Author: Dion Syaif Saen
-

Kurir dan Pesta Demokrasi
Kurir (dari bahasa Inggris: courier, bahasa Prancis: courrier/coursier, juga dikenal sebagai jasa ekspedisi) adalah perusahaan atau perorangan yang bertugas mengirim pesan, paket dalam jumlah kecil hingga sedang, atau surat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam pemaknaan bahasa (KBBI) kata kurir diartikan sebagai utusan yang menyampaikan sesuatu yang penting dengan cepat. Narasi ini sekadar…
-

Akting: Kejujuran Murni pada Situasi Palsu
Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua. Sepenggal lagu, melengkapi lara di ujung tahun. Semua terasa menegangkan, mencekam di titik didih isi otak, megutak-atik, akal jadi bebal. Yang pada akhirnya berujung tikai-tikai yang tak berarti. Kemarin bersama, tetiba menjadi berpisah di ujung lorong. Berkawan, lalu hanya karena akting yang kurang, menjadi ranting-ranting…
-

Cangke’: Sebuah Permainan
Cangke’ dimainkan oleh dua kelompok, satu kelompok sebagai pemukul dan satu kelompok lagi sebagai penangkap. Biasanya masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Yang diperlukan dalam permainan ini alat pammeppek (pemukul/stik) dengan ukuran yang berbeda, dan sebuah lubang kecil di tanah. Pammeppek pertama dengan ukuran sekitar 30-40 cm sebagai pemukul dan penghitung poin, dan pammeppek kedua…
-

Kenangan Sang Mantan
Jalaluddin Rumi sang sufi yang penuh filosofi cinta dan kehidupan, mengingatkanku kembali saat kusaksikan dua sejoli, kala dulu bertemu melengkapi, merangkai bunga cinta penuh sejuta harapan, dalam sebuah hajatan mereka bersama mengarungi lembah, lorong kehidupan, tamasya bersama di ujung dusun, hingga ke kampung-kampung. Pada ruang-ruang yang mengamini kala itu, dengan bait doa tersemat untuk menuju…
-

Teras Literasi
Seduhan dan racikan kopi, pisang goreng renyah, seraya mengulang secara klasik di titimangsa, yang lebih mendapati diri masing-masing dengan penuh keteduhan. Bukan kemudian menjadi tabiat baru, meski ada yang rese, pun juga berada pada dimensi merasakan bertautnya jiwa-jiwa, bersemi tidak harus sesegera pergi begitu saja. Begitu melekat tapi tidak merasa paling memikat, menjaga untuk tidak…
-

Sahwa: Si Mungil Berprestasi
Mungil tidak lantas sepintas secara fisik orang melihat. Tanpa mendengar suaranya nan lantang, bagai gemuruh yang menghentikan zaman yang rusuh. Ditambah karakter kuat, saat memerankan sebuah persona, tanpa berjingkrak, tanpa harus berlebihan percaya diri. Namun, mampu memahami isi naskah dongeng, mengalir, memainkan setiap peran dalam cerita naskah yang dia bawakan. Sosok guru honorer, bernama Dahniar…
-

Bocah Argan dan Orang-orang Keranjingan
Perihal budi yang mulai menjadi jumud. Hendak menguasai dengan mencatut, menghasut melewati bekas puing-puing perangai. Sepertinya semua orang mulai keranjingan, di mana sebagian orang merasa ingin selalu menjadi sesuatu. Pada satu titik Danu dan Argan hampir sama, walau sedikit mirip. Maka terlepas sama dan beda. Sebuah kesenangan, kesukaan, ada yang perlu diselipkan untuk menahan diri.…
-

Ketika Angngaru Berujung Petaka
Angngaru sebuah ikatan menyatukan di atas sumpah bernama “ikrar” dalam adat Bugis-Makassar. Istilah ini cukup kuat menjadi tradisi, adat, budaya yang kemudian dikembangkan dari beberapa komponen pertunjukan. Melansir dari Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences yang berjudul “Pergeseran Fungsi Kebudayaan Pada Tradisi Angngaru Suku Bugis-Makassar”, disebutkan bahwa Aru’ atau Angngaru’ merupakan sumpah atau ikrar…
-

Tepuk Tangan
Tepuk-tepuk tangan, suka-suka // tangan di kepala, tangan di pinggang // loncat yang tinggi satu dua tiga // mari meniru burung terbang di udara. Bagaimana meniru burung, sementara kepak sayapku terdogma oleh nomenkelatur, penuh struktur dan ambigutas tak mampu meretas sebuah harapan di masa kanak-kanakku dulu. Dan meniru burung terbang ke udara, hanya karena tepuk-tepuk…
-

Danu dan Petong: Sebuah Percakapan
Butuh pemantik. Dalam pusaran sisi lain untuk lebih cerdik. Bukan sekadar spontan atau bersemat dirinya sebagai pemain sulap misalnya. Dan kedok budaya kemanusiaan hanya menghasilkan lendir-lendir nan pandir. Masih tanggapkah kita menjalani hidup dengan bongkahan pikiran yang dianggap janggal? ada rinai air mata jatuh di keranda. Sebuah isyarat, matinya persona dan sejuta pesona. Terkubur bersama…
