Author: Safwan Yusuf
-

Selamat Tinggal Kecemasan
Sudahkah tersenyum sahabat holistik? Oh ya, akhir akhir ini saya sangat sering mendapati pasien yang menderita kecemasan. Dari segi usia, mereka sangat beragam. Ada yang sudah tua, dewasa, bahkan ada yang masih remaja. Begitu pun dari jenis kelamin, baik perempuan maupun laki-laki mengalami kecemasan. Dan, yang sering dicemaskan adalah dirinya sendiri ataupun orang lain. Ragam…
-

Karena Salahku Juga
Salah satu momentum terbaik dalam kehidupanku, saat mengikuti kelas training online, bertajuk 21 Days Journey. Ini saya ikuti sekitar 6 tahun lalu. Selama 21 hari, kita dipandu, dibimbing dalam sebuah pendampingan oleh mentor luar biasa. Mentor kami seorang perempuan. Kami menyapanya dengan panggilan Mom Anisah. Sebetulnya, kelas ini adalah prakarsa dari Klub Sehat Holistik asuhan…
-

Tiada Maaf Bagimu
Suatu ketika, saya kedatangan seorang pasien. Seorang lelaki yang sudah berumur sekitar 60-an tahun lebih, sebab yang bersangkutan sudah lama pensiun dari sebuah instansi pemerintah. Saya memanggilnya dengan panggilan Pak Fulan, tentu saja bukan nama sebenarnya. Pak Fulan datang dengan keluhan penyakit pada kulit. Sering gatal, seperti ada bisul bisul kecil, terasa tertusuk tusuk, kulit…
-

Haruskah dengan Marah?
Pertanyaan lewat judul tulisan ini, terinspirasi oleh pernyataan dan sekaligus kenyataan yang dialami oleh beberapa pasien yang saya dampingi. Sangat sering terucap dari bibir mereka, seperti: Nanti saya marah, baru anakku mendengar perintahku. Nanti saya marah, baru anakku bergegas menunaikan tugasnya. Nanti saya marah, baru istriku tahu, kalo saya tidak suka perbuatannya. Nanti saya marah,…
-

Lupakan Saja?
Kalimat “lupakan saja” sangat sering kita dengar, bahkan kita pun mungkin pernah mengucapkannya. Ketika mendengar keluhan seseorang tentang sesuatu, kejadian ataupun peristiwa, terkadang dengan entengnya berucap lupakan saja. Begitupun ketika merasa kecewa dan bersedih, kemudian curhat kepada sahabat, maka sahabat tersebut pun akan berucap lupakan saja. Kalimat lupakan saja sangat bersahabat dengan mulut dan telinga…
-

Pindahkan Isi Pikiran Anda
Suatu ketika, saya kedatangan seorang pasien, dengan wajah yang sangat murung, pucat pasi, suara agak bergetar, dan tidak bersemangat plus tidak bisa tersenyum. Ketika saya ajak untuk bercerita, dia pun tidak tahu harus bercerita apa, dan mulai dari mana. Untuk kasus seperti itu, saya biasa memancing untuk bercerita tentang apa saja, kemudian pelan pelan dan…
-

Persepsi
Pada tulisan sebelumnya, saya sudah membahas tentang “Konsep Diri”, yaitu cara pandang kita terhadap diri sendiri, yang terdiri atas konsep diri negatif dan positif. Lalu, kalau cara pandang kita terhadap orang lain, bagaimana? Ada banyak istilah terkait dengan cara pandang terhadap orang lain, di antaranya adalah persepsi. Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya yang berjudul, Psikologi Komunikasi,…
-

Konsep Diri
Sudah tak terhitung jumlahnya, saya sangat sering mendapati orang mengucapkan: Saya tidak bisa, saya sulit melakukannya, itu hanya teori dan susah praktiknya, saya kalau kena hujan pasti flu, saya kalau habis makan ketan pasti asam lambungku naik. Atau ungkapan semisal: Saya tidak bisa sembuh, saya harus minum obat seumur hidup, saya sudah tua jadi saya…
-

Terapi atas Kemelekatan
Pada tulisan sebelumnya yang berjudul, “Antara Cinta dan Melekat”, sudah diulas perbedaannya, yaitu cinta akan selalu membuahkan kebahagiaan, sementara melekat akan melahirkan penderitaan. Sebagai manusia yang fitrahnya selalu mengacu kepada kebahagiaan, maka penderitaan tentu saja sesuatu yang harus dihindari dan butuh terapi atas kemelekatan tersebut. Sebelum mengulas terapinya, akan saya ulas dulu efek dari kemelekatan,…
-

Antara Cinta dan Melekat
Saya pernah mendampingi seorang istri sekaligus ibu dari anak anaknya. Sebut saja Fulanah. Fulanah sudah beberapa tahun menjalani kehidupan yang sangat menderita. Menurutnya, penderitaan itu bermula ketika suami tercinta yang sekaligus ayah dari anak anaknya berpulang ke Rahmatullah. Setiap saat, ketika mengingat almarhum suaminya, Fulanah pun menangis dan sangat bersedih akan hal itu. Ketika saya…
