Category: Esai

  • Dunia Sandiwara

    Dunia Sandiwara

    “Teknologi adalah budak yang dapat diandalkan, tetapi majikan nan keji.” (Desi Anwar) Algoritma digital di era post truth kian mengalihkan perhatian khalayak. Penyebaran berita, opini, tulisan, dst, seakan mengalami semacam pedangkalan makna. Cirinya, validitas kebenaran menyesuaikan dengan selera umum. Di era digital sekarang ini, sekotah paradoks tampak nyata. Sesuatu yang jauh menjadi dekat, yang dekat…

  • Pesan Damai dan Persaudaraan di Kejurnas Bupati Cup III Jeneponto, Satu Doa untuk Negeri Tercinta

    Pesan Damai dan Persaudaraan di Kejurnas Bupati Cup III Jeneponto, Satu Doa untuk Negeri Tercinta

    Perhelatan Kejurnas Bupati Cup III di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 2025, bukan sekadar sebuah kompetisi—ia adalah sebuah simfoni persatuan yang mengalun indah di tengah keragaman bangsa. Di sana, di bibir Pantai Tamarunang yang berkilau, 260 hingga 300 peserta berkumpul, membawa harapan dan semangat dari setiap sudut tanah air, dari…

  • Indonesia: Lagu yang Tidak Lagi Seirama

    Indonesia: Lagu yang Tidak Lagi Seirama

    Cinta Indonesia sering kali hanya terdengar dalam lagu. Ia begitu merdu ketika dinyanyikan dalam lagu “Tanah Airku Tak Kulupakan”, tetapi segera sirna dalam kenyataan sehari-hari. Kita merasa menjadi bangsa yang kuat hanya ketika lagu “Hening Cipta” diperdengarkan, seolah-olah kekuatan bangsa hanya lahir dari peringatan atas kematian, bukan dari keadilan hidup yang seharusnya dibangun. Indonesia dikisahkan…

  • Tatanan yang Goyah oleh yang tak Terhitung

    Tatanan yang Goyah oleh yang tak Terhitung

    Pemerintah Pusat, baik eksekutif maupun legislatif, tampaknya telah sampai pada titik di mana mereka harus menatap cermin. Kerusuhan yang merebak di berbagai daerah bukan sekadar kebetulan. Ia adalah kulminasi dari kemarahan yang telah lama terpendam. Ia adalah gelombang yang sepertinya sulit dibendung, terutama setelah tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, yang dilindas barakuda Brimob.…

  • Indo: Ibu Relasi untuk Literasi

    Indo: Ibu Relasi untuk Literasi

    Bertubi-tubi ucapan duka melayang buatmu, bagai rudal-rudal Iran menghantam Israel. Menyemut pelayat menyambangi mukimmu di pinggiran kota. Mengular kisanak-nyisanak mengantarkan jenazahmu ke peristirahatan terakhirmu. Bahkan, malam-malam takziyah atasmu, kursi-kursi padat terisi, walau tak semewah kursi anggota DPR. Paling tidak, itulah yang kusaksikan via layar datar ponselku. Mungkin berlebihan saya menggambarkan kepulanganmu pada keabadian. Walakin, untuk…

  • Ketika Polisi Menjaga Gedung, DPR Menjaga Kursi, dan Rakyat Menjaga Luka

    Ketika Polisi Menjaga Gedung, DPR Menjaga Kursi, dan Rakyat Menjaga Luka

    Di jalanan ibu kota, pagar-pagar besi di depan Gedung DPR RI sering kali menjadi simbol jarak antara rakyat dengan para wakilnya. Sebuah batas yang seolah menegaskan: di dalam sana ada kekuasaan, di luar sini ada rakyat yang bersuara. Namun, sejarah menunjukkan, setiap kali pagar itu mulai bergoyang diterjang aspirasi, benteng pengganti segera muncul: aparat kepolisian.…

  • Salamat Jalan Perempuan Hebat

    Salamat Jalan Perempuan Hebat

    ‎Seraya mencoba melerai dan mengurai, entah dari mana narasi ini saya mulai.  Bukan tidak punya ide, bahan, dan diksi yang basi sekalipun.  Terlalu banyak hal, peristiwa persemaian kita, walau tidak selama mereka jauh sebelum saya mengenalmu.  ‎Jika menuangkan semuanya, ini bukan lagi narasi berjuluk esai. Tapi bisa saja menjadi prosa dan cerpen, bahkan menjadi tulisan…

  • Demokrasi, Kopi, dan Perjalanan Pulang

    Demokrasi, Kopi, dan Perjalanan Pulang

    Senin malam, 25 Agustus 2025, saya menerima telepon dari Pak Alimin DS, Pimpinan Redaksi Publikasionline.id yang juga Ketua JOIN Bantaeng. Dengan gaya bercandanya yang khas, beliau menyampaikan undangan untuk hadir di sebuah kegiatan Bawaslu Kabupaten Bantaeng. “Besok di Hotel Kirei, jangan sampai tidak datang,” ujarnya ringan namun penuh maksud. Saya iyakan tanpa pikir panjang. Keesokan…

  • Indra: Nama yang Kini Menjadi Doa

    Indra: Nama yang Kini Menjadi Doa

    Indra, Bu Indrawati, atau kak Indo. Begitu kami biasa memanggilnya. Bukan sekadar seorang guru. Ia lebih seperti denyut kecil yang memberi irama pada setiap pertemuan, sesuatu yang tidak selalu kentara tetapi terasa bila tak ada. Saya masih ingat dengan jelas sore 10 Agustus tahun lalu, di lapangan Seruni. Senja turun perlahan, cahaya jingga menyapu halaman,…

  • Kebenaran, Kerendahan Hati, dan Masa Depan Pengetahuan

    Kebenaran, Kerendahan Hati, dan Masa Depan Pengetahuan

    Sejarah pengetahuan manusia adalah kisah panjang tentang keberanian dan kerendahan hati. Keberanian untuk bertanya di tengah ketidakpastian, dan kerendahan hati untuk menerima bahwa setiap jawaban adalah langkah sementara menuju pemahaman yang lebih dalam. Namun, di tengah laju kemajuan teknologi dan kompleksitas sistem sosial, kita menghadapi bahaya baru: arogansi ilmiah—sebuah keyakinan berlebihan pada kelengkapan dan supremasi…