Lailatulqadr dan Puisi Lainnya

Lailatulqadr

pernahkah dikau menyaksikan, cinta seorang perempuan bersahaja, yang ditubuhkan pada lelaki sederhana?

cintanya tiada berhingga 
apatah lagi bertepi

melewati langit ketujuh
melampaui luasnya samudra

itulah cintanya Laila pada Qadir
kala malam lailatulqadr

hanya perempuan yang berlaila dan lelaki berqadr
yang mewujudkan kesempurnaan percintaan

cintanya dan percintaannya
mewujudkan manifestasi ilahiah dalam keperempuanan dan kelelakian

kelembutan dan keperkasaan
kecantikan dan ketampanan

semulanya dipisahkan
kini disatukan

adakah yang melebihi, tatkala manifestasi ilahiah
mewujud dalam kebersatuan?

dia perempuan yang melelaki
dia lelaki yang memperempuan

perempuan dan lelaki tak ada lagi
pun Laila dan Qadir tiada jua
hanya lailatulqadr

***

Mustika

Kesetianku seperti daun talas menampung embun, lalu kubujuk baskara agar memadatkannya, hingga di asa berikut mewujud bening kristal padat, bagai mustika permata, siap dicincinkan.

Mustika bening embun, serupa permata, itulah ayat setiaku. Dan akan kujajakan kemana pun. Kutawarkan pada kisanak dan nyisanak di suluk pencarian mereka, tentang seorang pandu hidup buat kehidupan.

Wahai para pencari pandu kehidupan, ayat setiaku ini kutawarkan, sebagai bakti janjiku, bahwa kesetiaan itu bukan meteor jatuh dari langit. Melainkan hasil jerih payah berlaksa malam-siang, buah persetubuhan dingin-panas.

***

Jelata

jelata meronta
sita harta

jelata melata
minta tahta

***

Kredit gambar: Mauliah Mulkin


Comments

2 responses to “Lailatulqadr dan Puisi Lainnya”

  1. Rosdalifah Avatar
    Rosdalifah

    Masya Allah, Tahniah. Sungguh puisi indah yang terpadu dr kata2 figuratif nan dalam. Good job, Suhu👍

    1. Sulhan Yusuf Avatar
      Sulhan Yusuf

      Alhamdulillah. Tengkiyu bingits atas apresiasinya. Barakallah selalu adanya bu guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *