Lailatulqadr
pernahkah dikau menyaksikan, cinta seorang perempuan bersahaja, yang ditubuhkan pada lelaki sederhana?
cintanya tiada berhingga
apatah lagi bertepi
melewati langit ketujuh
melampaui luasnya samudra
itulah cintanya Laila pada Qadir
kala malam lailatulqadr
hanya perempuan yang berlaila dan lelaki berqadr
yang mewujudkan kesempurnaan percintaan
cintanya dan percintaannya
mewujudkan manifestasi ilahiah dalam keperempuanan dan kelelakian
kelembutan dan keperkasaan
kecantikan dan ketampanan
semulanya dipisahkan
kini disatukan
adakah yang melebihi, tatkala manifestasi ilahiah
mewujud dalam kebersatuan?
dia perempuan yang melelaki
dia lelaki yang memperempuan
perempuan dan lelaki tak ada lagi
pun Laila dan Qadir tiada jua
hanya lailatulqadr
***
Mustika
Kesetianku seperti daun talas menampung embun, lalu kubujuk baskara agar memadatkannya, hingga di asa berikut mewujud bening kristal padat, bagai mustika permata, siap dicincinkan.
Mustika bening embun, serupa permata, itulah ayat setiaku. Dan akan kujajakan kemana pun. Kutawarkan pada kisanak dan nyisanak di suluk pencarian mereka, tentang seorang pandu hidup buat kehidupan.
Wahai para pencari pandu kehidupan, ayat setiaku ini kutawarkan, sebagai bakti janjiku, bahwa kesetiaan itu bukan meteor jatuh dari langit. Melainkan hasil jerih payah berlaksa malam-siang, buah persetubuhan dingin-panas.
***
Jelata
jelata meronta
sita harta
jelata melata
minta tahta
***
Kredit gambar: Mauliah Mulkin

Pegiat Literasi. Telah menulis buku: Air Mata Darah (2015), Tutur Jiwa (2017), Pesona Sari Diri (2019), Maksim Daeng Litere (2021), dan Gemuruh Literasi (2023), serta editor puluhan buku. Pendiri Paradigma Institute Makassar dan mantan Pemimpin Redaksi Kalaliterasi.com. Kini, selaku CEO Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan Bantaeng, sekaligus Pemimpin Redaksi Paraminda.com.


Leave a Reply