Category: Esai
-

Tangan Dingin Hansi Flick Meracik Blaugrana
Dunia sepak bola senantiasa penuh teka-teki. Banyak misteri pengiringnya. Terkhusus pemain dan pelatih. Ada pemain bintang, tapi tidak berhasil menjadi pelatih cemerlang. Namun, tidak sedikit pemain bukan bintang, tapi berhasil menjadi pelatih sukses. Hansi Flick adalah salah seorang pemain, lalu menjadi pelatih. Flick berkebangsaan Jerman, pernah memperkuat beberapa klub Eropa. Dia salah satu nama jajaran…
-

Menghapus Kenangan Pahit?
“Aku percaya semua orang terlibat dalam hidupku akan mengkhianati. Aku percaya akan hal itu, meski mereka akan menyangkalnya,” Ungkap Mike Tyson. Sebuah pembuka yang menghentak. Saya mencoba mengalir hingga ke hilir, sambil belajar mengukir kembali. Katanya sekelompok ilmuwan baru-baru ini berhasil menemukan pendekatan baru untuk membantu menghapus kenangan buruk. Bagaimana caranya?Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung…
-

Fatherless: Hubungan Anak Laki-laki dengan Sang Ayah
Pada jejak waktu ini, banyak istilah psikologis yang populer di kalangan masyarakat, seperti healing, toxic relationship, ansos, burn out, mindfulness, self diagnose, dan masih banyak lagi. Kepopuleran istilah psikologis tersebut tidak jauh dari dampak bermedia sosial. Individu yang tiap waktu senggang ataupun sibuk memakai smartphone-nya untuk menjelajah dunia maya, kerap kali bertemu dengan istilah-istilah psikologis…
-

Kultus Skincare, Penjara Baru bagi Perempuan
Pernah suatu kali, seorang teman berkata dengan bercanda, “Wajahmu glowing yah kalau di foto? Tapi kalau di dekat, ternyata banyak bintik-bintiknya.” Saya hanya tersenyum sambil meneguk secangkir kopi yang baru saja kuseduh. Sebenarnya, kata-katanya tidak menyakitkan, tetapi tetap meninggalkan tanda tanya di pikiran saya. Mengapa kecantikan kini seolah lebih dari sekadar pujian? Mengapa kita merasa…
-

Pejalan Pelintas Waktu
“Aku fana dalam Tuhanku, dan Tuhan adalah milikku. Jangan mencarinya ke mana-mana. Dia ada di dalam jiwaku. Aku adalah sang raja, namun aku mengakui pada kalian, bahwa seseorang yang menjadi rajaku, yakni Tuhan.” (Maulana Rumi, Rubai 421) Dunia identik ruang dan waktu, keduanya tak terpisah. Perjalanan waktu tak mengenal akhir perjalanan. Setiap yang ditunggu akan…
-

Antagonis dan Protagonis Sebuah Lakon
Setiap peristiwa, sebagaimana peran yang dijalankan, sebagai pelengkap cerita. Ada sifat, karakter bagi setiap manusia, ada keluar dari cirinya, ada keduanya ia mainkan. Melengkapi kurikulum dunia, manusia dan kehidupan setiap saat, setiap masa bahkan detik. Semua merasa benar dan baik menurut lakon “protagonis dan antagonis”. Secara murni dan jujur memerankan. Maka harus totalitas, profesional. Meski…
-

Kalah Dihormati, Menang Dimuliakan
Kontestasi politik melalui proses pemilihan kepemimpinan di seantero negeri nusantara usai. Figur-figur mumpuni sudah ambil bagian untuk berpartisipasi dalam prosesnya. Masing-masing kandidat, dengan segala daya dan upaya telah dikerahkan untuk memenangkan “pertarungan” itu. Alhasil, setiap pertarungan pasti ada konsekuensinya. Berakhir dengan kemenangan atau berujung kekalahan. Mesti ada perolehan suara yang lebih banyak dari yang lainnya.…
-

Ruang Adaptasi, Persepsi, dan Refleksi
Atau saya kadang kurang jeli melihat secara presisi. Cenderung kesusu. Terbuai, tercederai, terlena, terselip, terpental dengan mental ciut. Pada setiap usaha beradaptasi. Terlalu jujur dalam kebohongan mungkin, atau sebaliknya?Harus mencoba mengubah pola adaptasi, dengan tidak berlebihan lagi, pura gagap dan tidak harus larut menerima guyup. Adaptasi mulai saya batasi. Karena penyakit saya cepat jenuh tatkala…
-

Runut
Bukan tafakur, tetapi bisa saja tetiba saya mendengkur, di tengah temperatur dunia dan manusia yang masih suka sekonyong-konyong. Tidak jua merenungi nasib, sambil merasa bertaubat. Padahal masih sering saya lakukan peran muslihat di antara kerumunan manusia. Secara berkelompok atau secara individu, saya bangun identitas itu. Untuk mengajak manusia lain menerjemahkan lalu menjadi pengakuan. Bukan juga…
-

Surat Kepada yang Telah Pulang: Pak Guru Muhammad Haris
Pak Guru,Aku menulis surat ini dari tempat yang kau tinggalkan, dari ruang yang sering kau penuhi dengan harapan, semangat dan senyummu yang hangat. Biasanya, saya tidak perlu menulis untuk berbicara dengan Anda. Pak guru ada di hadapanku, menyandarkan badan, menyeruput kopi hitam pelan-pelan, lalu memulai percakapan panjang yang hanya berhenti jika ibu aji, istrimu menelepon…
