Author: Dion Syaif Saen
-

Pesona
Saat rilis awal, betapa manis dibumbuhi penuh jimat, mantra sakti mandraguna. Beberapa reaksi penuh harapan, menggugah.Tetiba menggugat. Ada tercekat, terpikat, ada terdiam kalabangngaang (kaget, terhentak tak menyangka). Masih kusimak permainan hompimpa alaium gambreng saling mengutuk. Ada yang berwasiat, dan pula bermuslihat. Pesona ditabuh bertalu-talu. Tetiba si Petong hadir di tengah pergulatan adu kesaktian. Mereka yang…
-

Hompimpa Alaium Gambreng
Kalimat Hompimpa Alaium Gambreng dalam bahasa Sansekerta memiliki arti, Dari Tuhan kembali ke Tuhan. Kalimat ini sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha di awal abad ke-5. Filosofi di balik kalimat Hompimpa Alaium Gambreng diyakini sebagai upaya leluhur, untuk mengajarkan anak-anak tentang mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan hompimpa sebagai bagian dari permainan…
-

Asmara dan Amarah
Rasa itu menjelma menjadi ornamen dari setiap momen. Setiap jiwa dilengkapi cara bersikap dan bertaruh. Ada geliat, ada getar menyelinap melewati nadi-nadi, dan menembus hingga ke sebuah hulu. Tempat bersemayam sebuah rahasia. Teringat kisah Rahwana antara amarah meluapkan dendam kematian adiknya di tangan Rama. Dan rasa cinta kepada Sinta yang membuatnya mengubah segala perangai yang…
-

Di Ruang Alonica
Sore dengan kopi gula aren, serta beberapa pilihan menu lainnya. Sila dicoba . Sebuah nama cafe yang membuat saya penasasan. Andien sang pemilik kafe dengan usia masih muda, mampu menerobos kafe di tengah menjamurnya kafe, serta begitu ketatnya persaingan. Sambil kuseruput kopinya. Dan menemukan siapa sesungguhnya Alonica? Ternyata terinspirasi dari sebuah judul lagu, dari sebuah…
-

Lawan yang Jujur
Hidup tanpa cinta bagai taman tanpa bunga. Hidup hanya berkawan tanpa lawan, bagai tanpa penyedap, hambarlah rasa. Dinamika tak elok, suasana hanya kita merasa baik dan bahkan paling benar. Butuh lawan untuk pengakuan yang jauh lebih jujur. Kadang kala melepas yang berkenaan cara kita yang sering keliru. Atau terlalu fanatik. Padahal itu adalah pemantik yang…
-

Tujuh Belasan Kebablasan
Setiap perayaan kemerdekaan Indonesia sampai saat ini dengan usia yang cukup matang. Masih berkalang tanya, sejauh mana sisi kemerdekaan itu berlaku, jika masih saja terdampar di tengah zaman? Masih saja disandera kemerdekaannya. Seperti terjajah kembali di negerinya sendiri. Tidak harus kita tutup mata. Dan apatah lagi merasa nasionalis. Padahal kita sering mengolok-olok negeri sendiri. Tanpa…
-

Merasa Pintar tidak Pintar Merasa
Apa kriteria pintar itu? bagaimana dengan kata cerdas? Atau beberapa kalimat lain untuk yang dimiliki kecapakan dan potensi setiap manusia? Cania Citta mendefinisikan pintar itu smart, artinya cara mesin berpikirnya canggih dalam mengolah informasi, karena penalaran atau logikanya bagus. Lebih tajam lagi Cania menggunakan tiga indikator atau cara menilai orang pintar atau tidak. Pertama, mampu mencerna…
-

Hadiah Indah Nurfadillah
Bantaeng patutnya bangga, sebuah torehan sejarah, menambah jejak prestasi kembali sang generasi menjajal bisingnya zaman. Karutnya peradaban. Ya. Nurfadillah anak desa menempuh asa, mengharumkan nama daerahnya Provinsi Sulawesi Selatan, kampus tempatnya menempah ilmu. Wabil khusus tanah kelahirannya Bantaeng. Alhamdulillah, Nurfadilah bersama tim meraih Juara 1 Tingkat Nasional, lomba Statatistics Infographic Competition. Keharuan itu tak terbendung, …
-

22-23-24
22 Aku mengira kau telah pergi jauh, meninggalkan bekas kecupan di kening, tanpa dugaanku terdetak dan mengepakkan sayapmu, bersama penekuk dan teluk cinta yang telah tersemai. Dan pada akhirnya, setelah aku belajar merelakanmu. Tiba-tiba angin sepoi menyambar jendelaku, kabar siuman darimu telah terbawa pecahan-pecahan angan dan belangah. Aku hanya menyaksikan beberapa ekor burung terbang rendah…
-

Balada Petualang
Sebentang harapan di pusaran bilik-bilik khayali, menjadi apa saja, atau masih bertualang menggelandang mencari sejatinya kehidupan yang katanya telah tertakdir. Atau tertakar. Seorang petualang melenggang kangkung. Terhuyung langkahnya terbusung mimpinya. Di balik cahaya dan bukit ditemui satu persatu jejak peradaban manusia yang keok. Teringat karib bertarung menghadapi gelombang kehidupan. Petualangannya begitu menarik untuk kita belajar.…
