Author: Dion Syaif Saen

  • Kebangkitan dan Kebaikan sebuah Pilihan

    Kebangkitan dan Kebaikan sebuah Pilihan

    Adalah bangkit itu baik, dan baik untuk menuju kebangkitan. Bangkit dalam kebudayaan berpikir, baik secara naluri sifatia berbuat untuk menuju mimpi bersama, merakit dalam parit-parit  demokrasi dengan ide yang konstruktif. Bagai pesona menabur benih harapan di setiap  sudut. Menebar dan menakar kemampuan untuk meraih simpati bersama. Mengurai kesenjangan dalam  kesenangan walau sesaat. Namun, itu sudah…

  • Manusia Warisan dan Warisan Manusia

    Manusia Warisan dan Warisan Manusia

    Warisan? Menjelma menjadi pengertian dari berbagai persepektif.  Kadang sering menjadi dampak. Karena harta yang ditinggalkan orang wafat, sering kali menimbulkan permasalahan bagi pewarisnya. Nah, di detik.com terhampar beberapa hal: Islam menetapkan aturan tentang warisan dengan rapi dan adil, tanpa mengabaikan hak seorang pun dalam pembahasan ilmu waris. Lantas, apa arti sebenarnya dari waris? Waris secara bahasa…

  • Uang Panai, Mahar, dan Cinta

    Uang Panai, Mahar, dan Cinta

    Tahun 2013 dengan latar hitam membentang, lighting sederhana, penonton yang masih suka ricuh. Dialog tujuh sin (bagian) dengan durasi panjang melebihi tiga puluh menit bahkan lalai di titisan waktu normal. Teringatlah saya pada naskah yang saya buat kala itu berjudul, “Mahar dan Perempuan”, dengan menumpahkannya dalam tulisan, adegan, dan latar.  Seakan menggugat budaya dari sisi …

  • Pergi tak Meninggalkan

    Pergi tak Meninggalkan

    Datang dan pergi, beranjak tak berjarak, pergi tapi tidak meninggalkan. Di antara waktu, bertepatan tujuh puluh delapan tahun silam,  ke-Bhayangkara-an dicetuskan dalam sebuah prosesi secara presisi dalam ketepatan, keakuratan dalam sebuah rancangan atau perencanaan. Menyatu menyusuri rimba kehidupan, mengayomi, melindungi, dan melayani. Tabur tuai, setelah hari esok mengadu ke hari kemarin. Ada rindu menghentak, ada…

  • Cinta dan Kebajikan, sebuah “Kutukan”

    Cinta dan Kebajikan, sebuah “Kutukan”

    Kitab kuno Cina termaktub di dalamnya, bahwa “cantik itu kutukan”, karena para selir digilir atas hasil seleksi tercantik, akan menjadi bagian dari rias syahwat sang raja dinasti di zamannya.  Lalu, Eka Kurniawan menggugahku kemudian, dengan judul bukunya, Cantik itu Luka. Dan cinta itu bisa menjadi menderamu dari  luka di atas luka. Begitu pula kebaikan yang…

  • Kopi Senja “Loyalitas dan Integritas”

    Kopi Senja “Loyalitas dan Integritas”

    Sebagai terapi, seketika kutemui di antara perjamuan sore. Menutur  penuh khidmat pada satu hal yang mendasar pada setiap hakikat manusia. Lembaran satu persatu diamati. Kusaksikan di antara mereka menyimak dengan tanak. Awa dari tadi penuh deg-degan, si Eka meski telat juga merasakan hal sama seperti pula Irma, detak nadi dan jantung berdetak kencang, Jojo dengan…

  • Mengeja Perempuan Bernama Mutiara

    Mengeja Perempuan Bernama Mutiara

    Kodratinya semata hanya mencuci popok bayi, melahirkan, melayani,merawat anak sejak pagi menjelang, menanak nasi, merangkai bunga, mencuci piring, menghidangkan sarapan pagi, siang dan malam. Dan sampai pagi kembali ritus yang dia harus parutus (urus).  Bagai sukma mengajak bertamasya menuju mahkota perempuan, melengkapi dan membalut sepinya adam di Surga dengan rusuknya yang menetralkan, serta melengkapi kehidupan…

  • Dari Tanah Sumba “Assiama” di Tanah Bertuah

    Dari Tanah Sumba “Assiama” di Tanah Bertuah

    Dari tanah Sumba dengan simbol kuda dan kayu cendana. Mengarung di pematang zaman menuju tanah penuh petuah Butta Toa Bantaeng. Teringat seorang penyair, yang kemudian meninggalkan tahtanya, kekayaan dengan ratusan kuda. Lalu menyusuri  balada sunyi menemukan kesejatian dirimya. Ya, dia adalah Umbu Landu Paranggi, lahir di tanah tercintanya, Sumba, hingga menjadi  guru para penyair di…

  •  Politik Parayu nan Memesona

     Politik Parayu nan Memesona

    Adalah Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, “Berkaca pada pemilu yang telah dilakukan sebanyak lima kali sejak awal era reformasi, mayoritas masyarakat Indonesia, mampu dan dapat menjaga stabilitas keamanan nasional.” Lebih dalam Burhanuddin melanjutkan, “Selain itu, para elit di dalam negeri sangat percaya bahwa politik Indonesia itu sangat cair, sehingga demokrasi dianggap sebagai satu-satunya jalan yang paling diyakini di…

  • Pesona Si Katan

    Pesona Si Katan

    Seketika sahaya kembali pada masa kanak-kanak dahulu. Bermain ketapel, lalu menyusuri beberapa pohon di antaranya pohon kersen tetangga, pohon  jambu air, di pucuk ilalang. Sambil mengendap hendak menangkap, atau beberapa di antara kami membidiknya.  Itu salah satu jenis burung sikatan (cui-cui). Sahaya kemudian terjenak membenak, dengan secara seksama, tetapi bukan pada tempo sesingkat mungkin,  saat…