Author: Dion Syaif Saen

  • Mahkota Kiai, Jubah, dan Sorban

    Mahkota Kiai, Jubah, dan Sorban

    Betapa lugu dan gobloknya saya masa itu, mudah dibohongi, saat mendengar kisah kiai, orang pakai jubah dan sorban itu begitu keramat dan katanya sakti mandraguna. Memaksakan diri menerobos, berebutan cium tangan, minta berkah, berburu baca-baca sakti ilmu kanuragan. Pada akhirnya semua bagai memori keculungan, dan kebodohan saya yang sengaja dibodoh-bodohi, disuguhi doktrin. Dipaksanya saya disuapi…

  • Isilah Titik-Titik!

    Isilah Titik-Titik!

    Sepele, kadang menganggapnya biasa saja, lagian apa yang harus saya isi dalam titik-titik itu sementara soal telah bocor di mana-mana, kejujuran terpenggal, dari topeng sosial dan kesialan yang sama-sama beriringan?‎‎ Menganggapnya mudah dan menggampangkan.  Dengan enteng, saya petenteng saja menyusuri lekuk dan riak keseruan kehidupan, yang semakin tampak anggun serta songongnya, ada yang secara cadas, ada…

  • Melapangkan Sejarah

    Melapangkan Sejarah

    Puspita merelung jauh, di tengah kumpulan, jejak pustaka buyutnya, membawanya ke sebuah sabana penyusurannya, bersama serumpun keluarga besar Ma’dunda bin Serang yang diagendakan Ahad 25-01-2026. ‎‎Narasinya membuatku terdiam sejenak, setiap pragrafnya, membawaku larut menekuni prosesi kemarin saat berkunjung di sebuah rumah adat Bantaeng. Puspita  menyuguhkan dengan pembukanya yang tegas, mengayuh ke setiap diksi, saat memintanya untuk…

  • Kesosialan dan Kesialan

    Kesosialan dan Kesialan

    Saya mulai gulai gugup dan gagap. Kusematkan dan kusamarkan saja dalam caraku bersifat dan bersikap, toh tersingkap walau sejauh mana menyembunyikan tentang sifatia manusia, antara kedok dan ketulusan itu, antara kesosialan dan kesialan menjadi konsekuensi. ‎‎Kadang pula saya tersesat, terjebak sendiri, terseret, terbawa suasana pastinya, di tengah gelombang kemanusiaan yang mengintimidasi, sampai tersungut dan menjamurnya…

  • Cidong Landang Akrapang-Rapang Maka Appa’na.

    Cidong Landang Akrapang-Rapang Maka Appa’na.

    ‎Se’re pappasang: Sikatutui, sikapaccai, sipakainga’. Siparampe pa’mai tangnga mammilea bija kasi-kasi surang kalumannyang.  Sekre pa’risi, surang pacce nujului.  ‎Passiamakkang, ri sesena cucu kulantu’na Pama’ bin Ma’dunda bin Serang. Nipanjari tambara surang leko akculla-culla angngerang pa’mai tamaminrayya. ‎Irate ri Balla bibattuia, accidong landang akrapang-rapangn Ri pambuakanna Taung ruasa’bu ruangpulo angngannang, tanggala sampulo assangang tuju. ‎Naku wuntu…

  • 1901

    1901

    ‎Yuval Noah Harari: Sejarah adalah tentang bagaimana homo sapiens mendominasi dunia berkat kemampuan unik mereka untuk bekerja sama secara fleksibel dalam jumlah besar, yang dimungkinkan oleh kapasitas mereka untuk percaya pada kisah-kisah fiksi atau “mitos” kolektif. Dikutip dari sebuah laman, dengan halaman tepat pada pencarian referensi narasi ini. ‎Tentang apa sejarah itu? ‎Bagi Harari, sejarah…

  • Filosofi Sang Umbu

    Filosofi Sang Umbu

    Air akan sampai ke tujuan dengan sasaran yang tepat. Aliran ke sawah,  ke pemukiman, hingga ke  tempat ibadah. Mengalir membasuh kerongkongan, kening serta bertahan hidup di tengah alam yang menyeruak makna-makna dan isyarat.  Dia mengalir dengan khidmat serta nikmat, sesuai sasaran. Muaranya  bagi kehidupan anak manusia.  ‎‎ Dia mengajak menyatukan tanpa memilih, suku, agama dan…

  • Apakah Saya Murtad?

    Apakah Saya Murtad?

    ‎‎Mengawali narasi ini, izinkan saya jika tidak sekiranya meninggalkan agama saya, hanya sekadar mengucapkan, “Selamat Natal dan penuh keberkahan, tuntunan hidup dalam kasih-Nya, kepada saudara-saudara saya umat kristiani. “ Peran manusia diutus dan dijadikan penghuni dunia, alam semesta ini adalah mahluk dalam sejuta kasih,  sebagai makhluk dan dinamakan hamba sahaya, bersosialisasi, berinteraksi, berempati, bukan antipati.…

  • Ayah dan Rapor

    Ayah dan Rapor

    ‎Saya tergugat dan tergugah seketika, saat  menerima pesan WhatsApp, bahwa hari penerimaan rapor harus dihadiri oleh ayah. Saya menatap Argan yang sudah siuman bergegas menuju kamar mandi.   ‎Sesaat kemudian Argan lengkap dengan seragamnya, saya sambil mengusapnya dan membujuknya. Maafkan saya, tidak harus hadir mewakili ayahmu.  Dia mengangguk melepaskan senyuman seperti biasa,  dan saya sangat paham…

  • Sampulo Anrua Jarang: Sebuah Prosesi Budaya

    Sampulo Anrua Jarang: Sebuah Prosesi Budaya

    ‎‎Sampulo anrua jarang, iratemi loklorangna jannanga, nabae  angtamaka ri ada 12.  Nani erang akkusiang, surang akrapang-akrapang ri allo kalompoangna Bantaeng. ‎‎ Anre todo naku barani erok nikua, kapitu-pitu, mingka se’re pakkusiang ro kalompoangna angjari tanra se’rea pangadakkang ri butta majannanga. ‎‎Na’rappungmo sekre loklorang jannang, risesena sekre pangadakkang.  Langjari tanra bunganna ia naerang pasang angkongngia: “Nia’…