Category: Esai

  • Filsafat Tak Tinggal di Menara Gading, Ia adalah Napas Sehari-hari

    Filsafat Tak Tinggal di Menara Gading, Ia adalah Napas Sehari-hari

    Hemat saya, filsafat sejak awal kelahirannya, bukanlah semata-mata tentang konsep-konsep abstrak yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang hidup di menara gading. Filsafat lahir dari kekaguman, dari rasa heran yang sangat manusiawi, dari keinginan untuk memahami hidup yang begitu dinamis, kompleks, dan tak jarang melelahkan. Saya percaya bahwa filsafat, sebagaimana yang diimpikan oleh para filsuf…

  • Kala Kemarau di Babangeng Menyapa

    Kala Kemarau di Babangeng Menyapa

    Di Babangeng kemarau biasanya berlangsung Juni hingga Agustus, sesekali bertahan hingga Oktober. Saat kemarau, hembus angin lebih dingin dan lembab. Malam lebih menggigil. Siang menjadi lebih terik, dahan pinus yang saling bergesek bisa menyebabkan kebakaran. Lahan pertanian seringkali ikut terbakar. Saat kemarau berlangsung lebih lama, rumah yang sumber airnya dari Sungai Pappepekang akan berhenti mengalir.…

  • Mengajar Bukan Mendidik!

    Mengajar Bukan Mendidik!

    Tetiba Argan dengan wajah yang sendu, terjebak pada dirinya yang malas, diam saat ditanya, sebab dibeda-bedakan dalam kelas. Pulang dengan menutupi peristiwa perundugannya. ‎‎ Kecamuk itu saya redam, agar tidak membuat Argan lebih kena mental. Segala jurus membujuk. Sampai pada keputusan atas nama moral. Wets. Hajar jika perlu. Sebagai edukasi moral. Pasti pembaca saya salah…

  • Demokrasi dalam Belantika Politik Para Jenderal

    Demokrasi dalam Belantika Politik Para Jenderal

    Keterlibatan militer dalam sejarah kebangsaan kita cukup panjang,  sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 agustus  1945. Bahkan saat Indonesia memilih sistem demokrasi tidak lantas militer absen mewarnai perpolitikan pasca kemerdekaan justru mengambil peran- peran politik strategis. Khususnya politik internasional untuk memengaruhi sikap negara-negara asing dan juga ikut serta dalam menyusun Indonesia menjadi Negara Kesatuan. Masa Orde…

  • Luka di Balik Kekuasaan: Membaca Budaya Kekerasan Seksual di Indonesia

    Luka di Balik Kekuasaan: Membaca Budaya Kekerasan Seksual di Indonesia

    Saya punya kebiasaan ketika selesai mengisi seminar diskusi, tidak segera meninggalkan lokasi diskusi. Saya memilih tinggal beberapa saat untuk melanjutkan diskusi bersama peserta forum dalam suasana yang lebih santai. Di antara mereka ada yang curhat, ada juga yang meminta kontak untuk bisa berdiskusi secara lebih personal. Hari itu, saya memberikan materi tentang keadilan gender dalam…

  • Merajut Silaturahmi dan Kisah Klasik Alumni 95 Smapat Bantaeng

    Merajut Silaturahmi dan Kisah Klasik Alumni 95 Smapat Bantaeng

    ‎Di seperdua malam  saya masih terjaga, sembari kucegat agar tidak terjebak jauh lebih pengecut! Mengingat momen bagai sekelabat waktu yang hendak kuatur dan kutata kembali. Tetapi yang terjadi hanya rindu sebelanga yang saya harus relakan dan terlewati begitu saja.   ‎‎Di tengah gamang dan bekas selebrasi rindu yang kusisihkan, kutemukan diksi penguat dan pengingat dalam…

  • Tuhan, Tradisi, dan Kartini: Renungan Seorang Perempuan

    Tuhan, Tradisi, dan Kartini: Renungan Seorang Perempuan

    Hari masih pagi, ketika saya sedang duduk di beranda rumah di kampung, sembari berbincang lewat telepon dengan seorang teman di Jepara, tempat kelahiran Kartini. Hujan baru saja reda, cuaca sangat dingin, lalu sesekali saya meneguk teh hangat yang baru saja kuseduh. Kami sedang berbincang tentang perempuan, pendidikan, dan tradisi. Tiba-tiba saja ia mengirim pesan gambar…

  • Jejak Pustaka Pama’

    Jejak Pustaka Pama’

    Pusara dan namanya, cerita serial dari legendanya. Kopi dan kekayaannya, dari cerita hingga pustaka yang dia tinggalkan menyimpan seribu rapang-rapang yang masih kami telusuri. ‎‎Pustaka tentang istrinya bernama Kr. Sitti, setidaknya kami menemukan jejak dan juga cerita tentangnya. Dengan sekian banyak informasi dan referensi. Kami juga tidak gegabah menyimpulkan. Butuh lebih jauh, mendalami, menyelami segala…

  • Budaya Healing: Antara Cinta Diri dan Komodifikasi Luka

    Budaya Healing: Antara Cinta Diri dan Komodifikasi Luka

    Langit sedang mendung ketika saya selesai mengisi seminar diskusi di suatu kafe di Makassar. Saya tidak langsung pulang. Saya lalu duduk di meja yang kosong sambil memesan hidangan yang cocok di saat cuaca mendung. Sembari melanjutkan buku bacaan saya, di meja sebelah, sepasang anak muda sedang asyik bercakap sambil memegang buku dengan sampul bergambar perempuan…

  • Mudik Spritual

    Mudik Spritual

    Seiring bentangan waktu beputar, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, Ramadan manakah paling berbekas pada jiwa di sepanjang umur kita. Pertanyaan reflektif ini berkelindan di hari-hari akhir Ramadan. Sudahkah kita menyantap lezatnya hidangan Ilahi di bulan suci itu. Bukankah Ramadan serupa hadiah Tuhan kepada manusia, agar kembali pada eksistensinya. Bulan nan suci itu telah berlalu.…