Category: Esai
-

Politik Ketakutan: Perang, Nuklir, dan Ketidakadilan Dunia
Pagi ini, Selasa 24 Juni 2025, saya memandangi beranda media sosial yang semakin hari dipenuhi berita perang. Di antara kabar konflik itu, satu judul yang mencuri perhatian saya, yaitu: “Iran kembali memperkaya uranium hingga mendekati kadar senjata.” Berita itu melintas begitu saja, lalu tenggelam di antara unggahan tentang cuaca, harga sembako, dan berita politik. Sepertinya…
-

Demarkasi Pikiran
Pemikiran manusia kian kemari makin berkembang. Di era kekiniaan, berbagai teori pemikiran makin kaya adanya. Kekuatan pikiran dipercaya menjadi identitas seseorang bertumbuh mengikuti zaman. Seseorang yang memaksimalkan pikirannya memengaruhi pula kualitas hidupnya. Pikiran adalah cermin eksistensi diri, tidak hanya itu, peradaban manusia bagian dari pergulatan pikiran-pikiran manusia. Orang yang mengandalkan kekuatan pikiran, cenderung mengandalkan dirinya.…
-

Secarik Catatan Kecil untuk Ultah Adil dan Moana
Tanggal 22 Juni selalu jadi hari yang istimewa dalam hidup saya. Pada tanggal ini, dua anak saya, Adil dan Moana, lahir dengan selisih lima tahun. Adil lahir pada 22 Juni 2018, tepat dua tahun setelah saya menikah dengan mamaknya. Lima tahun kemudian, pada 22 Juni 2023, lahirlah Moana, yang kami beri nama lengkap Moana Lestari…
-

Mengapa Seorang Demonstran Berdiri di atas Meja?
Saya menunujukkan pada seorang kawan gambar demonstran yang berdiri di atas meja Ruang Paripurna DPRD Bantaeng. Kawan itu bilang “tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, pesan bisa disampaikan dengan cara yang lebih sopan, lebih beradab”. Pernyataan kawan itu membuat saya sadar, menilai memang jauh lebih mudah ketimbang berpikir. Maka dari itu reaksi kebanyakan orang adalah langsung…
-

Yang tak Pernah Guru Ucapkan di Kelas
Hari masih muda, tepat ketika para murid baru kembali mengisi bangku di kelasnya, usai sepekan lebih menikmati libur semester. Saya tengah berjalan di muka deretan kelas, tepat di kelas enam, langkah saya terhenti, ketika riuh teriakan berkumandang membelah kesunyian, entah apa sebabnya, yang jelas saat itu masih jam pelajaran, guru pun masih ada di dalam…
-

Sejarah dan Balada Badai Sunyi
Ketenaran, cenderung berbisik ingin menyuguhi apa saja dalam waktu sesingkat mungkin demi popularitas. Semua memiliki potensi itu bagi setiap insan manusia, agar hidupnya tidak sia-sia. Sebagaimana kisah dipertuankan lalu dituangkan oleh para pemenang. Kini, bagi kami yang mengalir darahnya, bersiap untuk mencari bannang pangjaiki, memetik hikmah dari segala dinamika dan konspirasi. Boleh dibilang sampai pada…
-

Berlian Muda Barcelona
Kota Catalonia tak pernah kehabisan stok pemain bola bertalenta. Kota terkenal dengan artsitektur modernisme, terutama karya Antoni Gaudi, banyak melahirkan pemain muda kelas dunia. Tersebutlah La masia, akedemi sepak bola milik klub Barcelona, tak pernah gagal mencetak pemain muda berlaga di pentas dunia sepak bola. Dari sekian banyak bintang sepak bola lulusan La masia, nama…
-

Egaliter Tanpa Basa-Basi
Inilah pelajaran di negeri yang tak bertanya jabatan. Ia menjadi sesuatu yang mewah untuk orang yang berasal dari tempat saya lahir dan menua: Indonesia. Di sini, di Indonesia inilah saya menemukan para pejabat atau yang merasa orang penting selalu ingin tampil paling depan. Tempat duduk di dalam suatu acara publik pun terasa amat menentukan derajat…
-

Serambi Baca Tau Macca Loka: Sebatang Lilin dari Desa
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada sudut-sudut kecil di desa yang berusaha menjaga tradisi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah “Serambi Baca Tau Macca”, satu perpustakaan yang terletak di teras rumah kami di Dusun Barabatua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Ruang sederhana ini telah menjadi tempat bagi masyarakat untuk membaca dan mencari…
-

Di Ambang Luka Kemanusiaan: Palestina dalam Narasi Ketidakadilan
Saya sering bertanya pada diri sendiri. Seberapa jauh perasaan harus diseret agar seseorang bisa menjadi manusia? Seberapa panjang jalan menuju kemanusiaan yang harus kita tapaki dalam luka yang dibentangkan sejarah, saban waktu, tanpa jeda? Nama Palestina hadir bukan sekadar sebagai nama tempat, tetapi sebagai luka purba yang belum juga sembuh, bahkan ketika waktu mencoba menyembunyikannya…
