. Ia mengikuti Bisma ke mana pun pergi. Tanpa bosan, Amba terus meminta Bisma untuk menikahinya hingga suatu kejadiaan nahas. Bisma yang berniat menakut-nakuti Amba dengan anak panah, tanpa sengaja melepaskan anak panah hingga mengenai…
-

Pemimpin Politis dan Pemimpin Negarawan
Tiang dari sebuah negara adalah politik. Eksistensi sebuah negara, hanya bisa berlangsung jika ada proses politik di dalamnya. Negara dan politik adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Negara hanya bisa eksis dan teratur, jika ada prosesi dan aktifitas kepemimpinan. Prosesi dan aktifitas kepemimpinan itulah, masuknya ranah politik. Karenanya, negara tanpa kepemimpinan, maka bukanlah sebuah…
-

Hadap Diri
Bagai cermin pecah seribu, saat perawakan mulai punah, dan kecamuk yang diaduk-aduk lalu remuk, menjadi remah-remah, lalu manusia dengan mudah meremehkan.Dinamika dari bekas koyak dan tombak kisah perjalanan hidup setiap manusia untuk tidak gegabah, atau memaksakan yang berujung petaka kedirian yang masih suka berkedok. Wow menohok. Menakar, menukar nalar. Ada yang mulai tidak ramah. Khilaf…
-

TMS (Ternyata Menyusahkan Sekali)
Di sebuah meeting room hotel berbintang, saya sedang mengikuti rapat penyusunan handbook terkait kegiatan skolastik yang akan diselenggarakan suatu dinas provinsi. Dalam tim penyusun tersebut, hanya sayalah satu-satunya peserta yang tidak berasal dari kalangan dosen. Hampir semua penyusun di kegiatan ini adalah dosen hingga ketua jurusan di berbagai kampus negeri ternama di Sulawesi Selatan. Kami…
-

Mentradisikan Pilkada Bantaeng yang Damai
Sebelum tahun 2005, seorang Kepala Daerah (Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota), tidak dipilih secara langsung oleh pemilih. Ia dipilih melalui proses yang berlangsung di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Untuk menjadi seorang gubernur/wakil gubernur, proses keterpilihannya ada di DPRD Provinsi. Sementara untuk menjadi Bupati/Wakil Bupati atau Walikota/Wakil Walikota, proses keterpilihannya ada di DPRD Kabupaten…
-

Jemput dan Ciptakan Masalah
“Adalah sebuah kesenjangan antara harapan dan kenyataan.” Ah, Itu sudah umum dalam kita mendefenisikannya. Namun ada filosofi lain yang menandai, mengurai sebuah masalah dengan menciptakan masalah! Sepucuk surat Umbu layangkan, sebuah hamparan sabana dari tanah Sumba menghampar pada radar kehidupan yang ditimpuki masalah. Akan menjadi binasa, tanpa harus mengemas dengan teliti, sigap, dan siaga. Lalu…
