Author: Dion Syaif Saen

  • Apakah Saya Murtad?

    Apakah Saya Murtad?

    ‎‎Mengawali narasi ini, izinkan saya jika tidak sekiranya meninggalkan agama saya, hanya sekadar mengucapkan, “Selamat Natal dan penuh keberkahan, tuntunan hidup dalam kasih-Nya, kepada saudara-saudara saya umat kristiani. “ Peran manusia diutus dan dijadikan penghuni dunia, alam semesta ini adalah mahluk dalam sejuta kasih,  sebagai makhluk dan dinamakan hamba sahaya, bersosialisasi, berinteraksi, berempati, bukan antipati.…

  • Ayah dan Rapor

    Ayah dan Rapor

    ‎Saya tergugat dan tergugah seketika, saat  menerima pesan WhatsApp, bahwa hari penerimaan rapor harus dihadiri oleh ayah. Saya menatap Argan yang sudah siuman bergegas menuju kamar mandi.   ‎Sesaat kemudian Argan lengkap dengan seragamnya, saya sambil mengusapnya dan membujuknya. Maafkan saya, tidak harus hadir mewakili ayahmu.  Dia mengangguk melepaskan senyuman seperti biasa,  dan saya sangat paham…

  • Sampulo Anrua Jarang: Sebuah Prosesi Budaya

    Sampulo Anrua Jarang: Sebuah Prosesi Budaya

    ‎‎Sampulo anrua jarang, iratemi loklorangna jannanga, nabae  angtamaka ri ada 12.  Nani erang akkusiang, surang akrapang-akrapang ri allo kalompoangna Bantaeng. ‎‎ Anre todo naku barani erok nikua, kapitu-pitu, mingka se’re pakkusiang ro kalompoangna angjari tanra se’rea pangadakkang ri butta majannanga. ‎‎Na’rappungmo sekre loklorang jannang, risesena sekre pangadakkang.  Langjari tanra bunganna ia naerang pasang angkongngia: “Nia’…

  • Hari Guru?

    Hari Guru?

    Argan berusaha menutupi suasana hari- harinya, yang kadang menggerutu dan malas-malasan saat bangun pagi, mandi, sikat gigi, lalu berangkat ke sekolah. ‎‎Pagi ini bangunnya telat, saat saya lupa bahwa hari ini sekolah diliburkan karena perhelatan seremoni bernama hari guru. Maka libur sehari dalam rangka memperingati hari guru katanya. ‎‎ Di sisi lain tegaknya pengetahuan, sejarah…

  • Telusur Leluhur dalam Kabut Sejarah

    Telusur Leluhur dalam Kabut Sejarah

    Seketika tabir terbuka, sebuah  kabut seakan sengaja menutupi. Di sanalah  saya hampir  berhenti pada penyusuran yang sudah di tengah jalan?  Agar tidak kabur, bagi saya masih butuh rekayasa lain untuk menjadi bahan telusur lebih mendekati,  biar cukup dasar telusur sebagai penguat, serta pengikat. Bukan diajak merenung semata, dan diceritakan memaksa saya menerima begitu saja. Tidak juga…

  • Gegara Kata Budele

    Gegara Kata Budele

    Sebelumnya, agar tidak piti-piti dan kapitu-pitu (asal dan ngawur). Supaya lebih terarah, agar tidak mengada-ada. ‎‎Bagaimana seksi dan rupawannya serta asal-usul “budele“? Konteks budayanya?  Yang sering jadi incaran, bahkan sengketa pada sebuah keluarga. Hingga berujung tragis. Sesama  saudara “sikapallakki” (saling sikat), hanya gegara “budele“.  ‎‎ ‎‎Kata budele,  memiliki beberapa versi pengertian. Ada yang memperkirakan berasal dari…

  • Kidung: Suara keadilan di Balik Tungku dan Cerobong

    Kidung: Suara keadilan di Balik Tungku dan Cerobong

    ‎Semua sisa kenangan, tergenang di antara belantara kesenjangan sosial, antara keinginan, harapan serta kenyataan. Tergilas oleh sesuatu di luar waras.  ‎Saya pikir kepulan asap tebal di cerobong itu, adalah bagian dari api abadi kehidupan. Rupanya bukan. ‎Setiap detik, tungku dipertahankan.  Jangan sampai  padam, cuan tidak mengalir, dampaknya buruh sasaran.  ‎Mata nanar, membidik satu persatu para…

  • Pama’ dan Aroma Kopi Pa’bumbungang

    Pama’ dan Aroma Kopi Pa’bumbungang

    Pama’, sebagaimana namanya, cerita, artefak, sampai makamnya, masih tertabur wangi bunga dan hamparan cerita dari berbagai sumber, juga dari keturunan langsungnya. Saat saya temui Tata’ Saleng, Bapak Naping, dan beberapa tetua dari cucu-cucunya, hanyutlah rasa yang berkecamuk, terdampar di suatu pulau yang rapuh dengan kisahnya yang dipenuhi hal menarik.  ‎Empat tahun lalu, riset dan penelusuran …

  • Kelana Jiwa

    Kelana Jiwa

    ‎Berkelanalah, berkencanlah dengan jiwa dan pikiran, bukan semata raga dan fisik, sebab kesemuanya akan tergugat oleh pikiran dan jiwamu sendiri.‎‎Percakapan itu sering kami bincangkan. Betapa kekuatan jiwa, pikiran mampu membuat sebuah kenyataan.‎‎Tetiba saya terhempas dan jatuh goblok di Minggu lalu, seketika tahu dan telah saya pikirkan sebelum berangkat, bahkan di tengah perjalanan menuju Kampung Campaga.‎‎Apakah…

  • Srikandi dari Desa Kampala

    Srikandi dari Desa Kampala

    ‎Dekat Permandian Ermerasa, berjarak dua belas kilo meter dari kota, dengan menempuh jarak—tidak perlu ngebut,  tidak harus terburu-buru, di antara  bukit, rerimbunan pohon berada pada kampung tepatnya Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa. Srikandi itu lahir.  ‎Dari desa, sebuah prestasi itu terejawantah. Dulu dianggap sepele, dari hunian manusia kota yang parlente,  kini semua terbantahkan.  Membangun jiwa  dari…