Author: Sewang Sattu
-

Suara Keadilan Yang Tak Bisa Dibungkam: Melawan Represi, Menjaga Harapan
Setiap bangsa menyimpan denyut keadilan dalam nadi sejarahnya. Keadilan bukanlah sekadar kata dalam kamus moral, melainkan napas yang menghidupi peradaban. Ia adalah cahaya yang tak bisa dipadamkan, meski dibungkam oleh represi, dibalut dengan kekerasan, atau dipaksa tenggelam dalam ketakutan. Justru dalam ruang-ruang gelap represi itulah, suara keadilan sering kali lahir lebih nyaring, mewujud sebagai bisikan…
-

Mutasi Pejabat Jeneponto: Profesionalisme Tergusur Kepentingan Politik
Dalam setiap helaan napas sebuah daerah, selalu ada pertarungan antara idealisme dan kepentingan. Antara cita-cita luhur membangun kesejahteraan bersama dengan praktik-praktik pragmatis yang sering berputar di orbit kekuasaan. Mutasi pejabat di Kabupaten Jeneponto, yang semestinya menjadi momentum penyegaran organisasi pemerintahan, justru menghadirkan tanya, benarkah ini sekadar rotasi profesional, atau ada benang halus kepentingan politik yang…
-

Abbulo Sibatang, Accera Sitongka-tongka: Jalan Kearifan Menuju Keadilan
Setiap peradaban memiliki cara sendiri untuk merawat nilai keadilan. Di tanah Bugis-Makassar, ada dua ungkapan luhur yang menjadi penopang nilai hidup bermasyarakat, Abbulo Sibatang dan Accera Sitongka-tongka. Keduanya bukan sekadar ungkapan budaya, melainkan perwujudan pandangan hidup yang menautkan persaudaraan, kebersamaan, dan tegaknya keadilan. Keadilan dalam falsafah ini tidak dilihat semata sebagai produk hukum positif atau…
-

PBB Jeneponto: Antara Beban Kewajiban dan Tuntutan Keadilan
Di penghujung musim berita belakangan ini, tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Kabupaten Jeneponto tiba-tiba menjadi headline, ada keluhan warga tentang kenaikan yang sangat besar, bahkan pemberitaan menyebut lonjakan hingga ratusan persen, sementara pihak terkait menanggapi bahwa kenaikan sesungguhnya punya batas dan sebab administratif tertentu. Perdebatan ini bukan sekadar soal angka di meterai pembayaran;…
-

Kelaparan dan Kemerdekaan: Menguji Arti Merdeka Saat Perut Kosong
Ada paradoks yang getir, sebuah bangsa dapat merayakan kemerdekaan dengan gegap gempita, namun di sudut-sudut sunyi masih ada perut yang keroncongan. Apakah kemerdekaan cukup diukur dari kedaulatan politik, bendera, lagu kebangsaan, dan pemerintahan sendiri, jika warganya tak bebas dari rasa lapar? Pertanyaan ini bukan sekadar retorik: ia menantang definisi kita tentang “merdeka”. Sebagian dari kita…
