Author: Sulhan Yusuf
-

Tabe’ Bija: Serupa Literasi Qoute
Sederet kata bisa menghidupkan dan mampu pula mematikan jiwa. Sebab kata mampu menghidupkan jiwa, maka seringkali menentukan jalan hidup. Begitu pun, amat banyak jiwa yang mati di hadapan seonggok kata. Satu kata bagai sebutir peluru. Mekar tidaknya jiwa, bergantung pada kata-kata. Sudah menjadi pengetahuan umum, fungsi dari kata adalah sebagai alat untuk melakukan komunikasi, baik…
-

Aku, Javid, dan Pak Syafar
Sekolah bagai cangkang kepompong, sepadan terungku. Bila menamatinya, maka para murid akan terbang, serupa kupu-kupu dengan segenap keindahannya. Baik untuk dirinya, maupun buat orang-orang terdekatnya. Begitulah adanya, sekaum remaja yang selama ini berseragam putih abu-abu, tiba-tiba mengenakan pakain rapi berselempang syal unik, dikenakan sebentuk medali, lalu dikuatkan selembar tanda kelulusan. Wajah-wajah ceria menghidu satu ruangan,…
-

Pilkada 2024: Menyongsong Bantaeng Emas 2045
Mengimajinasikan masa depan satu negeri, apatah lagi mengkuantifikasi patokan masa, bukanlah pekerjaan sulit. Namun, tiada gampang merumuskan langkah konkritnya. Apatah lagi, bila melibatkan sekotah komponen anak negeri, bakal membutuhkan tindakan lantip, buat menjaring segenap minda yang mengemuka. Salah satu negeri di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng, termasuk negeri yang sementara merumuskan masa depan, paling tidak…
-

Menubuhkan Duta dan Ekskul Literasi
Memoncerkan gerakan literasi di sekolah, mesti menyodorkan seribu satu kiat. Selain panduan Gerakan Literasi Sekolah, diperlukan pula tindakan praktis berbasis konteks kebutuhan, sebentuk pembumian literasi. Guru, pustakawan, dan siswa harus padu padan mengingtegrasikan diri dalam satu kesatuan kolektif kelegial, bernapaskan gerakan literasi. Sekotahnya punya pemantik. Termasuk apa yang baru saja saya lakoni pada satu lembaga…
-

Kayulompoa
Puca dan Angkaeng, dua pohon endemis Bantaeng, ditanam secara simbolis oleh Pj. Bupati Bantaeng, Andi Abubakar, saat Peringatan Hari Bumi Sedunia di Cekdam Balangsikuyu. Pilihan lantip terhadap pohon endemis, diinisiasi oleh Kadis Lingkungan Hidup Bantaeng, Nasir Awing. Dan, akan digalakkan secara massif untuk ditanam, terutama di daerah aliran sungai, ketika hari lingkungan hidup nanti. Jujur,…
-

Hari Bumi yang Membumi
Genangan air berwarna hijau, tenang menenangkan. Waima terik baskara barulah semadya adanya. Lebih serupa kolam besar, tinimbang cekdam. Mungkin karena debit air sedikit. Biasanya, tatkala musim hujan awet, volume air cekdam meninggi. Daya tampungnya kurang lebih 84.000 kubik. Luasa areal cekdam 10 hektar. Tak lama kemudian, hujan turun perlahan. Perubahan cuaca, dari terik ke hujan…
-

Tamuku dan Puisi Lainnya
Tamuku sore ini bersama mendung kotakuseiring tergelincirnya senja yang khusyuktamuku pamit pulang ke pengutus-Nya sebelum pisahbait-bait doa kurapalkandaku ingin menggelar pesta kecil-kecilanpenanda bahagia meluap-luapdi perjamuan terakhir tahun iniburasakku-ketupakku dan aneka lauk tersajipesta ini layak dipentaskan sebagai kemenangan bersama dua puluh sembilan hari yang laludikau tamuku datang bersiang-bermalamdengan limpahan aneka paketrahmat-ampunan-pembebasan daku masih ingat benardi subuh…
-

Aku Rindu Pemimpin Pembaca Buku
Tidak ada yang kebetulan. Termasuk momentum esaiku ini. Persisnya, 8 tahun silam, Facebook mengingatkanku pada salah satu kenangan. Tentang, satu tulisan, muasalnya di lembaran mingguan Kala, Ahad, 03 April 2016, lalu kuunggah di akun facebookku, berjudul “Baca Buku, Baca Buku dan Baca Buku”. Esai tersebut berisi tentang dua sosok pemimpin dunia kala itu, sering bersuara…
-

Lailatulqadr dan Puisi Lainnya
Lailatulqadr pernahkah dikau menyaksikan, cinta seorang perempuan bersahaja, yang ditubuhkan pada lelaki sederhana? cintanya tiada berhingga apatah lagi bertepi melewati langit ketujuhmelampaui luasnya samudra itulah cintanya Laila pada Qadirkala malam lailatulqadr hanya perempuan yang berlaila dan lelaki berqadryang mewujudkan kesempurnaan percintaan cintanya dan percintaannyamewujudkan manifestasi ilahiah dalam keperempuanan dan kelelakian kelembutan dan keperkasaankecantikan dan ketampanan semulanya…
-

Sehabis Musrenbang Anak, Hadirlah Assare 9.0
Sekaum anak remaja milenial, kisaran usia 15-18, menabalkan diri sebagai Forum Anak Butta Toa (FABT) Bantaeng, tiada henti beraktivitas. Mereka melaju dengan segudang kreativitas, dikreasikan dari waktu ke waktu, sejak tahun 2012. Aktornya boleh berganti dalam satu forum, tapi ekosistem kreatifnya senantiasa menggelinding, sesuai dengan apa yang bakal didedahkan. Per tanggal 20 Maret 2024, bertempat…
