Author: Qhusty Hiqam Gotawa

  • Nazwa

    Nazwa

    Ada makna yang tidak pernah memilih untuk ramai—ia lahir dari sunyi, tumbuh dalam diam, dan menetap sebagai bisikan yang hanya bisa didengar oleh hati yang sabar mendengarkan. Ia bukan sesuatu yang perlu dijelaskan dengan lantang, sebab sejak awal ia memang diciptakan untuk dirasakan, bukan diperdebatkan. Dalam bahasa, Nazwa berarti bisikan rahasia—percakapan lirih yang hanya terjadi…

  • Nazra

    Nazra

    Senja di Gunung Mountea turun perlahan seperti luka yang akhirnya lelah berdarah. Dari punggung gunung itu, aku berdiri memandang langit yang qberubah warna—jingga yang hangat, lalu perlahan tenggelam menjadi ungu yang tenang. Alam seakan sedang menutup matanya setelah terlalu lama melihat dunia yang gaduh. Angin gunung datang menyentuh wajahku dengan lembut, namun di dalam dada,…

  • Fenomena Alam

    Fenomena Alam

    Seteguk Americano terakhir yang kuminum, kuindahkan panggilan Kakak tak sedarah ke air terjun, sebab jiwaku menagih sesuatu, bermain di alam. Berbagi waktu dengan alam adalah jembatan menuju hakikat pada manusia. Sebelum manusia mengenal adat istiadat yang katanya lebih bermartabat, alam kini terdengar sebagai barang asing. Semenjak manusia memisahkan diri dari alam, gedung pencakar langit dibangun…

  • Jangan Dulu Mati Hari ini

    Jangan Dulu Mati Hari ini

    Jangan dulu mati hari ini adalah jawaban dari tulisan sebelumnya, sebab tak ada lagi yang mencintaimu setulus diriku, itu kata Ayechral yang membuatku menulis lagi tentangmu *** Tengah malam selalu menjadi ruang paling jujur bagi manusia yang tak lagi punya tempat untuk menyembunyikan perasaan. Jam dinding berdetak seperti jantung kedua di kamar ini—pelan, konsisten, tak…

  • Pulang

    Pulang

    Ingatan selalu menemukan caranya sendiri untuk pulang. Sore itu aku duduk di sudut Caffee Raya Makassar Todopuli, memandangi lalu-lalang kendaraan seperti menonton arus waktu yang tak pernah mau berhenti. Cangkir kopi di hadapanku telah lama kehilangan panasnya, namun tanganku tetap menggenggamnya, seolah ada yang perlu kutahan agar tidak ikut mendingin. Temanku dari Bantaeng datang menjemput—wajahnya…

  • Sekelumit

    Sekelumit

    Qawi pun gila, dan mengalami beberapa gejala penyakit—sosial, psiko, fisik—dan ia makin lesuh, dimakan pusing pikirannya sendiri, semenjak denyutnya dirobek sepi. Melankolia. La… la… la… la… Penawarnya telah tiada; ia memilih pergi. Semua penyakitnya kronis. Ia bisa saja mati dan diracun atau terbunuh, tapi…Apakah ia mati karena itu? Atau ia mati tak kuasa menahan ancaman…

  • Topi Rimbaku

    Topi Rimbaku

    Pada lebat belantara hujan, gelagar suara atap terdengar dari dalam warkop, menyempurnakan hasratku tuk kembali menata huruf demi bait kurangkai ini. Kulihat keadaan sekitar semua tampak mesra dalam perbincangan, setiap sela seruput kopi, suara itu menyeruak merangsang indraku. Baru kali ini aku merasakan hasrat rindu mendalam, akan Rani. Topi rimbaAku terperangkap dalam lebat belantara basah.…

  • Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini?

    Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini?

    Gelap. Begitu gelap, hingga aku merasa bisa tenggelam dalam malam ini. Aku, Qawi Hutsam Ghaitsa, berjalan tanpa arah, seakan jalan poros Samata yang kosong ini adalah satu-satunya tempat yang bisa menerima keberadaanku yang tak berarti. Langkahku terdengar berat, teredam dalam keheningan. Setiap detik yang berlalu terasa semakin menyakitkan. Seperti ada batu yang menumpuk di dada,…

  • Puisi 13 dan Puisi Lainnya

    Puisi 13 dan Puisi Lainnya

    Puisi 13 Andai aku mati hari ini Aku ingin Menulis beberapa puisi Tanpa irama majas dan intrik Seperti hari biasa yang kulalui Andai kematianku membawa duka hari ini Kumau tak ada tangis Hanya derap langkah yang berbunyi Andai aku mati hari ini Apakah kulihat kau menangis di atas tanah basah Yang mengantar kepergianku. Andai malam…

  • Those Memories in Midnight

    Those Memories in Midnight

    Mari kita mulai, eh.. Bisakah aku mencoba untuk memulainya lagi? Bisakah kembali kumulai apa yang semsetinya menjadi asupan sehari-hariku, atau tentang kebiasaan-kebiasaan yang menjadi rutinitasku sehari-hari? Seperti memaknai sebuah lagu, menuliskan beberapa sajak indah yang tak melulu tentang drama cinta lalu terkungkung di sebuah bilik angan-angan, dihiasi jeruji besi berbentuk harapan. Mengenai rindu yang menikamku…