Category: Esai
-

Besok Buruh Demo Lagi
Besok Buruh Demo LagiBesok buruh akan demo lagi. Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa selalu demo? Kenapa tidak diam dan bersabar saja? Bukankah ada pemerintah yang mengatur? Mari kita lihat apa gerangan yang membuat buruh demo lagi? Sebanyak 350 buruh di unit kerja Wuzhou, bagian dari PT Huadi, “dirumahkan”. Tiba-tiba. Tanpa surat resmi. Tanpa perundingan. Hanya…
-

Bayi Kemerdekaan Palestina
Gejolak perlawanan terhadap impreliasme makin memuncak. Kaum penjajah Zionis Israel melakukan penyerangan terencana kepada bangsa Iran. Tak tanggung-tanggung, akibat dari penyerangan itu, beberapa petinggi Iran tewas, termaksud panglima tinggi militer, dan beberapa ilmuwan nuklir Iran. Apakah dengan tewasnya (syahid) para petinggi militer dan ilmuwan, Iran kalah? Justru, peristiwa tersebut menjadi pintu pembuka kemenangan yang lama…
-

Setitik Surga yang Tersembunyi
Sebuah desa sebagaimana pemahaman suatu wilayah yang dijadikan tempat wisata, karena potensi daya tarik yang dimilikinya. Desa wisata menjadi suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung. Desa wisata disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Sebuah objek wisata biasanya memenuhi semua unsur wisata yang…
-

Mengapa Sujud di Atas Tanah?
Pernahkah kita melihat seorang bersujud, tetapi dahinya tak menyentuh sajadah lembut? Melainkan sebongkah tanah kecil nan sunyi, diletakkan tenang di hadapan diri? Apa gerangan makna di balik debu itu? Apakah itu warisan lama, atau sekadar ragu? Mengapa tak cukup kain bersih di masjid megah? Lalu ia pilih tanah-benda paling rendah? Namun, hari ini, di layar-layar…
-

Bantaeng dan Banjir yang tak Lagi Mengejutkan
Hujan deras semalaman mengguyur Bantaeng. Dan seperti yang sudah-sudah, pagi harinya bukan hanya air yang menggenang, tapi juga kabar banjir kembali datang. Di media sosial, tak ada lagi nada terkejut. Banjir di Bantaeng kini sudah seperti musim, datang teratur tanpa perlu diundang, tapi tak kunjung ditangani akar masalahnya. Seperti biasa. Foto-foto gotong royong dibagikan, saluran…
-

Antara Hegel, Marx, dan Buruh yang Dirumahkan
Belakangan ini kabar buruk berembus dari Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Kabar ini hampir sama dengan buruknya kualitas udara di kawasan tersebut, lantaran asap yang dihasilkan oleh beberapa tungku smelter nikel di kawasan tersebut. KIBA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, di mana pada saat itu Menteri Perindustrian atas…
-

Ma’rung Naung: Jejak Anak-anak ke Masa Depan
“Jalan terpendek menuju masa depan kadang justru yang paling becek, paling curam, dan tidak masuk peta.”— Petuah dari batu besar di tepi Sungai Maesa, katanya. Aku menulis bukan karena hidupku penting, tapi karena masa kecil di Kampong Masigi terlalu absurd untuk dibiarkan menguap begitu saja. Di sanalah segalanya dimulai: sepatu robek di jalan kebun, ambisi…
-

Ruang Mengalir; Hikmah Konektivitas Jepang
Memasuki commuter line trayek Haneda ke pusat Kota Tokyo, benak saya membayangkan padatnya lalu lintas kota besar itu. Ternyata tidak! Jalanan lengang. Pameran mobil mewah di negeri jalan raya tak terlihat seperti di Jakarta. Padahal, negeri ini adalah produsen kendaraan bermotor ternama di dunia. Siapa yang tak mengenal Toyota, Honda, Yamaha, Suzuki, dan merk ternama…
-

Dunia Spektakel: Menjadi Tontonan atau Penonton
Kata spektakel pertama kali saya dengar saat Bung Roky Gerung membungkam pembicara lain dalam satu debat politik. Ada kalimat yang dikaitkan dengan teori pencitraan yang dapat menjadikan seseorang terkenal dengan gagasan nol. Teori itu disebut dalam buku Guy Debord, Society of the Spectacle, atau masyarakat tontonan, sebuah dunia di mana pencitraan lebih berkuasa daripada pengalaman…
-

Membongkar Ilusi Pendidikan Sekolah
“Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah,” sergap Pramoedya Ananta Toer suatu waktu. Ia menodongkan kata-kata itu seperti senjata. Tanpa basa basi, Pramoedya menarik pelatuk senjatanya, “Tuan, ingatlah! Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.” Saya tak…
