Category: Esai

  • Mengapa Sujud di Atas Tanah?

    Mengapa Sujud di Atas Tanah?

    Pernahkah kita melihat seorang bersujud, tetapi dahinya tak menyentuh sajadah lembut? Melainkan sebongkah tanah kecil nan sunyi, diletakkan tenang di hadapan diri? Apa gerangan makna di balik debu itu? Apakah itu warisan lama, atau sekadar ragu? Mengapa tak cukup kain bersih di masjid megah? Lalu ia pilih tanah-benda paling rendah? Namun, hari ini, di layar-layar…

  • Bantaeng dan Banjir yang tak Lagi Mengejutkan

    Bantaeng dan Banjir yang tak Lagi Mengejutkan

    Hujan deras semalaman mengguyur Bantaeng. Dan seperti yang sudah-sudah, pagi harinya bukan hanya air yang menggenang, tapi juga kabar banjir kembali datang. Di media sosial, tak ada lagi nada terkejut. Banjir di Bantaeng kini sudah seperti musim, datang teratur tanpa perlu diundang, tapi tak kunjung ditangani akar masalahnya. Seperti biasa. Foto-foto gotong royong dibagikan, saluran…

  • Antara Hegel, Marx, dan Buruh yang Dirumahkan

    Antara Hegel, Marx, dan Buruh yang Dirumahkan

    Belakangan ini kabar buruk berembus dari Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Kabar ini hampir sama dengan buruknya kualitas udara di kawasan tersebut, lantaran asap yang dihasilkan oleh beberapa tungku smelter nikel di kawasan tersebut. KIBA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi,  di mana pada saat itu Menteri Perindustrian atas…

  • Ma’rung Naung: Jejak Anak-anak ke Masa Depan

    Ma’rung Naung: Jejak Anak-anak ke Masa Depan

    “Jalan terpendek menuju masa depan kadang justru yang paling becek, paling curam, dan tidak masuk peta.”— Petuah dari batu besar di tepi Sungai Maesa, katanya. Aku menulis bukan karena hidupku penting, tapi karena masa kecil di Kampong Masigi terlalu absurd untuk dibiarkan menguap begitu saja. Di sanalah segalanya dimulai: sepatu robek di jalan kebun, ambisi…

  • Ruang Mengalir; Hikmah Konektivitas Jepang

    Ruang Mengalir; Hikmah Konektivitas Jepang

    Memasuki commuter line trayek Haneda ke pusat Kota Tokyo, benak saya membayangkan padatnya lalu lintas kota besar itu. Ternyata tidak! Jalanan lengang. Pameran mobil mewah di negeri jalan raya tak terlihat seperti di Jakarta. Padahal, negeri ini adalah produsen kendaraan bermotor ternama di dunia. Siapa yang tak mengenal Toyota, Honda, Yamaha, Suzuki, dan merk ternama…

  • Dunia Spektakel: Menjadi Tontonan atau Penonton

    Dunia Spektakel: Menjadi Tontonan atau Penonton

    Kata spektakel pertama kali saya dengar saat Bung Roky Gerung membungkam pembicara lain dalam satu debat politik. Ada kalimat yang dikaitkan dengan teori pencitraan yang dapat menjadikan seseorang terkenal dengan gagasan nol. Teori itu disebut dalam buku Guy Debord, Society of the Spectacle, atau masyarakat tontonan, sebuah dunia di mana pencitraan lebih berkuasa daripada pengalaman…

  • Membongkar Ilusi Pendidikan Sekolah

    Membongkar Ilusi Pendidikan Sekolah

    “Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah,” sergap Pramoedya Ananta Toer suatu waktu. Ia menodongkan kata-kata itu seperti senjata. Tanpa basa basi, Pramoedya menarik pelatuk senjatanya, “Tuan, ingatlah! Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.” Saya tak…

  • Tenang, tak Ada yang Memberitahu Kita Apa itu Muharam

    Tenang, tak Ada yang Memberitahu Kita Apa itu Muharam

    Banyak yang menanti datangnya Ramadan dengan suka cita, tetapi sedikit yang menoleh pada Muharam—bulan pertama dalam kalender Hijriyah, yang sejatinya juga suci. Dalam diamnya, langit pernah memerah; sejarah pernah menjerit. Namun, mengapa kita tidak tahu? Atau barangkali, memang tidak pernah benar-benar diberi tahu? Muharam lewat begitu saja di antara iklan diskon dan hitung mundur tahun…

  • Karbala: Benih yang Ditanam Imam Husain

    Karbala: Benih yang Ditanam Imam Husain

    Menyambut 10 Muharam 1447 H Di tanah ladang tempat aku menanam harapan dan menggali hikmah dari bumi, aku menulis ini. Menjelang 10 Muharram 1447 Hijriyah. Hatiku terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena hasil panen yang sedikit, atau cuaca yang tak menentu, tapi karena bayangan Karbala terus menyapa kesadaranku. Karbala, sebuah nama yang menyimpan duka…

  • Mul: Anak Muda yang Kembali Bertani

    Mul: Anak Muda yang Kembali Bertani

    Mul adalah pemuda yang lahir dan tumbuh besar di Ibu Kota Kabupaten Bantaeng. Sehari-hari ia akrab dengan jalan beraspal, deretan pertokoan dan kerumunan orang di pasar. Khas orang kota kecil, Bantaeng. Orangtua Mul berasal dari Kayu Loe, sebuah desa yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Mereka mulai menetap di kota pada akhir tahun…