Author: Dion Syaif Saen

  • Merajut Silaturahmi dan Kisah Klasik Alumni 95 Smapat Bantaeng

    Merajut Silaturahmi dan Kisah Klasik Alumni 95 Smapat Bantaeng

    ‎Di seperdua malam  saya masih terjaga, sembari kucegat agar tidak terjebak jauh lebih pengecut! Mengingat momen bagai sekelabat waktu yang hendak kuatur dan kutata kembali. Tetapi yang terjadi hanya rindu sebelanga yang saya harus relakan dan terlewati begitu saja.   ‎‎Di tengah gamang dan bekas selebrasi rindu yang kusisihkan, kutemukan diksi penguat dan pengingat dalam…

  • Jejak Pustaka Pama’

    Jejak Pustaka Pama’

    Pusara dan namanya, cerita serial dari legendanya. Kopi dan kekayaannya, dari cerita hingga pustaka yang dia tinggalkan menyimpan seribu rapang-rapang yang masih kami telusuri. ‎‎Pustaka tentang istrinya bernama Kr. Sitti, setidaknya kami menemukan jejak dan juga cerita tentangnya. Dengan sekian banyak informasi dan referensi. Kami juga tidak gegabah menyimpulkan. Butuh lebih jauh, mendalami, menyelami segala…

  • Menunda Ritual Jumat?

    Menunda Ritual Jumat?

    Menunda ritual Jumat. Apakah terpaksa? ‎Iya! Begitu diperhadapkan pilihan dilematis yang sangat dramatis. ‎‎Atau saya berdosa dalan dua dimensi perintah antara Tuhan dan ammak (ibu)? Linglung mencari letak ukuran dosa di mana? Saya mulai terlibat dalam dua situasi yang sakral. ‎‎Berusaha tidak gegabah pada keputusan saat ritual Jumat sudah memanggil. Di mana orang-orang bergegas, lengkap…

  • Trah Seorang Pama’

    Trah Seorang Pama’

    Apalah arti sebuah trah. Jika menjadikanmu lupa, merasa berderajat paling level atas, akhirnya ingin dipuja-puji. Tetiba Pama’ berucap, “Nakke manna tannu angkaka karaeng nasaba lanri nakke tongji nanu nia risesena pakkusiangna adaka.” Benarkah Pama’ pernah berucap seperti itu?‎‎Nyali seorang Pama’ menambatkan pesan bahwa bukan “kella-kella“. Meski satu syarat menjadi rekayasa politik menghambatnya, karena dulu mengangkat…

  • Pama’ Bukan Pramoedya

    Pama’ Bukan Pramoedya

    Pama’ bukan Pramoedya. Selain beda zaman, ada paten dan telaten. Pram dengan segala kehebatan penanya. Pama’ dengan pelana kudanya, serta tuturnya. Kalau Pram menulis, Pama’ mengaplikasikannya. Pram memerdekakan pikirannya, Pama mengalami, mengayomi, dan menjalani dinamika perjalanan sunyi. “Saya sangat menghormati Mandela. Tapi saya bukan dia, dan tidak ingin menjadi dia,” kata Pram. Pram benar. Ia…

  • Nakaluki Kanyamangngang, Tersisa Semata  Kenangan

    Nakaluki Kanyamangngang, Tersisa Semata Kenangan

    Na apajia ana’. Punna nia’mi russaka, nanu anre angkatutui sikuntu niaka rikau battu kabattuangna barang-barangnu surang kaniakkangna. Tiada guna semuanya, hanya membuat menjadi petaka kelak jika tidak sesuai hak sesungguhnya. Masih terngiang masa kecil, remaja sampai dewasa para orangtua kami, dan hampir semua sepupu mengalami buah kisah tentang konon katanya, bagaimana situasi nakaluki kanyamangngang surang…

  • Kalompoangna Dikucilkan

    Kalompoangna Dikucilkan

    Wangi kopi Pa’bumbungang masa kejayaannya, sekarang menentramkan sejenak pikiran saya. Meletakkan satu sesaji untuk menguatkan hati menerima segala konsekuensi dari segala kondisi dan dimensi. Berapa cerita, mulai dari zaman Belanda sampai ke mata-mata Belanda. Hehe. Sampai pada dinamai gerombolan (pasukan). Hingga pada telikungan sejarah “kalompoangna” kemudian dikucilkan. Bahwa pernah jaya tetapi seribu tipu daya. Membantai…

  • Sekapur Sirih Kajannanganganna Buyut Pama

    Sekapur Sirih Kajannanganganna Buyut Pama

    Singkamma bunga biraeng, kereppi jammeng lananbossarang kalengna. Apa itu mitos? Atau sebagai simbolisasi seperti sejarah penamaan dan temuan istilah bunga mawar, anggrek, serta melati?  Seperti itulah prahara  Kajannangnganga di sebuah daerah dijuluki katanya Butta Toa. Kehadirannya tidak detail dengan struktur periodik. Antara versi gallarrang dan kajannangang se’re bannang panjai (satu haluan dan keterhubungan). Kemudian diputus…

  • Sejarah Leluhur Kami Dibegal?

    Sejarah Leluhur Kami Dibegal?

    Tabe ri dallekang mala’burittaRiempoang masunggutaNaku parampe pa’maiNakutannisa’sala tujuh turunanRi tuju pinangka’na. Lanri mallakku piti pau-paui ri sesena ta’lenguka tannicinika nakua adaka, naku tanre tongja nakubassung. Mingka apajia, tanre laku barani, iareka cakkania’ erok nikua. Nasaba simata erokku angngisenge se’re runtu Carita battu ri boheku. Seperti kunang-kunang , tiada sebenderang ekspestasi kami sebagai generasi yang terjebak…

  • Jejak Air Mata Leluhur

    Jejak Air Mata Leluhur

    Atas nama buyut dan cicit nan luhur, ada yang semesta mempertautkan sekian puluh tahun sanak terpisah. Kini, sepertinya akan assiama kembali bagai sediakala. Para ayah, kakek kita masing-masing membangun silaturahmi yang kuat. Kukutip dari sebuah laman, tentang mutiara dan air mata. Sebagai pembuka narasi sederhana ini, bahwa di dasar laut yang dalam, terdapat sebuah kisah…