Author: Dion Syaif Saen
-

Berhala Waktu
24 jam hanya istilah, untuk menjebakku pada menit dan detik. Sebelum lampu-lampu rumah dinyalakan. Ketika surau mengajak, memanggil-manggil, dan anak-anak lelah bermain. Aku mengulik Konflik. Seharian itu hanya sebentar saja terasa. Namun cukup melekat di antara ingatan dari sekian detik sekelumit peristiwa. Ada yang memaksa untuk melupakan masa lalu. Ada dendam. Ada memamerkan arloji mahal,…
-

Karma dan Kurma
Kita pikir kita memilih, padahal kita menuruti skenario. Ditulis diam-diam oleh tangan yang tak kelihatan. Karma datang bukan karena salah. Kurma disajikan seolah rukun kelima yang sarat dilema. Serta dihidangkan bukan pula karena lapar. Keduanya datang bersamaan, satu buat hukuman, satunya mengenyangkan. Dua hal bertarung, di antara dosa terpaksa, atau dosa yang tertinggal jauh. Sambil…
-

Petong, Poteng dan Topeng
Pesta sudah usai. Mari kita kembali ke habitat, sembari berbaring menghitung satu persatu berapa banyak luka sosial telah kita tabur. Seputih harapan, sepulih ingatan. Masih sulih dan kita sama-sama merasakan risih. Itu pertanda kita mulai merasakan titik jenuh dari suara, tentang dialektika kosong yang hanya tebak-tebakan. Pagi itu Petong terbangun oleh suara kotek-kotek nan nyinyir.…
-

Perayaan Sebuah Republik di Bissampole
Riuh dan gemuruh kemerdekaan bernama Republik Indonesia ke-81 ini. Usia negeri yang terbaca dalam sejarah, pertengahan perjalanannya, menurutku hanya menyesuaikan pada tahun 1945 saja. Rasanya selera berandaiku ini pupus di antara babad di abad yang tergolong masih beranjak dewasa. Dipaksanya aku bersorak-sorai bergembira, padahal kita masih terpenjara. Negeri yang sepertinya semakin terhujam dan dibabat. Tapi…
-

Tentang Katanya
Seleraku menggugat, mendaras yang sederhana saja, agar semakin menguatkan dengan tidak melintas sekadar tameng pembatas buku. Aku baca selembar dan sampai tiap selesai satu bab, muncul seribu tanya baru yang belum berani kujawab. Aku masuk ke celah-celahnya. Mengunyah sampai sebuah tinta kata-kata menetes di ujung lidah. Aku suka merayu dan memaksakan keinginan pada Tuhan, sampai…
-

Mengarang Kemerdekaan
Aku buat sendiri satir pada judul, tetapi apa guna. Tidak mengapa! Biar lega sesak di dada di tengah luka terkoyak sebuah negeri yang seharusnya kaya, disegani, menjadi seperti istilah yang kini santer “Londoireng”. Hem. Tidak harus ikut menyeretku ke suatu hal tanpa kumengerti. Cukup hal biasa bin sederhana saja kucelupkan pada narasi ini. Saat aku…
-

Sikapallakki
Seketika mulai rapuh. Melepuh, luluh, dan keruh. Sejumud hidangan asin, manis, pekat, tawar, dan pahit sepertinya susah lagi kita definisikan. Untuk guyub, tergantung selera, strata sosial, mulai pudar bin hambar. Tidak perlu pura-pura tidak tahu bahwa realitas yang ada tampak di depan hidung. Sudut pandang sosiologi dan antropologi mencoba menafsirkannya: Beberapa bentuk mentalitas serta kebiasaan…
-

Seputik Surat Danu
Surat ini hanya jembatan kecilku untuk sekadar menyeberangi titimasa itu. Bukan untuk butuh klarifikasi, tetapi sebagai afirmasi saja, dari sesuatu yang tumbuh menghadirkanmu setiap saat. Ternyata aku lupa untuk pulang ke rumah.Lentera itu masih menceritakan gelap ketika cahaya menjauh. Gerai rambutmu yang hitam sebahu, ketika angin memainkannya. Ada getir merambat tidak karuan. Betapa konyolnya manusia…
-

Bukan Hitam Putih
Benar dan salah, antagonis dengan protagonis, terlihat manis dan sinis. Sepakat kata Sujiwo Tejo: dia terjebak pada diri dan cara berpikirnya tentang saat dia memainkan dan memaknai peran wayang, bahwa Kurawa salah, Pandawalah yang benar, atau kisah Ramayana, Rahwana yang buruk, Rama yang baik. Seketika kudermakan waktuku malam itu, sampai sesuntuk. Entah kenapa kantukku tertangguhkan.…
-

Adin di antara Minat dan Bakat
Kusematkan pembuka dari percakapan tentang bagaimana anak usia remaja itu melawan keinginan, selera di luar minat dan bakatnya. Yah. Dua kata yang memiliki arti berbeda, namun memiliki keterkaitan antara keduanya. Jika seseorang memiliki bakat, ia akan semakin terdorong dan termotivasi oleh minat. Dua kata itu menyuplai keinginan yang terbatas sebagaimana arti dari kata minat adalah…
