Saskia Puber

Telah saya tabalkan di esai sebelumnya, berjudul “Jedar Saskia”, termuat di media ini juga, Paraminda.com, bahwa paling tidak, merujuk pada buku, Binar dari Selatan,  Inovasi Bendera Saskia, diinisiasi oleh H. Iwan Setiawan, selaku inovator, telah direplikasi menjadi sejumlah 5 inovasi.

Kelima inovasi tersebut, sebagai anak dari Bendera Saskia, takdirnya beda-beda. Ada yang melaju ke ajang kompetisi nasional, ada pula yang sementara terhenti di ajang regional. Tahun 2024 ini, selain Jedar Saskia, juga Saskia Puber ikut kompetisi nasional, via ajang Pemantauan Keberlanjutan Replikasi Inovasi (PKRI), diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

KemenPAN-RB mengundang sekotah replikasi inovasi seluruh Indonesia, yang pernah teregister pada ajang kompetisi sebelumnya, KIPP Nasional. Dari penjaringan undangan inovasi, tersaring 36 replikasi inovasi nominator. Berlapik nominator ini, akan lahir 18 replikasi inovasi, sebagai puncak pencapaian penilaian.

Kayak apa makhluk Inovasi Saskia Puber? Tampak lantip jikalau saya dedahkan saja, latar mindanya, yang dinarasikan buat bahan presentasi oleh inovatornya, Kapus Campagaloe, Baucaya, bersama Kadis Kesehatan Bantaeng, dr. Andi Ihsan, dikomandani oleh Pj. Bupati Bantaeng, Andi Abubakar, pada Senin, 15 Juli 2024.

Ditegaskannya, Inovasi Saskia Puber lahir atas adanya masalah dan tantangan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Campagaloe, khususnya pada program KIA. Masalah utamanya, pertama, terletak pada rendahnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (Nakes) di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes).

Kedua, disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat dan lambatnya keluarga mengambil keputusan, untuk merujuk ke Fasyankes, serta masih adanya perasaan tabu jika ditolong oleh Nakes laki-laki.

Berlapikkan permasalahan tersebut, maka lahirlah sebuah inovasi, hasil replikasi dari Inovasi Bendera Saskia, milik Puskesmas Sinoa, yang kemudian diberi nama, “Satu Sasaran Kesehatan Ibu dan Anak Peduli Ibu Bersalin”, disingkat Saskia Puber.

Sekumpulan minda dari Inovasi Saskia Puber, memiliki keunikan berupa, pertama, penggunaan bendera penanda di rumah sasaran, bertujuan untuk memudahkan Nakes untuk menemukan, dan memantau sasaran ibu hamil.

Kedua, pemetaan kondisi ibu hamil, sebagai tindakan deteksi dini adanya faktor risiko/penyulit bagi ibu    bersalin. Ketiga, pemasangan stiker layanan kontak person, supaya memudahkan mengakses tenaga penolong dan layanan ambulans gratis.

Keempat, penyediaan ambulans desa untuk mempercepat tersedianya akses layanan, guna proses rujukan ke Fasyankes. Kelima, penambahan bidan desa bertujuan memudahkan akses layanan pemeriksaan ibu hamil dan ibu bersalin. Keenam, penerapan budaya lokal Sikapaccei (budaya tolong menolong), meringankan beban keluarga dengan adanya empati keluarga.

Lalu apa yang membedakan antara Inovasi Bendera Saskia dengan Saskia Puber? Dalam pengertian, apa yang direplikasi, sekaligus penanda bentuk inovasi baru?

Perbedaan kedua inovasi ini ada pada (1) jumlah bendera penanda, di mana jumlah bendera saskia 6 buah, sedangkan Saskia Puber 7 buah, yaitu penambahan 1 bendera berwarna orange (2) sasaran Inovasi Bendera Saskia adalah ibu hamil dan anak, sedangkan Saskia Puber sasarannya ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir (3) fasilitasi mobil ambulans (4) penambahan tenaga bidan di setiap dusun (5) memfasilitasi pengadaan dokumen kependudukan (KTA, Akta Kelahiran) dan pengusulan penerbitan kartu BPJS bagi bayi baru lahir dan (7) terjaringnya sasaran imunisasi dasar lengkap bagi bayi baru lahir.

Adapun progresnya setelah diimplementasikan, layanan Inovasi Saskia Puber terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan yang paling signifikan, antara lain bertambahnya personil tenaga penolong (bidan), dari 5 orang pada tahun 2020 menjadi 18 0rang. Bertambahnya jumlah kader sebagai penggerak sasaran ibu bersalin dari 0 menjadi 85 orang.

Demikian pula dari sisi keuangan, terjadi peningkatan pengalokasian anggaran. Sebelumnya, penganggaran hanya berasal dari Puskesmas Campagaloe, setelahnya bertambah sumber penganggaran, berasal dari pemerintah desa, berupa pengadaan ambulans desa, insentif bidan dan kader.

Sampai saat ini, keberadaan Saskia Puber telah menghadirkan dampak yang signifikan, baik secara internal maupun eksternal. Secara Internal, Saskia Puber mampu meningkatkan cakupan pelayanan persalinan oleh Nakes di Fasyankes, serta mampu mempertahankan zero kematian.

Secara Eksternal Saskia Puber mampu mewujudkan (a) terorganisirnya peran bantu kepedulian keluarga dalam hal pengambilan keputusan untuk proses rujukan (b) terorganisirnya peran bantu masyarakat dalam hal menyiapkan kebutuhan ibu bersalin dan (c) terorganisirnya peran bantu lintas sektor dalam hal peyediaan dana untuk pengadaan ambulans desa, insentif bidan dusun dan kader.

Keberhasilan Saskia Puber juga mampu menginspirasi puskesmas lainnya, untuk datang studi tiru tentang sistem pengelolaan Inovasi Saskia puber.

Guna menjamin keberlanjutan Inovasi Saskia Puber, ditempuh beberapa strategi. Pertama, strategi intitusional. Lewat Perbup No.34 tentang Penerapan Replikasi Bendera Saskia (sebagai regulasi dalam penerapan replikasi inovasi Saskia Puber). Plus, pembuatan MOU dengan Disdukcapil (untuk penerbitan KTA dan akta kelahiran) dan MoU dengan pemerintah desa buat penganggaran.

Kedua, strategi manajerial, berupa penambahan personil SDM bidan dan penguatan kapasitas. Berikutnya, penambahan fasilitas sarana dan prasarana persalinan. Lalu berpucuk pada pelaksanaan monev secara berkala.

Ketiga, strategi sosial, berupa penandatanganan komitmen dukungan lintas sector dan masyarakat yang berempati untuk membantu memfasilitasi kebutuhan ibu bersalin.

Manakala Inovasi Saskia Puber berhasil mewujudkan impiannya, lolos menjadi 16 besar, maka benar-benar telah tuntas masa pubertasnya. Bukankah masa puber itu merupakan masa penuh gairah? Nah, kalau gairahnya tersalurkan, lengkaplah sudah Saskia Puber mengikuti jejak orangtuanya: Bendera Saskia.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *