Author: Dion Syaif Saen

  • Klise

    Klise

    Budaya manggut semakin akut. Kuredakan suara seperti perkutut, tetiba kudikutuk. Saat menggeleng, kita dikira pembangkang, sombong, serta pembantah. Ketika mengalah, diserbu seribu adu dan melempar kita seperti dadu, dituduh kita bagai bajingan. Kutadah air hujan saat berkenaan matahari terang mencabik, mengubah kulitku menjadi legam. Tanpa arah angin yang pasti, berkutat di satu titik, masih saja…

  • Cermin

    Cermin

    Guru paling jujur. Dia tidak pernah bohong, tapi juga tidak pernah menjelaskan secara teori dan percakapan. Dia hanya menunjukkan, bukan menghakimi. Kadang juga manusia suka lari dari cermin saat lagi jelek, kusut, menangis, dan saat wajah kita telah menandai tidak muda lagi, dan lain sebagainya. Cermin membalik, bukan meniru. Apa yang di kanan, kelihatan di…

  • Sipakainga’

    Sipakainga’

    Kisi-kisi hidup kita memasuki usia setengah abad telah tertanda. Babad kita lalui bersama. Sementara dinamika seiring mengikuti setiap peran kita, meninggalkan jejak lima puluh tahun. Masih butuh eling dan, paling penting, saling memahami. Tidak harus saling merasa paling “penting”. Anniversary hanya pelengkap dan “belo-belo pa’rappungang”. Tidak menjadi prioritas, rutinitas, tidak mesti sekadar dihampar tikar duduk…

  • Mengeja-Nya dalam “Kesadaran”

    Mengeja-Nya dalam “Kesadaran”

    Tidak harus ke mana-mana, tidak di sana, di sini, dan di situ. Atau bahkan dianggap tempat suci, atau sakral sekalian, sembari “begadang” menanti seperdua malam. Sunyi! Merafal serta menghafal! Paling tidak, sederhananya memahami setiap peristiwa, dalam istilah kendali firman dan kehendak-Nya, adalah sarana untuk mengenal karakter-Nya, mendengarkan suara-Nya, serta menempah segala bentuk ngigaunya manusia, menguatkan…

  • Melewati Permukaan

    Melewati Permukaan

    Selama ini hanya sibuk mengetahui! Tanpa harus lebih pada memahami. Bisa saja memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi sedikit untuk memahami. Bagaimana membaca dan menginterupsi interpretasi terhadap orang lain? Strukturnya adalah mengetahui dengan kepala, memahami dengan hati. Perannya berbeda: “memahami kedalaman, mengetahui permukaan”. Minim membaca dengan objektif. Sampai kadang menggandrungi jenis selera dan latah membudaya, dan…

  • Teori dari “Langit”?

    Teori dari “Langit”?

    Terlalu banyak teori! Kata seseorang, menjadi penghayal atau terjerat teori baru. Ini bukan teori baru, ini sudah lama mencekam, tertimbun rapuh di tengah kumpulan teori itu sendiri. Tersandera dengan dalih dan “dalil”. Di tengah gempita ingin gunting pita masuk surga. Celetuk seseorang lagi di sebuah siang dengan kumpulan pengetahuan. Menempahku, keseruan hidup dengan pola-pola yang…

  • Manusia, Prasangka dalam “Kandang”‎

    Manusia, Prasangka dalam “Kandang”‎

    Kalau hidup diandaikan seperti manusia, sifatnya akan seperti karakter Dasamuka, salah satu karakter dalam mitologi Hindu. Dasamuka dipercaya memiliki sepuluh muka yang, jika diibaratkan seperti hidup, memiliki banyak sisi. Hidup selalu berubah-ubah, jiwa, sifat, dan reaksinya bisa naik, turun, berwarna merah, kuning, atau biru, lalu meletuslah balon hijau. Tergantung dilihat dari sisi mana. Lalu datanglah…

  • ‎SPG Bukan MBG

    ‎SPG Bukan MBG

    Dekat jendela zaman, selasar waktu mengajak untuk sejenak merenung. Tentang bagaimana sistem, peran dan gairah pengetahuan dalam sebuah kurikulum yang dulu pernah mengalami masa duduk di bangku sekolah dasar. ‎‎Menurut saya, mereka amat kreatif, para guru praktek di masa hadirnya sekolah pendidikan guru (SPG) kala itu, menemukan pola mengasuh, mengasah imajinasi, kognitif, dan menjalankan pedagogi yang…

  • ‎Ritual Haji?

    ‎Ritual Haji?

    Sebuah penelusuran menunjukkan bahwa ibadah haji berakar pada kisah spiritual Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang diwariskan turun-temurun.‎‎Unsur mengenai sejarah dan kisah terkait asal-usul istilah haji, menurut beberapa pendapat, merupakan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail, yang diperintahkan oleh Allah Swt. untuk membangun Ka’bah. Ritual Sa’i.‎‎Seribu tanya dalam benak, toh kenapa…

  • Gegara Stand Up Komedi

    Gegara Stand Up Komedi

    Hendak menjual satu anaknya pada saat pandemi Covid mencekik, hingga sering berhalusinasi hendak menyudahi hidupnya dengan dua kali percobaan bunuh diri. Seorang ibu terhentak. Selepas niatnya ingin mengakhiri hidupnya, dia nekat dengan jalan itu untuk selesai dari persoalan dunia dan kehidupan yang menghujamnya. Kisah ini real terjadi pada kontes kehidupan terpapar kemiskinan yang menggugah dari…