Category: Lokalitas
-

Bulan Cipi, Bulan Sial?
“Janganki kasi nikah anakta di bulan ini,” karena ini bulan cipi, bulan tidak baik. Ungkapan ini kadang didengar, apabila bulan Syawal sudah berakhir dan masuk ke bulan Zulkaidah. Istilah bulan cipi yang dilekatkan masyarakat Bugis-Makassar pada bulan Zulkaidah dikarenakan Zulkaidah diapit dua lebaran, yaitu Idul Fitri pada bulan Syawal dan Idul Adha di bulan Zulhijjah,…
-

Puang Kareng: Dikuburkan Berdiri(?)
Masyarakat Desa Pattaneteang, khususnya yang mendiami Dusun Bungeng, sangat mengenal adanya kuburan yang dikeramatkan, terletak di Kampung Batu Massong. Jaraknya, 5 kilometer dari kantor Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng. Kuburan itu sering ramai dikunjungi untuk diziarahi oleh orang dari berbagai asal daerah, yang merasa memiliki keterkaitan dengan penghuni kuburan itu. Baik karena ada hubungan keturunan maupun…
-

Salu’ Barania dan Cara Kita Mencintai Alam
Setiap daerah pada dasanya memiliki cerita dan sejarahnya tersendiri. Cerita tersebut sering kita kenal dengan istilah cerita rakyat atau folklor. Cerita rakyat adalah cerita yang terlahir dari rakyat dan berkembang dari mulut ke mulut dari rakyat itu sendiri. Cerita-cerita tersebut pada akhirnya tersimpan menjadi kisah yang abadi, hingga menjadi kekayaan budaya dan sejarah. Salah satunya…
-

Antama Balla
Bagaimana kita memaknai rumah? Apakah ia serupa bangunan yang terdiri dari susunan kayu yang dihubungkan oleh paku, tempat kita kadang terpaku? Atau tentang butiran-butiran pasir dan semen, yang menyatu dengan batu merah, yang tabah memeluk kala dingin menyapa? Atau, barangkali rumah melampaui itu. Sebagaimana orang mengangankan rumah sebagai tempat paling ramah, yang menerima penghuni apa…
-

Syekh Tuan Abdul Gani: Dari Makam ke Kampung hingga Masjid
Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ada kampung tua bernama Bissampole. Ketuaan kampung ini termaktub dalam literatur yang menyebutkan, kampung yang dikepalai seorang pemimpin, istilahnya kare. Sejumlah tujuh kampung bermusyawarah, tujuh orang kare, guna mencari solusi atas permasalahan kacaunya antar kampung. Salah satunya, Kare Bissampole ikut hadir bermajelis dan menyepakati lahirnya cikal-bakal Kerajaan Bantaeng. Di waktu lampau, batas-batas tradisional Kampung…
-

Ammuntuli Bulang Ramalang
Salah satu tradisi di kampung saya dibesarkan, yaitu Bungeng Desa Pattaneteang, adalah tradisi ammuntuli bulang Ramalang (menyambut bulan Ramadan). Tradisi ini tidak lekang dalam kenangan, karena kakek saya, H. Puang Tulung adalah seorang guru syara’ (imam kampung), salah satu tugasnya, ammaca (berdoa) di setiap kegiatan keagamaan, termasuk saat ammuntuli bulang. Aktivitasnya dari rumah ke rumah,…
-

Ziarah ke Makam Leluhur
Rutinitas sebelum memasuki bulan Ramadan adalah ziarah kubur ke makam leluhur. Pagi ini kami bergegas melangkahkan kaki sebelum matahari bersinar sempurna. Jarak dari rumah ke makam kurang lebih 300 meter. Kami bertiga berjalan beriringan menelusuri jalan Syekh Yusuf, sambil mengenang masa kecil di awal tahun 80-an. Dulu pohon di sebelah kiri dan kanan berjejer sampai…
-

Kaloli: Kuliner yang Melegenda dan Simbol Kebersamaan
Dengan telaten ibu-ibu menggulung satu demi satu daun inru atau daun aren itu. Tarian jari manisnya menggulung daun-daun itu hingga ke ujung daunnya, lalu ujung daun tersebut diikat. Usai proses tersebut, daun yang telah dibentuk itu lalu dikumpulkan di atas pattapi atau tampah. Setelah proses membentuk daun-daun itu usai, butiran-butiran beras lalu dimasukkan ke dalamnya…
-

La Ban Doe, si Crazy Rich dari Bantaeng
Jarang orang Bantaeng yang mengetahui, bahwa sosok La ban doe/Labandoe/Labandu itu ada dua orang. Sosok Labandoe yang pertama yang juga akrab disapa Guru Bandu, adalah seorang bangsawan keturunan Kerajaan Wajo yang memilih menetap di Bantaeng. Dari turunan keluarganya inilah, yakni cucu buyutnya, juga lahir seorang tokoh kesehatan besar di Bantaeng yang Bernama Prof. Dr. H.…
-

Tutur Kisah di Balik Ritus Pa’jukukang (3)
Versi lain menceritakan, upacara Pajukukang dilaksanakan, untuk menghormati tomaurung atau Karaeng Loe, yang merupakan pendiri kerajaan Gantarangkeke. Beliau adalah Mula Tau (manusia pertama) yang menyatukan wilayah-wilayah sekitar dalam sebuah kekuasaan yang berpusat di Gantarangkeke. Karaeng Loe muncul pertama kali disebuah batu yang kini dikenal dengan nama batu pannurungan. Batu tersebut terletak di daerah Lembang Gantarangkeke.…
