Category: Lokalitas

  • Batu “Keramat” Selamatkan Hutan di Bantaeng

    Batu “Keramat” Selamatkan Hutan di Bantaeng

    Ada cerita bersemayam di rerimbun pohon Hutan Campaga, tentang batu yang menjadi simbol kepatuhan orang-orang Campaga dalam menjaga hutan. Cerita yang terus mengalir dari generasi ke generasi  membentuk budaya penghargaan terhadap alam, pelarangan menebang pohon, meludah apalagi kencing di sumber mata air dalam hutan. Pada masa lalu, hutan di Campaga dikuasi oleh dua orang: Karaeng…

  • Dari Pertarungan ke Perenungan: Harga Diri dalam Cermin Passaungang Taua

    Dari Pertarungan ke Perenungan: Harga Diri dalam Cermin Passaungang Taua

    Angin memapah debu tipis di sepanjang jalan menuju pesta adat Gantarangkeke. Di atas motor yang disulap jadi ojek musiman, pemuda-pemuda lokal berkendara pelan dan hati-hati. Di belakangnya duduk penumpang-penumpang yang hening, lebih banyak menengadah ke arah pohon-pohon tua. Mereka melintasi jalan sepi, yang jarang dilalui di hari biasa. Tetapi di hari itu beda, jalan itu…

  • Abbulo Sibatang, Accera Sitongka-tongka: Jalan Kearifan Menuju Keadilan

    Abbulo Sibatang, Accera Sitongka-tongka: Jalan Kearifan Menuju Keadilan

    Setiap peradaban memiliki cara sendiri untuk merawat nilai keadilan. Di tanah Bugis-Makassar, ada dua ungkapan luhur yang menjadi penopang nilai hidup bermasyarakat, Abbulo Sibatang dan Accera Sitongka-tongka. Keduanya bukan sekadar ungkapan budaya, melainkan perwujudan pandangan hidup yang menautkan persaudaraan, kebersamaan, dan tegaknya keadilan. Keadilan dalam falsafah ini tidak dilihat semata sebagai produk hukum positif atau…

  • Pesan Leluhur Bantaeng; Teako Ngondangi Butta

    Pesan Leluhur Bantaeng; Teako Ngondangi Butta

    Suatu siang yang hangat di Kota Bantaeng, sambil menyeruput kopi di sebuah warung sederhana, saya terlibat obrolan mendalam bersama Muhammad Yunus; seorang pemuda energik yang dalam beberapa tahun terakhir banyak menghabiskan waktunya berinteraksi dengan masyarakat pedesaan. Pria kelahiran Lamalaka, Bantaeng ini termasuk kategori pemuda yang gelisah terhadap nilai-nilai leluhur yang perlahan mulai tergerus zaman. Karena…

  • Butta Toa, Butta Sipakatau

    Butta Toa, Butta Sipakatau

    Butta Toa, Butta SipakatauDi balik hamparan pegunungan yang hijau dan pesisir Sulawesi Selatan yang tenang, terbentang sebuah wilayah bernama Bantaeng. Tanah ini bukan sekadar titik di peta, melainkan ruang hidup yang telah lama berdenyut dalam sejarah Nusantara. Beberapa abad silam, nama Bantaeng telah bergema di berbagai penjuru negeri, dikenal sebagai pusat interaksi budaya dan perdagangan.…

  • Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Bantaeng Tetap Unik

    Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Bantaeng Tetap Unik

    Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng diserbu masyarakat, ratusan atau mungkin ribuan orang. Ratusan mobil berjejer di pinggir jalan sekitar masjid yang menimbulkan kemacetan, puluhan polisi, satpol,  ASN Kemenag, ASN Pemda  yang berpakaian seragam berjaga-jaga. Ada apa di dini hari pada  Senin, 5 Mei 2025 ini? Apakah ada tablig akbar? Bukan! Ternyata, mereka adalah pengantar…

  • Accini Allo Baji’

    Accini Allo Baji’

    Pak Haji menutup matanya yang sendu karena usia, ibu jarinya ia lipat ke dalam, sedang empat jari lainnya ia jentikkan satu per satu. Telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Bergantian. Berulang. Wajahnya yang teduh, ia tengadahkan ke langit-langit rumah, sembari mulutnya khyusuk mengulang-ulang kata yang teramat pelan untuk saya dengar. Pak Haji mencoba accini…

  • Bulan Cipi, Bulan Sial?

    Bulan Cipi, Bulan Sial?

    “Janganki kasi nikah anakta di bulan ini,” karena ini bulan cipi, bulan tidak baik. Ungkapan ini kadang didengar, apabila bulan Syawal sudah berakhir dan masuk ke bulan Zulkaidah. Istilah bulan cipi yang dilekatkan masyarakat Bugis-Makassar pada bulan Zulkaidah dikarenakan Zulkaidah diapit dua lebaran, yaitu Idul Fitri pada bulan Syawal dan Idul Adha di bulan Zulhijjah,…

  • Puang Kareng: Dikuburkan Berdiri(?)

    Puang Kareng: Dikuburkan Berdiri(?)

    Masyarakat Desa Pattaneteang, khususnya yang mendiami Dusun Bungeng, sangat mengenal adanya kuburan yang dikeramatkan, terletak di Kampung Batu Massong. Jaraknya, 5 kilometer dari kantor Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng. Kuburan itu sering ramai dikunjungi untuk diziarahi oleh orang dari berbagai asal daerah, yang merasa memiliki keterkaitan dengan penghuni kuburan itu. Baik karena ada hubungan keturunan maupun…

  • Salu’ Barania dan Cara Kita Mencintai Alam

    Salu’ Barania dan Cara Kita Mencintai Alam

    Setiap daerah pada dasanya memiliki cerita dan sejarahnya tersendiri. Cerita tersebut sering kita kenal dengan istilah cerita rakyat atau folklor. Cerita rakyat adalah cerita yang terlahir dari rakyat dan berkembang dari mulut ke mulut dari rakyat itu sendiri. Cerita-cerita tersebut pada akhirnya tersimpan menjadi kisah yang abadi, hingga menjadi kekayaan budaya dan sejarah. Salah satunya…