Author: Dion Syaif Saen

  • ‎Ritual Haji?

    ‎Ritual Haji?

    Sebuah penelusuran menunjukkan bahwa ibadah haji berakar pada kisah spiritual Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang diwariskan turun-temurun.‎‎Unsur mengenai sejarah dan kisah terkait asal-usul istilah haji, menurut beberapa pendapat, merupakan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail, yang diperintahkan oleh Allah Swt. untuk membangun Ka’bah. Ritual Sa’i.‎‎Seribu tanya dalam benak, toh kenapa…

  • Gegara Stand Up Komedi

    Gegara Stand Up Komedi

    Hendak menjual satu anaknya pada saat pandemi Covid mencekik, hingga sering berhalusinasi hendak menyudahi hidupnya dengan dua kali percobaan bunuh diri. Seorang ibu terhentak. Selepas niatnya ingin mengakhiri hidupnya, dia nekat dengan jalan itu untuk selesai dari persoalan dunia dan kehidupan yang menghujamnya. Kisah ini real terjadi pada kontes kehidupan terpapar kemiskinan yang menggugah dari…

  • Agama Impor!?

    Agama Impor!?

    Mengapa agama asli leluhur Nusantara ditinggalkan? Apa kurangnya agama asli Nusantara, padahal agama asli Nusantara sudah memberi banyak kemudahan dalam hal kemajuan, kebebasan berpakaian, lebih berperikemanusiaan, bahkan lebih berpandangan terbuka? Pertanyaan pembuka di halaman ini dari seseorang seketika membahas hal sensitif terkait fenomena sekarang, “agama sebagai tameng”. Tak jarang dan tidak sedikit, gegara bahas agama,…

  • Sinopsis Manusia

    Sinopsis Manusia

    Ritual manusia, ada  yang merayap, meratap, sampai yang terlelap.  Menjadi bijak atau jahat, peran ini telah berlangsung dan kita lena selama belum pulihnya kesadaran itu sendiri.‎‎Di sudut lain seseorang menanti  balas sebuah budi!  Sementara si Budi diam-diam di sudut keadaban, mulai menyesuaikan diri, dalam keadaan terperangkap kondisional dan transaksional. ‎‎Perkembangan manusia berfokus pada refleksi rasional mengenai…

  • Assiama di Tengah Kenduri Peradaban

    Assiama di Tengah Kenduri Peradaban

    Di tengah gejolak sosial kemanusiaan, pertarungan individu menjadi pentas monolog. Sembunyi di balik tirai kebijaksanaan, kehilangan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat di Nusantara ini. Akhir-akhir ini, sebagian di antara kita tak lagi ramah, saling ingin meremah, suasana semakin kacau, isu dikemas, para cendekia, tokoh menjadi pengamat yang lamat-lamat hanya menemui jalan buntu di tepi jurang,…

  • Mabuk

    Mabuk

    Tubuh saya ambruk, di antara tegukan demi tegukan, dan saat  saya terpaksa  sejak kecil untuk menekuni sebuah doktrin antara agama.  ‎‎Sejak kecil, remaja sampai usia dalam kecanduan, sampai ada yang  masturbasi agama. Seketika mental saya tertempa, berusaha untuk terlepas dari  kegamangan itu,  saya dicekal dalam sebuah dogma pamali dan tabu. ‎‎Agar lebih merasakan mabuk berlebihan…

  • NU Kultur dan Struktur

    NU Kultur dan Struktur

    Dua hal menjadi pertempuran di benak saya, hierarki mengikat keduanya, dan menganggap kekuatan kultur begitu kuat mengikat sebuah struktur.  Peradaban, kebudayaan dari sejarah terbentuknya organisasi NU. Peran sentralnya menjadi pilar bangsa, kekhusyukan untuk umat secara kultur, menandai perkembangannya. ‎‎Apakah hanya menghafal Aswaja,  tanpa membaca sejarah NU? Atau hanya  identitas struktur semata tujuan.  Saya masih menganggap kultur…

  • Sebelum Keluar, Masuklah Dulu

    Sebelum Keluar, Masuklah Dulu

    ‎‎Saat mencoba masuk, masih selalu ada keinginan keluar, padahal di luar berapa serangkai parsel-parsel. Saat keluar seakan  menyembuhkan  sebuah dahaga. Padahal jauh lebih ke dalam akan memberimu isyarat dari segala  syarat.  Suasana menyembur di langit-langit. Pada syahwat yang  memuncah, di antara realitas dan imajinasi membawa saya berhalusinasi, dipenuhi rangkaian ekspestasi. Betapa saat sebelum keluar, masuk di…

  • Mahkota Kiai, Jubah, dan Sorban

    Mahkota Kiai, Jubah, dan Sorban

    Betapa lugu dan gobloknya saya masa itu, mudah dibohongi, saat mendengar kisah kiai, orang pakai jubah dan sorban itu begitu keramat dan katanya sakti mandraguna. Memaksakan diri menerobos, berebutan cium tangan, minta berkah, berburu baca-baca sakti ilmu kanuragan. Pada akhirnya semua bagai memori keculungan, dan kebodohan saya yang sengaja dibodoh-bodohi, disuguhi doktrin. Dipaksanya saya disuapi…

  • Isilah Titik-Titik!

    Isilah Titik-Titik!

    Sepele, kadang menganggapnya biasa saja, lagian apa yang harus saya isi dalam titik-titik itu sementara soal telah bocor di mana-mana, kejujuran terpenggal, dari topeng sosial dan kesialan yang sama-sama beriringan?‎‎ Menganggapnya mudah dan menggampangkan.  Dengan enteng, saya petenteng saja menyusuri lekuk dan riak keseruan kehidupan, yang semakin tampak anggun serta songongnya, ada yang secara cadas, ada…