Author: Dion Syaif Saen

  • Tungguru Isrun

    Tungguru Isrun

    Tak berselang lama kepergian seorang tokoh pendidik pak Syafruddin. Kini tetiba langit mengawal hari kami kembali dengan kedukaan berpulangngya pada  Ilahi seorang guru, Muh. Isrun bin Muh. Arief. Kami lebih akrab menyapanya dengan Tungguru Isrun. Setiba di pucuk waktu, kala magrib menggemgam  hari. Ranah duka kembali menyelimuti kami. Seorang guru tutup usia dengan membuat semua…

  • Namamu dan Kebeningan Hatimu

    Namamu dan Kebeningan Hatimu

    Langit terang kala itu, tapi sejuta kepala tertunduk. Suasana haru menyelimuti kala mendengar kau dirawat karena sebuah musibah. Jauh dari bayangan kami. Kau harus berjuang saat usai penanganan operasi. Tiada bisa menduga. Berharap mukjizat Tuhan. Namun, ketika detik berlalu, tangis dan doa pecah ke langit. Seraya Tuhan menambatkan dan menempatkanmu di surga-Nya. Kabar duka menyelimuti…

  • Menyibak Lebur tapi Tak Larut

    Menyibak Lebur tapi Tak Larut

    Ada yang larut dengan pesona, ada yang lebur dengan persona. Tipuan-tipuan bagai pesulap, lamat-lamat menyusup, mengendap, melesap masuk tanpa permisi (adab). Pura empati tetapi menaruh belati. Ada yang meringsut kemudian menjalin jala-jala sengketa. Benalu dinamakannya. Sebab ia berusaha lebur secara terpaksa kemudian hendak pula larut. Berpotensi akan menjadi karut marut. Ibatat pada satu komponen dan…

  • Hikmah Apparikongang

    Hikmah Apparikongang

    Manusia menghabiskan banyak waktu, uang, dan energi untuk memberi manfaat bagi orang lain, termasuk keluarga, teman, dan orang asing. Mengapa kita melakukannya? Pernahkah kita memedulikan orang lain demi kepentingan mereka dan bukan hanya demi diri kita sendiri? Apakah tujuan akhir kita selalu dan semata-mata hanya untuk kepentingan diri sendiri, atau apakah kita mampu memperhatikan kesejahteraan…

  • 13-14-15

    13-14-15

    13 Sejumlah abjad di benakku, mencoba menjelma. Alur dan warna, diukir semesta, percakapan di tepi sore menjadi jalan cerita selanjutnya. Tentang kita yang sering salah paham, salah tingkah dan pamer, tentang sekumpulan di antara kita mulai pergi satu persatu, saat pemulihan lelah itu di sisa senja yang dikelabui awan. Sesederhana mungkin kusimpan dalam otakku. Aku…

  • Assiama: Suatu Penyatuan

    Assiama: Suatu Penyatuan

    Ia bertajuk  “Assiama” dalam dialek bahasa Makassar (Bantaeng). Ia adalah  spirit yang  disifati dari rangkaian asimilasi, perpaduan, peneguhan, dan penyatuan yang saling melengkapi satu dengan lainnya.   Siang itu bertepatan Jumat, saya baru siuman, tetiba tiga pucuk WhatsApp menggedor dinding kantukku.  Kalimatnya cukup membuat adrenalin dan jiwa saya ciut. Bagaimana tidak, saya mengalami turbulensi  karena bunyi…

  • 10-11-12

    10-11-12

    10 Setangkai mawar itu, palsu. Aku kembali ke Tuhanku, kaupun menuai doa ke Tuhan keyakinanmu. Setelah itu, kita hitung bersama dalam bentuk hitungan rabaan, atau kembali memgabjad alif-ba-ta-tsa-ja-ha-kha-. Dalam dimensi yang menyerupai tirai yang bersekat pada sekumpulan dosa-dosa kita. Aku belum bisa berhenti mengungkit dan menjelmakan masa lalu, dalam kekinian yang terbawa akal, terhanyut buai…

  • Peradaban dan Manusia

    Peradaban dan Manusia

    Semua bisa mengubah identitas, perangai, lalu bergerombol terbang bagai anai-anai sesuai jatah musim berganti. Populasi kian kikis, hendak populis.  Di ujung lidah dan ciri tidak selamanya membentuk karakter. Manusia dengan segala upaya dan dayanya, hendak mengarung di tengah relung dan palung manusia sekitarnya.  Apakah peradaban itu bagian dari mengubah pola pikir, laku diri dan dunia?…

  • 07-08-09

    07-08-09

    07 Di untai-untai, sudahlah. Kita dalam gemgamannya. Jika tidak mampu menjawab aksara-aksara yang hidup sekian abad. Dengan caranya yang berseronok, menodong di sebuah abjad zaman mereka incar. Kalaupun merajuk, itu alasan tanpa sengaja! Cukup memberinya sapu tangan kebahagiaan bersama. Sebab, rujuk itu beda, bertajuk menikuk dan membekuk. Kita tanpa was-was pun tetap cemas. Seberapa jauh…

  • Balada Pilpres

    Balada Pilpres

    Menjelang pelaksanaan pemilu 2024, banyak kontroversi yang terjadi. Mulai dari dukungan  penundaan pemilu oleh salah satu partai politik dan penolakan terhadap penundaan pemilu, karena dinilai tidak sesuai dengan amanat konstitusi dan semangat reformasi, serta berpotensi kembali ke masa Orde Baru, manakala terjadi perpanjangan masa jabatan presiden. Atau sekadar hadir sebagai dramatikal bertipikal “genit bin nakal”. Ada…