Author: Dion Syaif Saen
-

Ruang Alonica II
Jumat siang, awan tebal di langit sepertinya akan menumpahkan sejuta butir air. Saya bergegas melaju, ke tempat yang sudah lama saya rencanakan, rindu menyeruput kopi gula aren yang lezat di sebuah cafe bernama Alonica. Serta beberapa menu lain yang juga tak kalah lezatnya, sila merasakan sensasi itu. Cukup recommended untuk dinikmati. Ditambah juga sisi ruangan…
-

Menghapus Kenangan Pahit?
“Aku percaya semua orang terlibat dalam hidupku akan mengkhianati. Aku percaya akan hal itu, meski mereka akan menyangkalnya,” Ungkap Mike Tyson. Sebuah pembuka yang menghentak. Saya mencoba mengalir hingga ke hilir, sambil belajar mengukir kembali. Katanya sekelompok ilmuwan baru-baru ini berhasil menemukan pendekatan baru untuk membantu menghapus kenangan buruk. Bagaimana caranya?Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung…
-

Antagonis dan Protagonis Sebuah Lakon
Setiap peristiwa, sebagaimana peran yang dijalankan, sebagai pelengkap cerita. Ada sifat, karakter bagi setiap manusia, ada keluar dari cirinya, ada keduanya ia mainkan. Melengkapi kurikulum dunia, manusia dan kehidupan setiap saat, setiap masa bahkan detik. Semua merasa benar dan baik menurut lakon “protagonis dan antagonis”. Secara murni dan jujur memerankan. Maka harus totalitas, profesional. Meski…
-

Ruang Adaptasi, Persepsi, dan Refleksi
Atau saya kadang kurang jeli melihat secara presisi. Cenderung kesusu. Terbuai, tercederai, terlena, terselip, terpental dengan mental ciut. Pada setiap usaha beradaptasi. Terlalu jujur dalam kebohongan mungkin, atau sebaliknya?Harus mencoba mengubah pola adaptasi, dengan tidak berlebihan lagi, pura gagap dan tidak harus larut menerima guyup. Adaptasi mulai saya batasi. Karena penyakit saya cepat jenuh tatkala…
-

Runut
Bukan tafakur, tetapi bisa saja tetiba saya mendengkur, di tengah temperatur dunia dan manusia yang masih suka sekonyong-konyong. Tidak jua merenungi nasib, sambil merasa bertaubat. Padahal masih sering saya lakukan peran muslihat di antara kerumunan manusia. Secara berkelompok atau secara individu, saya bangun identitas itu. Untuk mengajak manusia lain menerjemahkan lalu menjadi pengakuan. Bukan juga…
-

Sejarah dan Budaya Hanya Tipu Daya
Sejarah disuplai oleh pemenang, yang kemudian bersenang-senang, meninggalkan kisah sesungguhnya tergeletak sepi, tanpa pusara dan baru nisan (hanya karena literasi yang tidak tersuluhi) lenyap, terkoyak-koyak, dan dijual murah kepada pelaku dan pencatut sejarah. Mengapa harus meredam dentuman meriam Belanda? Agar kita bisa tahu dalang yang mendulang keuntungan sejarah kita. Dengan mahar yang mahal untuk mencari…
-

Satu Januari 2025
Tidak harus mengumbar resolusi, berharap dipilih para dewa penyaji kemeriahan. Sambil bertamasya, melengkapi acara semalam dengan bakar ikan, bakar kembang api. Hingga membakar kemenyan pada dupa-dupa kemanusiaan yang pelupa. Kemudian hanya mengusik mimpi malam pada detik Januari di tahun 2025, hadir seolah membawa harapan. Hari dan bulan di setiap peralihan tahun sejak dulu masih begitu-begitu…
-

Healing
Melengkapi tidak harus mewah. Sebuah keistimewaan, justru kehadiranmu di tengah peran kita masing-masing. Meski kau tidak pernah tahu bagaimana reaksi diksi, dan ini bukan gimik! Saat setelah hujan reda kau mengejawantahkan janji itu. Pertautan kita sama, tapi beda menginterupsi kondisi. Saya terlalu larut, sementara di terminologimu ada bangunan jiwa kau persiapkan, dan kau papah jauh…
-

Desember Penuh Gurah
Saat Julius Caesar memperkenalkan kalendar Julian pada tahun 45 SM, dua bulan baru ditambahkan di awal tahun, yaitu Januari dan Februari sehingga Desember menjadi bulan kedua belas. Pada masa Anglo-Saxon, Desember memiliki beberapa nama, seperti Winter Monath (Bulan Musim Dingin) dan Yule Monath (Bulan Yule), yang merujuk pada tradisi membakar kayu Yule sebagai bagian dari…
-

Ketika Sifatia Bunglon Tertuduh Buruk
Cukup amat sensitif jika kata itu tersemat. Namun, jangan bersedih dan merasa kecewa. Sebab beberapa hal juga pada ciri dan sifatianya mengandung nilai positif. Bukan hanya tertuduh buruk. Pada sisi lain yang sering terjadi kata “bunglon” dianalogikan seperti, dia datang kepada orang-orang dengan warna tertentu, kemudian pergi kepada orang lain dengan warna lainnya. Seperti tertuduh…
