Author: Sulhan Yusuf
-

Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin
Sekira 6 tahun lalu, persisnya pada 05 September 2018, aku menorehkan satu esai di Kalaliterasi.com, bertitel “Tengkiyu Profesor, Tarimakasi Profesor”. Esai tersebut, sudah menjadi bagian dari buku ketigaku, berjudul Pesona Sari Diri, hal. 493-496, terbit April 2019. Biar lebih elok, aku kutipkan saja paragraf terakhirnya, “Bagi saya, sebagai warga dan selaku penikmat sepak bola, sepatutnya…
-

Butta Toa: Di mana Ketuaanmu?
Kabupaten Bantaeng dijuluki Butta Toa, maknanya tanah tua. Usianya sudah memasuki 770 tahun, per 7 Desember 2024. Penetapan hari jadinya, berlapik mencocokkan beberapa peristiwa penting dan entitas warisan budaya. Lalu, di mana bisa dilacak ketuaannya sebagai alamat kematangan jiwanya? Jamak diketahui, Hari Jadi Bantaeng dipercakapkan dalam Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB), berlangsung 2-4 Juli…
-

Tabebuya adalah Jawaban(?)
Beberapa waktu belakangan ini, di masa kampanye Pilkada Bantaeng 2024, pohon-pohon kota diperkarakan, khususnya pohon Trambesi. Nah, esai saya ini, pernah terbit di Bontahina.com, 7 Desember 2023, dengan judul yang sama. Saya coba adaptasi kembali, sebagai bagian dari unjuk minda. Sebentuk cara pandang, yang melihat penataan Kota Bantaeng sebagai satu kontinutas. Memang Kabupaten Bantaeng, satu…
-

Bantaeng: Negeri Inovasi
Terlalu mudah mengatakan satu realitas buruk. Ongkosnya murah, cukup melontarkan sederet kata mematikan jiwa. Namun, lebih mudah dan murah lagi, menyodorkan kebaikan, cukup dibuktikan dengan keinginan segelintir orang, mau belajar pada pencapaian prestasi layanan kebaikan. Kamis, 12 September 2024, menyata peristiwa unik di Kabupaten Bantaeng. Apa pasal? Hadirnya kunjungan studi tiru dari Kementrian Koordinator Kemaritiman…
-

Lutfi Laddong: Body, Mind, and Soul
Setiap ada karibku berpulang pada keabadian, seolah separuh napasku terbang bersama dirinya. Dan, napas yang tersisa, akan menyusulnya, perlahan mengejar, cepat atau lambat. Sebab, napas akan kembali pada Sang Yang Mahapunya. Kewafatan insan hanyalah menegaskan, dari-Nya akan kembali pada-Nya. Rabu, 11 September 2024. Aku masih menyata di Bantaeng. Pagi masih semenjana teriknya. Baskara belum semadya…
-

Hari ini adalah Hari Baik Kita
Berlaksa tanda kebaikan bisa sebagai penanda. Salah satu penandanya, berbentuk pemberian. Wujud pemberian itu sendiri, bisa pula berlaksa bentuknya. Tanda kebaikan berupa pemberian, serupa siklus memutar dalam keabadian. Kebaikan berpucuk pada pemberian, sementara pemberian berpuncak pada kebaikan. Begitulah adanya satu peristiwa kecil, tapi amat bermakna pada saya. Tatkala seorang sahabat baru pulang dari Bali, karena…
-

Tatkala Anak Bertanya tentang Demonstrasi
Serbuan media sosial, terkait gelombang demonstrasi mahasiswa plus masyarakat belakangan ini, membuat penasaran seorang anak remaja belia, usianya jelang 19 tahun. Maklum sang anak, semestinya tahun ini sudah menjadi mahasiswa, bahkan sudah diterima di salah satu universitas, tapi enggan menjalaninya. Menurutnya, ia menunda berkuliah, tahun depan saja. Ia ingin menikmati suasana rumah. Sebab, ia bersekolah…
-

Sumpah: Sampahku dan Sampahmu adalah Sampah Kita
Segala sesuatu yang bukan pada tempatnya merupakan sampah. Setiap orang pasti menghasilkan sampah. Bahkan, bila seseorang salah tempat, ia bisa jadi sampah. Maka perkara sampah bukan perkara orang per orang, tapi masalah bersama. Pendekatannya pun mesti holistik. Menyata di hajatan anak-anak milenial, sungguh satu kemewahan bagi saya. Mereka mendapuk diri sebagai “Generasi Hijau”. Helatannya bertajuk,…
-

Surat Kemerdekaan untuk Shanum
Waima surat tidak lagi populer guna dijadikan unjuk minda dan rasa, tapi aku masih bersetia untuk menggunakannya. Bagiku, surat tetap lebih baik tinimbang medium lainnya. Surat serupa representasi jiwa, jangkauannya melampaui batas-batas ragawi. Shanum, dikaulah cucu pertamaku. Kehadiranmu seolah menambah gairah hidup, buat menata kehidupan di masa datang. Usiamu baru saja setahun lebih, bila merujuk…
-

Saskia Puber
Telah saya tabalkan di esai sebelumnya, berjudul “Jedar Saskia”, termuat di media ini juga, Paraminda.com, bahwa paling tidak, merujuk pada buku, Binar dari Selatan, Inovasi Bendera Saskia, diinisiasi oleh H. Iwan Setiawan, selaku inovator, telah direplikasi menjadi sejumlah 5 inovasi. Kelima inovasi tersebut, sebagai anak dari Bendera Saskia, takdirnya beda-beda. Ada yang melaju ke ajang…
