Category: Esai
-

Dekolonisasi Ilmu Sosial Bukan Sekadar Omon-Omon
Kita orang-orang Timur kerap terpana—untuk tidak mengatakan inferior—jika bertemu orang-orang Barat. Di masa lalu, anak-anak seperti sedang melihat alien apabila bertemu manusia berkulit putih, bermata biru, dan rambut berwarna emas. Di emperan pertokoan, atau di pinggir jalan, atau di atas angkutan umum, atau di terminal pasar lokal, anak-anak merasa takjub dan heran, dan mengundang rasa…
-

Isilah Titik-Titik!
Sepele, kadang menganggapnya biasa saja, lagian apa yang harus saya isi dalam titik-titik itu sementara soal telah bocor di mana-mana, kejujuran terpenggal, dari topeng sosial dan kesialan yang sama-sama beriringan? Menganggapnya mudah dan menggampangkan. Dengan enteng, saya petenteng saja menyusuri lekuk dan riak keseruan kehidupan, yang semakin tampak anggun serta songongnya, ada yang secara cadas, ada…
-

Warga, Kampus, dan Bayang-Bayang Kekerasan Epistemik
Saya sangat menyesal, hari itu saya tiba terlambat di lokasi kongkowkolektif#1 yang dibikin oleh Gengdekol dan Paradigma Institute. Perhelatan diskusi yang sebetulnya jauh-jauh hari sudah saya rencanakan untuk hadir. Sayang rencana itu tak sampai. Dalam perkiraan saya, jarak dari Topejawa, Takalar, seusai menghadiri pernikahan seorang kawan, ke Pabbentengan, Alauddin, tidak akan memakan waktu sangat lama.…
-

Di Ujung Pengabdian, Kebersamaan Menjadi Rumah
Sore itu, langit tampak mendung. Angin bertiup kencang, daun-daun berguguran. Langkah kaki pemuda desa menapaki jalan di samping kantor Desa Bonto Jai yang sibuk mempersiapkan segala kelengkapan dan pernak-pernik malam ramah tamah, mulai dari panggung hingga penampilan untuk memeriahkan malam puncak perpisahan. Tari Gangrang Bulo membuka suasana malam ramah tamah, disertai teriakan antusias para ibu…
-

Jejak yang Dirawat, Langkah yang Dikuatkan: 27 Tahun Desa Bonto Jai
Cakrawala menyingsing di ufuk timur. Daun kelapa bergoyang tertiup angin, seolah menyanyikan syair bahagia dengan iringan desiran ombak yang memecah pantai, membentang di lautan luas nan biru. Tepat pada 9 Februari 2026, Desa Bonto Jai merayakan hari jadinya yang ke-27 dengan mengusung tema “Merawat Sejarah, Menjaga Kebersamaan.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pesan moral…
-

Bangsawan vs Negarawan: Dari Kehormatan Turun-Temurun ke Pengabdian yang Diakui Publik
Dunia modern ditandai oleh pergeseran mendasar dalam cara manusia memberi makna pada kehormatan. Jika pada masyarakat pra-modern kehormatan dilekatkan pada darah, silsilah, dan simbol-simbol turun-temurun, maka masyarakat modern—dalam segala ketegangannya—semakin menuntut kehormatan yang diperoleh, bukan melalui pemberian; mengakui yang diperjuangkan, bukan diwariskan. Dalam konteks inilah perbedaan antara bangsawan dan negarawan menjadi krusial. Keduanya sama-sama tampak…
-

Ilmu Tanpa Warga: Catatan Diskusi Dekol di Toko Buku Paradigma Ilmu
Awal Februari 2026 yang disambut hujan dan banjir di beberapa titik di Makassar, membuat hati saya terasa hangat. Bagaimana tidak, ini untuk pertama kalinya selama saya menetap di kota ini akan hadir dalam diskusi di Toko Buku Paradigma Ilmu. Sebuah toko buku yang legendaris. Tema yang diangkat “Dekolonisasi dan Masa Depan Ilmu-ilmu Sosial: Belajar dari…
-

Ketika Pengetahuan Berjarak: Kampus, Kekuasaan dan Kekerasan Epistemik
Diskusi itu berlangsung sederhana. Sebuah kongkow kolektif di Toko Buku Paradigma Ilmu, Minggu sore, 1 Februari 2026. Hujan rintik turun pelan. Pisang goreng masih hangat. Rambutan terhidang di baskom. Gelas-gelas kopi masih hangat. Tidak ada podium. Tidak ada pembicara utama yang duduk lebih tinggi dari yang lain. Semua duduk sejajar, berbicara dari pengalaman masing-masing. Dari…
-

Arah Baru Pembangunan Desa
Babak baru perjalanan masa depan desa sedang bergulir di tahun 2026. Formulasi baru yang ditetapkan pemerintah, akan segera dilaksanakan pemerintah desa, juga seluruh pemangku desa. Apa saja kebaruan itu? Saat ini, pemerintah pusat melihat, desa merupakan entitas paling bawah penggerak pemerataan ekonomi, dan aktor pemberantasan kemiskinan. Maka, tak salah jika cita-cita desa dibunyikan dalam Asta…
-

Bantaeng: Jejak Cabang Muda di Hari Tua HMI
Setiap peringatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi historis atas ikhtiar panjang kader umat dan bangsa. Sejak didirikan pada 5 Februari 1947, HMI hadir sebagai organisasi kader yang memadukan keislaman dan keindonesiaan, serta konsisten menjadikan intelektualitas dan pengabdian sebagai poros gerakannya. Dalam lintasan sejarah nasional tersebut, HMI Cabang…
