Category: Esai
-

Uang Panai, Mahar, dan Cinta
Tahun 2013 dengan latar hitam membentang, lighting sederhana, penonton yang masih suka ricuh. Dialog tujuh sin (bagian) dengan durasi panjang melebihi tiga puluh menit bahkan lalai di titisan waktu normal. Teringatlah saya pada naskah yang saya buat kala itu berjudul, “Mahar dan Perempuan”, dengan menumpahkannya dalam tulisan, adegan, dan latar. Seakan menggugat budaya dari sisi …
-

Mengabdi dalam Ketenangan Berbagi
Senggol Esainya Kak Sulhan Yusuf Kak Sulhan benar. Ungkapan pendek: “Memberi tidak akan mengurangi”, yang tersebar di sudut-sudut kota dan pelosok desa adalah maksim yang ingin saya tegaskan pada seluruh khalayak Butta Toa Bantaeng. Sebuah perenungan sederhana atas makna perayaan Iduladha yang baru saja kita tunaikan, bahwa begitulah hakikat kehidupan dan pemberian. Ungkapan pendek itu…
-

Kota itu Kota
Tokyo banyak disebut-sebut sebagai salah satu kota penting di dunia. Saya sudah membayangkan betapa ramainya jalanan-jalanan kota yang konon dua kali lipat lebih sibuk dibanding Jakarta. Keluar dari Bandara Internasional Haneda saya sudah membatin. Memang Jakarta masih sangat jauh dari Tokyo. Jaraknya? Bukan! Keteraturannya! Saya masih terkesan dengan hotel di bandara itu, Villa Fontaine. Perangkatnya…
-

Taqwa nan Agung
Kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo, di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 5 Juli 2024, berpucuk pada salat Jumat di Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng. Kehadirannya seolah mengukuhkan keagungan masjid berkapasitas ribuan jamaah itu. Bila masjid mengalamatkan religiusitas suatu negeri, maka Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng, dapat saya pendapatkan sebagai penanda religiusitas masyarakat Bantaeng…
-

Badik dan Literasi
Banyak yang merasa bangga. Apalagi penggagas dan pembuatnya. Dianggapnya sebagai suatu penghormatan pada sejarah. Dikiranya sebagai suatu persembahan yang heroik pada masa lalu, dan sebagai sajian yang bombastis pada generasi kini dan nanti. Namun, bagi mereka yang eling, itu merupakan suatu pembodohan, kedunguan dan kemunduran. Semoga saja, itu hanya sebagai suatu ketidaktahuan atau kealpaan alam sadar…
-

Arti Hidup
Suatu hari di kedai kopi, seorang teman bertanya kepada saya. Menurutmu, apa arti hidup ini? Sebuah pertanyaan singkat, namun menuntut kecermatan dan permenungan yang mendalam. Saya tidak langsung menjawab pertanyaan teman saya, karena saya mengira sebaiknya ia bergulat dulu dengan pikirannya sendiri, atas bacaan yang baru saja ia selesaikan, tentang eksistensialismenya Albert Camus. Camus adalah…
-

Pergi tak Meninggalkan
Datang dan pergi, beranjak tak berjarak, pergi tapi tidak meninggalkan. Di antara waktu, bertepatan tujuh puluh delapan tahun silam, ke-Bhayangkara-an dicetuskan dalam sebuah prosesi secara presisi dalam ketepatan, keakuratan dalam sebuah rancangan atau perencanaan. Menyatu menyusuri rimba kehidupan, mengayomi, melindungi, dan melayani. Tabur tuai, setelah hari esok mengadu ke hari kemarin. Ada rindu menghentak, ada…
-

Literasi dan Kehayatan Manusia
Kalau boleh dibilang, budaya paling purba bagi seorang muslim adalah membaca. Bagaimana tidak, perintah pertama agama bagi kaum muslim, adalah membaca. Manakala Sang pencipta memberi wahyu “bacalah. Bacalah menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptkan seluruh makhluk” (Q.S.96:1-2). Bagi Sebagian ulama meyakini surat al-‘Alaq merupakan wahyu Allah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Wahyu atau…
-

Memberi tidak akan Mengurangi
Menjelang dan beberapa hari setelah lebaran Iduladha, teramat banyak baliho dan spanduk ucapan selamat di seantero negeri. Termasuk di negeriku, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Khususnya, dari unsur pengurus negeri, hingga sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Salah seorang tokoh masyarakat, Ilham Azikin, Bupati Bantaeng Periode 2018-2023, tak ketinggalan menyapa masyarakat Bantaeng, lewat baliho di beberapa sudut…
-

Pikiran
Sebenarnya, tidak ada baik-buruk itu. Tetapi berpikir menjadikannya ada. Baik dan buruk ada dalam pikiran manusia. Pola pikir dan sikap mental itulah yang menentukan bagaimana manusia menafsirkan dan merespons situasi. Berpikir adalah hal mendasar dalam hidup manusia. Hampir semua aspek kehidupan, berpikir itu diperlukan. Misalnya, dalam memilih, merumuskan, mengambil keputusan, ataupun mencari dasar terbaik dari…
