Author: Sabara Nuruddin

  • Tafakkur

    Tafakkur

    Dalam proses uzlah dan khalwat (sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya), hal terpenting yang dilakukan selain menggiatkan diri dengan ibadah, adalah dengan melakukan tafakur. Secara bahasa tafakkur berarti permenangan atau kontemplasi. Tafakkur serupa gerak rohani dari kurang tahu menjadi tahu, dari kekurangan menuju kesempurnaan. Dalam Al-Qur’an, istilah tafakkur semakna dengan istilah nazhara (mempertimbangkan, memperhatikan, memikirkan -QS.…

  • Khalwat

    Khalwat

    Dalam upaya perjalanan mendekatkan diri kepada Allah dan meretas hijab-hijab yang menghalangi perjalanan spiritual (suluk), para sufi dan kaum arif (ahli irfan), menggunakan satu metode yang disebut khalwat. Secara etimologi, khalwat berarti menyepi atau menjauh dari keramaian. Praktiknya, khalwat dilakukan oleh kaum sufi, arif, dan filosof muslim, guna menghindari gangguan dan menenangkan kontemplasi, agar dapat…

  • Takwa

    Takwa

    Ultimate goal atau tujuan utama disyariatkannya puasa sebagaimana ditegaskan dalam QS. 2:183 adalah agar orang-orang beriman menjadi bertakwa (mukmin menjadi muttaqin). Bertakwa setingkat lebih tinggi dari iman, takwa adalah realisasi iman dalam wujud kualitas rohani yang terjaga dari segala yang menjauhkan hamba dari Tuhannya. Secara etimologi takwa (taqwa) berasal dari kata waqyan yang artinya “penjagaan”…

  • Muhasabah dan Muraqabah

    Muhasabah dan Muraqabah

    Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam proses penyucian dan perjalanan rohani (spiritual), yaitu muhasabah dan muraqabah. Muhasabah secara kebahasaan artinya menghitung, secara terminologis berarti introspeksi atau mengevaluasi diri sendiri terkait perbuatan yang telah dilakukan. Sedangkan muraqabah secara bahasa berarti pengawasan, dalam terminologi spiritual adalah sifat seseorang yang merasa selalu dilihat dan diawasi oleh Allah.…

  • Riyadhah

    Riyadhah

    Guna membentuk jasmani yang sehat, diperlukan treatment tertentu. Di antaranya mengisi tubuh dengan asupan gizi yang sesuai, serta dengan latihan-latihan fisik seperti olahraga. Demikian halnya bila ingin menyehatkan rohani, perlu treatment khusus. Asupan gizi yang dibutuhkan oleh rohani adalah ilmu dan iman, serta olah rohani melalui amal saleh. Dalam terminologi tasawuf, treatment olah rohani disebut…

  • Fakir

    Fakir

    Setelah zuhud, maka tantangan lain dalam laku spiritual (suluk) menurut Nashr al-Din al-Thusi adalah menjadi fakir (faqr). Dalam definisi material, fakir dikaitkan dengan orang yang tidak memiliki harta benda atau setidaknya orang yang sangat kekurangan dari segi harta. Sedangkan dalam definisi tasawuf menurut al-Thusi, fakir adalah orang yang tidak memiliki kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat…

  • Zuhud

    Zuhud

    Epictetus seorang filosof Stoa sekitar dua milenium silam pernah berujar, “Bukan benda-benda yang memengaruhi manusia, melainkan pikiran manusia tentang benda-benda itulah yang memengaruhinya.” “Keinginan sumber penderitaan, tempatnya di dalam pikiran,” demikian petikan dari salah satu syair lagu Iwan Fals. Kenapa bisa ada penderitaan? Karena adanya keinginan yang begitu kuat dan selalu menuntut pemuasannya. Keinginan adalah…

  • Taubat

    Taubat

    Setelah mempersiapkan diri pada tahapan awal suluk (perjalanan spiritual), yang meliputi pemenuhan enam syarat (iman, keteguhan, niat, shidq, inabah, dan ikhlas), yang masing-masing sudah dijelaskan secara singkat pada enam tulisan sebelumnya. Selanjutnya, menurut Nashr al-Din al-Thusi, seorang salik (pejalan spiritual) akan menghadapi enam rintangan dan tantangan, yang akan menguji sejauh mana konsistensinya, dalam melakukan perjalanan…

  • Ikhlas

    Ikhlas

    Menurut Nashr al-Din al-Thusi, persiapan akhir sekaligus syarat utama bagi seorang yang hendak melakukan perjalanan spiritual (salik) menuju Allah adalah ikhlas. Karena ikhlas merupakan bagian terpenting dari wujud nyata kepasrahan total kepada Allah. Ikhlas merupakan capaian puncak dari keimanan dan realisasi tertinggi dari tauhid praktis. Sebagai realisasi tertinggi dari tauhid, Imam Ali bin Abi Thalib…

  • Inabah

    Inabah

    Menurut Nashr al-Din al-Thusi, hal selanjutnya yang menjadi tahapan dan prasyarat awal bagi seseorang, yang hendak menempuh jalan spiritual (suluk) adalah inabah. Secara bahasa inabah berarti “kembali kepada suatu tempat”, dapat pula berarti “kembali kepada sesuatu dan membiasakan diri dengannya.” Dalam perspektif tasawuf, inabah bermakna “terus-menerus kembali kepada Allah dengan berulang kali”. Kata inabah, disebut…