Category: Opini
-

Kosmologi Diam: Jalan Menuju Perjalanan Jiwa
“Ketika kamu berdiam, kamu mendengar suara yang tidak pernah kamu dengar ketika kamu berbicara.” (Rumi) Dalam hiruk-pikuk peradaban modern yang tak pernah berhenti berteriak, diam telah menjadi barang langka yang hampir punah. Namun, di balik keheningan yang tampak kosong itu, tersembunyi rahasia agung yang telah diungkap oleh para arif sepanjang zaman: bahwa diam bukanlah kekosongan,…
-

Kecerdasan Hakiki: Optimalisasi Kalbu dan Maksimalisasi Akal
Saya pernah (terkesan) digugat oleh seorang peserta dialog. Pada saat itu, saya membawakan materi literasi yang ditarik garis relevansinya atau memiliki korelasi positif dengan kemajuan bangsa dan negara. Peserta dialog itu menggugat dalam bentuk pertanyaan dan/atau tanggapan, “Mengapa banyak orang yang rajin membaca, bahkan cerdas tetapi nyatanya mereka korupsi dan berbagai tindakan buruk lainnya?” Saya…
-

Loncatan Belajar Pelajar Berkemajuan
Ada banyak peristiwa, catatan, ajaran, dan harapan yang pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari makna “belajar”. Dalam konsep Islam, kita memahami bahwa pada mulanya Adam pun diajarkan “pengetahuan tentang segala sesuatu”. Perintah dan surah pertama pun adalah “iqra”, dan jika memahami tafsir dari M. Quraish Shihab, salah satu maknanya bisa disejajarkan dengan makna belajar. Pada…
-

Nalar Kebangsaan Kunci Menjadi Warga dan Elit Negara
Dalam suasana masih Bulan Kemerdekaan, ada sejumlah peristiwa yang menyentak nalar publik nasional yang menampakkan kondisi antitesis dan paradoks dengan spirit kemerdekaan dan segala hal esensial yang melekat pada diri Indonesia pasca kemerdekaannya. Hal esensial dan melekat yang saya maksudkan di antaranya adalah Pancasila dan demokrasi. Yang paling menyesakkan dada dan bahkan berpotensi menyesatkan nalar…
-

Membaca Ulang Ide Keislaman dan Keindonesiaan Cak Nur
Refleksi 79 Tahun Kemerdekaan Indonesia Menjelang perayaan hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, masyarakat kita dihebohkan oleh kebijakan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang memberlakukan aturan pelepasan jilbab/kerudung, terhadap pasukan PASKIBRAKA putri, pada saat dikukuhkan dan bertugas di hari pelaksanaan upacara kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut kepala BPIP, Yudian Wahyudi, alasan dari pemberlakuan aturan tersebut, untuk…
-

Pemilih Berdaulat dan Masa Depan Bantaeng
Siapa pun bisa dipastikan ingin terus bergerak menuju masa depan. Masa depan yang proses pencapaiannya terpancar dari ruang psikologis harapan, tidak berhenti pada penanda waktu semata. Mereka dan kita semua pada umumnya menginginkan pencapaian masa depan itu mengandung atau menampakkan indikator-indikator kebahagiaan dan kesuksesan. Masa depan Kabupaten Bantaeng pun yang terpancar dari ruang psikologis harapan…
-

Hidup Penuh Gorengan: Manusia dan Ruang Pencerahan
Era digital, manusia tidak hanya menggoreng makanan lalu menikmatinya. Informasi, isu, dan/atau berita pun digoreng dan tidak sedikit yang ikut menikmatinya. Bahkan, bisa disimpulkan hidup hari ini penuh dengan gorengan, baik yang berbentuk makanan maupun informasi. Mencermati grup-grup WhatsApp, di mana diri kita bergabung di dalamnya, saya yakin dari sekian banyak grup yang ada tidak…
-

Kematian: Kebutuhan yang Dirindukan dan Dicintai
Ada dua kata yang digunakan terkait dengan kematian, maut dan wafat. Kedua kata tersebut, berasal dari bahasa Arab yang telah menjadi bahasa Indonesia. Keduanya digunakan dalam al-Quran. Dalam bahasa Arab, kata wafat berkonotasi makna sempurnanya waktu kehidupan dijalani oleh setiap manusia. Sempurnanya waktu kehidupan tersebut berbanding lurus dengan sempurnanya reski yang diterima manusia. Jadi, apabila…
-

Kontekstualisasi Rukun Iman sebagai Prinsip Kehidupan
Saya mengamati lalu merenungkannya, ternyata kehidupan yang dijalani ada pula seperti yang dialami Adam-Hawa di surga, kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakannya masih saja diwarnai dengan godaan. Saya menggunakan diksi “ada pula” karena tidak semua manusia dalam kehidupan ini yang merasakan kenikmatan dan kebahagiaan, ada juga yang hidupnya sejak awal penuh cobaan dan penderitaan. Saya memulai…
-

Filosofi Relasi Suami-Istri
Di era melenial ini, relasi suami-istri dalam kehidupan rumah tangga, sangat mudah rusak. Bisa berujung pada perceraian. Lalu, apa yang menjadi penyebab utamanya? Mengapa relasi suami-istri, kurang mampu bertahan dan langgeng dalam hubungan cinta kasih? Sederet pertanyaan patut direnungkan. Menurut hemat penulis, faktor pertama dan utama mudahnya perceraian dan broken home terjadi, karena agama Allah,…
