Category: Esai
-

Poros Literasi Boetta Ilmoe–Bungung Salapang
Awalnya, hanya perkawanan, berlanjut bukan lagi sekadar perkawanan. Seorang kawan saya, Irfan Tawakkal, warga Jeneponto bertugas selaku pendamping desa di Bantaeng. Irfan sering menulis esai, khususnya tayang di Kalaliterasi.com dan Paraminda.com. Salah seorang kawan lamanya, Irsainanto Daeng Sewang, sering membacanya, lalu penasaran akan kemajuan Irfan dalam kepenulisan. Lalu, mencari tahu latar kemajuan Irfan. Maka Irfan…
-

Sindikat Uang Palsu di Perpustakaan: Sebuah Kealpaan Kolektif
Perpustakaan kampus, dalam gambaran idealnya, adalah ruang yang seharusnya diisi dengan harapan dan semangat intelektual. Tempat bagi para pencari ilmu dan pemikir kritis untuk mengasah daya nalar mereka, menjadi wadah bagi pembentukan gagasan-gagasan besar. Tetapi kenyataan yang ada justru menunjukkan sebaliknya. Di balik sunyinya rak buku dan sepinya suasana, ada celah yang dimanfaatkan oleh sindikat…
-

Sekolah Tanpa Bel: Pendidikan Merdeka dan Bermakna
Di kolong rumah, saya membaca A.S Neill tentang sekolahnya, dulu: Summerhill. Karena Neill, maka jadilah catatan ini. Bacaan itu memicu mimpi lama untuk memiliki sekolah yang berbeda. Sekolah yang tidak lagi menjadi ruang kelas penuh aturan kaku, tetapi sebuah tempat di mana anak-anak merasa seperti di rumah sendiri. Sekolah yang hidup, di mana setiap sudutnya…
-

Ketika Sifatia Bunglon Tertuduh Buruk
Cukup amat sensitif jika kata itu tersemat. Namun, jangan bersedih dan merasa kecewa. Sebab beberapa hal juga pada ciri dan sifatianya mengandung nilai positif. Bukan hanya tertuduh buruk. Pada sisi lain yang sering terjadi kata “bunglon” dianalogikan seperti, dia datang kepada orang-orang dengan warna tertentu, kemudian pergi kepada orang lain dengan warna lainnya. Seperti tertuduh…
-

Mimpi Menata tetapi Demokrasi Diberangus, Quo Vadis IMM Sulsel?
Sungguh, cita-cita Musyda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulsel ke-XXIII di Maros sangat memabukkan. Itikad untuk menata organisasi, agar relevan dengan tantangan zaman kini, bak memberi harapan baru, bahwa IMM Sulsel bakal melahirkan kader unggul, yang siap berkontribusi bagi kemajuan peradaban, terlebih kita menyongsong era bonus demografi. Ya, anak muda bakal mendominasi pada tahun 2045, begitu…
-

Kurir dan Pesta Demokrasi
Kurir (dari bahasa Inggris: courier, bahasa Prancis: courrier/coursier, juga dikenal sebagai jasa ekspedisi) adalah perusahaan atau perorangan yang bertugas mengirim pesan, paket dalam jumlah kecil hingga sedang, atau surat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam pemaknaan bahasa (KBBI) kata kurir diartikan sebagai utusan yang menyampaikan sesuatu yang penting dengan cepat. Narasi ini sekadar…
-

Jejak Pagi dan Dilema Eksistensial
Pagi itu, di meja makan yang sunyi, saya duduk sendiri saja. Di hadapan saya, ada secangkir kopi yang masih mengepul dan sepiring roti yang baru saja keluar dari panggangan. Keheningan pagi terasa begitu akrab, semilir angin yang merayap masuk melalui jendela yang terbuka menambah kesegaran. Seperti biasa, saat pikiran masih jernih, pertanyaan begitu mudah muncul…
-

Letting Go
“Semulia-mulianya harta pribadi adalah hati yang tidak banyak berkeinginan”. (Imam Ali bin Abi Thalib) Setiap hati akan terkesima bila melihat seseorang rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk tujuan kemanusiaan. Baru-baru ini, melalui gawai menguritakan, Jackie Chan, seorang seorang aktor legendaris asal Hongkong, memutuskan seluruh hartanya untuk badan amal kemanusiaan. Menariknya, beliau bilang, tak akan mewariskan…
-

Seperti Surat Personal
Kak Sulhan yang saya hormati, Izinkan saya memanggilmu dengan sapaan yang selama ini terasa begitu hangat, kak. Sebuah kata pendek yang bukan hanya menggambarkan keakraban, tetapi juga rasa hormat yang dalam atas pemikiran, kepercayaan, dukungan, nasihat, dan percakapan yang renyah dan menggairahkan. Dalam sunyinya literasi, dirimu adalah penjaga obor. Dalam riuh rendahnya Bantaeng, kau tempatkan…
-

Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin
Sekira 6 tahun lalu, persisnya pada 05 September 2018, aku menorehkan satu esai di Kalaliterasi.com, bertitel “Tengkiyu Profesor, Tarimakasi Profesor”. Esai tersebut, sudah menjadi bagian dari buku ketigaku, berjudul Pesona Sari Diri, hal. 493-496, terbit April 2019. Biar lebih elok, aku kutipkan saja paragraf terakhirnya, “Bagi saya, sebagai warga dan selaku penikmat sepak bola, sepatutnya…
