Author: Dion Syaif Saen

  • Sejarah dan Budaya Hanya Tipu Daya

    Sejarah dan Budaya Hanya Tipu Daya

    Sejarah disuplai oleh pemenang, yang kemudian bersenang-senang, meninggalkan kisah sesungguhnya tergeletak sepi, tanpa pusara dan baru nisan (hanya karena literasi yang tidak tersuluhi) lenyap, terkoyak-koyak, dan dijual murah kepada  pelaku dan pencatut sejarah.  Mengapa harus meredam dentuman meriam Belanda? Agar kita bisa tahu dalang yang mendulang keuntungan sejarah kita. Dengan mahar yang mahal untuk mencari…

  • Satu Januari 2025

    Satu Januari 2025

    Tidak harus mengumbar resolusi, berharap dipilih para dewa penyaji kemeriahan. Sambil bertamasya, melengkapi acara semalam dengan bakar ikan, bakar kembang api. Hingga membakar kemenyan pada dupa-dupa kemanusiaan yang pelupa. Kemudian hanya mengusik mimpi malam pada detik Januari di tahun 2025, hadir seolah membawa harapan. Hari dan bulan di setiap peralihan tahun sejak dulu masih begitu-begitu…

  • Healing

    Healing

    Melengkapi tidak harus mewah. Sebuah keistimewaan, justru kehadiranmu di tengah peran kita masing-masing. Meski kau tidak pernah tahu bagaimana reaksi diksi, dan ini bukan gimik! Saat setelah hujan reda kau mengejawantahkan janji itu.  Pertautan kita sama, tapi beda menginterupsi kondisi. Saya terlalu larut, sementara di terminologimu ada bangunan jiwa kau persiapkan, dan kau papah jauh…

  • Desember Penuh Gurah

    Desember Penuh Gurah

    Saat Julius Caesar memperkenalkan kalendar Julian pada tahun 45 SM, dua bulan baru ditambahkan di awal tahun, yaitu Januari dan Februari sehingga Desember menjadi bulan kedua belas. Pada masa Anglo-Saxon, Desember memiliki beberapa nama, seperti Winter Monath (Bulan Musim Dingin) dan Yule Monath (Bulan Yule), yang merujuk pada tradisi membakar kayu Yule sebagai bagian dari…

  • Ketika Sifatia Bunglon Tertuduh Buruk

    Ketika Sifatia Bunglon Tertuduh Buruk

    Cukup amat sensitif jika kata itu tersemat. Namun, jangan bersedih dan merasa kecewa. Sebab beberapa hal juga pada  ciri dan sifatianya mengandung nilai positif. Bukan hanya tertuduh buruk. Pada sisi lain yang sering terjadi kata “bunglon” dianalogikan seperti, dia datang kepada orang-orang dengan warna tertentu, kemudian pergi kepada orang lain dengan warna lainnya. Seperti tertuduh…

  • Kurir dan Pesta Demokrasi

    Kurir dan Pesta Demokrasi

    Kurir (dari bahasa Inggris: courier, bahasa Prancis: courrier/coursier, juga dikenal sebagai jasa ekspedisi) adalah perusahaan atau perorangan yang bertugas mengirim pesan, paket dalam jumlah kecil hingga sedang, atau surat dari tempat yang satu ke tempat yang lain.  Dalam pemaknaan bahasa (KBBI) kata kurir diartikan sebagai utusan yang menyampaikan sesuatu yang penting dengan cepat.  Narasi  ini sekadar…

  • Akting: Kejujuran Murni pada Situasi Palsu

    Akting: Kejujuran Murni pada Situasi Palsu

    Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua.  Sepenggal lagu, melengkapi lara di ujung tahun. Semua terasa menegangkan, mencekam di titik didih isi otak, megutak-atik, akal jadi bebal. Yang pada akhirnya berujung tikai-tikai yang tak berarti. Kemarin bersama, tetiba menjadi berpisah di ujung lorong. Berkawan, lalu hanya karena akting yang kurang, menjadi ranting-ranting…

  • Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’: Sebuah Permainan

    Cangke’ dimainkan oleh dua kelompok, satu kelompok sebagai pemukul dan satu kelompok lagi sebagai penangkap. Biasanya masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Yang diperlukan dalam permainan ini alat  pammeppek (pemukul/stik) dengan ukuran yang berbeda, dan sebuah lubang kecil di tanah. Pammeppek  pertama dengan ukuran sekitar 30-40 cm sebagai pemukul dan penghitung poin, dan pammeppek kedua…

  • Kenangan Sang Mantan

    Kenangan Sang Mantan

    Jalaluddin Rumi sang sufi yang penuh filosofi cinta dan kehidupan, mengingatkanku kembali saat kusaksikan dua sejoli, kala dulu bertemu melengkapi, merangkai bunga cinta penuh sejuta harapan, dalam sebuah hajatan mereka bersama mengarungi lembah, lorong kehidupan, tamasya bersama di ujung dusun, hingga ke kampung-kampung. Pada ruang-ruang yang mengamini kala itu, dengan bait  doa  tersemat untuk menuju…

  • Teras Literasi

    Teras Literasi

    Seduhan dan racikan kopi, pisang goreng renyah, seraya mengulang secara klasik di titimangsa, yang lebih mendapati diri masing-masing dengan penuh keteduhan. Bukan kemudian menjadi tabiat baru, meski ada yang rese, pun juga berada pada dimensi merasakan bertautnya jiwa-jiwa, bersemi  tidak harus sesegera pergi begitu saja. Begitu melekat tapi tidak merasa paling memikat, menjaga untuk tidak…